
Pagi hari tiba dengan suara kicauan burung yang bernyanyi, di hari sabtu ini terasa sepi di kosan, karena tidak ada revan yang pagi-pagi sudah mengaji menyejukkan hati.
"berangkat yuk fin" kata anan menggendong tasnya
"yaa, eh nanti kita jenguk revan ya, entah kenapa aku kangen" kata alfin
"ya nanti pulang sekolah, gue juga kangen entah kenapa" jawab anan
(Di sekolah)
mereka tidak melihat revan, mungkin dia izin dulu untuk tidak sekolah, karena sedang berduka.
"sepi banget sih gak ada revan, gak ada yang ceramah-ceramah lagi" ketus chelsea
"iya bener, amira juga kayaknya sepemikiran kan" kata nisa
"eh, iya.. iya.." kata amira
(Di posisi revan)
ia sedang termenung di depan rumahnya, menatap bunga-bunga yang di datangi kupu-kupu.
"aku harus kuat, aku harus ikhlas melepaskan ibu, ini sudah takdir" batin revan
Pamannya memandangi revan dari balik pintu, ia merasa kasihan pada revan, sudah kehilangan orang tuanya.
seketika revan beranjak dari duduknya.
"kemana van" tanya pamannya
"ke mushola paman" jawab revan
"ya Allah kuatkanlah hati keponakan saya, semoga dia bisa mengikhlaskan kepergian ibunya" batin pamannya revan
Pulang sekolah (15.30)
Di kosan Anan dan alfin yang tadinya lagi asik-asik membaca buku dan chattingan mendapat kabar dari arman sodaranya revan, bahwa revan tidak ada di rumah, saat di cek ke mushola juga tidak ada, karena khawatir anan dan alfin langsung bergegas menuju rumah revan, mereka berdua juga mengabari yang lainnya, jadi mereka berangkat menggunakan mobilnya amir kakaknya amira.
"aduh ngilang kemana sih revan!" kesal anan
"bikin khawatir aja kita" kata chelsea
"semoga revan tidak kenapa-napa" batin amira
1 jam berlalu
mereka sudah sampai di rumah revan, arman dan pak kyai atau pamannya langsung menceritakan detik-detik hilangnya revan.
mereka pun mencari revan di sekitaran rumah tersebut.
"coba ke mushola atau masjid" kata alfin
"gak ada fin, saya sudah cari 3 kali, revan gak ada disana" kata arman
"biasanya revan kemana kalo disini" kata nisa
"revan itu kalo ada masalah/sedih pasti ke mushola atau masjid, gak kemana-mana lagi" kata arman
mereka mencari ke rumah-rumah warga yang lain, hingga sampai adzan maghrib belum di temukan.
"bagaimana ini, kapan kita lanjutkan pencarian, apa kita lapor polisi" kata nisa
"gak nisa, ini belum 24 jam" jawab alfin
mereka putuskan untuk sholat maghrib dulu lalu melanjutkan pencariannya di bantu oleh pak RT dan warga terdekat.
Sudah mencari kemana pun tidak di temukan, sudah hampir adzan isya masih belum di temukan.
"revan kamu dimana sebenarnya" tangisan amira membasahi pipinya.
"sabar amira, pasti ketemu kok" kata nisa
"Revan dimana kamu nak" batin pak kyai
saat mereka melewati sungai yang cukup dalam kelihatannya, amira melihat seperti kain berwarna abu-abu.
"itu apa kak" tanya amira pada kakanya
"hm.. itu seperti sorban?" kata amir
karena penasaran mereka mendekati kain tersebut.
dengan penerangan senter mereka melihat jelas bahwa itu sorban berwarna abu-abu, yang tersangkut di bebatuan dekat air.
"Ini kok mirip punya revan" kata amira
"apa maksud mu amira?" kata arman
"iya, ini mirip sorban revan, aku yang memberikannya, jangan-jangan" kata amira seketika meneteskan air mata.
Pak kyai sungguh kaget, sepertinya benar yang di ucapkan amira, karena saat revan pergi ke mushola ia memakai sorban abu-abu.
"gak mungkin! revan..hiks.. gak mungkin dia hanyut kan" kata amira menangis sambil memeluk sorban tersebut.
"bisa jadi, tapi belum pasti" kata anan
seketika salah satu warga ada yang teriak, mereka pun langsung menghampiri warga tersebut.
"ada apa pak" tanya pak kyai
"ini pak, ini peci siapa ya, terus ini sapu tangan siapa, kenapa ada bercak darah?" kata pak rano (salah satu warga)
"Astagfirullahalazim, ini kan sapu tangan revan dan ini pecinya, ya Allah revan kenapa?" kata pak kyai sedih.
mendengar itu air mata amira semakin deras, ia tidak bisa menahan rasa sedihnya, tidak hanya amira, anan dan alfin juga bersedih.
"Kemana sebenarnya revan, kenapa di sapu tangannya ada bercak darah?" kata chelsea menahan kesedihan.
"gak mungkin kan, revan hanyut tenggelam di sungai ini" kata alfin
"aku akan coba mencarinya ke dalam sungai" kata amir
"tapi ini sudah malam kak" kata amira
"kakak akan bawa senter" kata amir
amir pun langsung nyebur ke sungai itu, dan menyelam mencari revan, bisa saja revan ada.
namun setelah beberapa menit, Amir mengatakan tidak ada revan di sungai ini.
"jangan-jangan di makan buaya" kata arman
"Sssttt! jangan ngomong gitu, disini mana ada buaya" kata pak RT.
"pak kyai.. pak kyai.., saya menemukan ini di atas pohon itu, ini bajunya siapa pak kyai?" kata salah satu warga.
"Ini kan bajunya revan, iya baju yang di pakai ke mushola" kata pak kyai
"Astagfirullahalazim" kata mereka semua
pak RT mengatakan untuk mencarinya besok saja karena ini sudah malam, dan akhirnya mereka semua setuju.
"Kak, revan baik-baik saja kan" kata amira
"iya amira, sudah jangan menangis" kata kakaknya
(mohon maaf bila ada kesalahan)
(Bersambung)
{___/} ----------------------
(。>ㅅ<。) --> Revan kemana ya? |
/> 🧣 <\ ----------------------