
(Keesokan harinya)
sekolah mereka libur karena tanggal merah.
terlihat Anan masih tidur setelah sholat dan alfin yang sedang mandi sedangkan revan, ia duduk di depan kosannya sambil bersholawat nabi.
"eh van, kamu sudah bangun? cepet amat, bangun jam berapa?" kata alfin
"iya, saya tadi bangun jam 03.05 untuk sholat tahajud, terus wiridan (dzikir) sampe masuk waktu sholat subuh" jawab Revan
"emang kita wajib ya sholat tahajjud?" kata alfin duduk dekat revan
"sholat tahajud itu sunah muakad, yang didirikan pada malam hari atau sepertiga malam setelah terjaga dari tidur" kata revan.
(Anan pun menghampiri mereka berdua)
"ngomongin apa sih?" kata Anan
"kita sedang membahas sholat tahajud nan" kata revan
"ouh" jawab anan singkat
(beberapa jam kemudian tepatnya jam 07.40)
Alfin pamit pada Revan dan Anan, karena dia akan jalan-jalan bersama nisa di hari libur.
"Hati-hati ya" kata anan
"ingat alfin, jangan berduaan di tempat sepi, bahaya loh, nanti ketiganya setan" ucap revan
"iya revan" jawab alfin
(sesampainya di tempat tujuan)
tepatnya di Perpustakaan Nasional jakarta, alfin mengajaknya ke sana untuk menambah ilmu di hari libur.
"Alfin bagaimana dengan buku ini" kata nisa menunjukkan buku yang berjudul cinta di perpustakaan.
"eh bagus juga judul nya, yaudah baca yuk" kata alfin
(mereka pun membaca buku tersebut)
"Nis, kamu tau nggak artinya l Love you?"
"tau, aku cinta kamu" jawab nisa
"aku juga cinta kamu" kata alfin
"ih apasih, aku kan jadi malu!" kata nisa
"ih jangan marah" kata alfin
"emang kenapa?" tanya nisa
"nanti cantiknya ilang" kata alfin
Nisa hanya tersnyum mendengar ucapan alfin.
seketika alfin mengambil sebuah buku dan menyuruh nisa untuk membaca judul bukunya.
"nih judul nya apa?" tanya alfin
"Pacaran yuk!" kata nisa yang membaca judul buku tersebut.
"yuk pacaran sekarang" jawab alfin
"eh?" batin nisa
kemudian alfin memakaikan gelang yang bertulisan Alfin&nisa yang berwarna biru.
"jaga gelang ini ya, ini bukti kita pacaran" kata alfin menggenggam tangan nisa.
(tempat duduk mereka lumayan jauh dari keramaian)
tiba-tiba alfin memegang pipi nisa yang seperti akan menciumnya, wajah alfin semakin dekat namun...
"assalamu'alaikum kutu buku" kata revan yang tiba-tiba datang
"hah? kok lo datang van, ngapain kesini! perasaan lo ada dimana-mana!" kata alfin kesal
"eh iya, saya disini lagi cari buku akidah akhlak bersama arman" kata revan
"ada revan lagi, kan aku jadi penasaran tadi alfin mau apa" batin nisa
(Arman pun menghampiri mereka)
"eh lagi ngapain nih" tanya arman
"lagi baca buku" jawab alfin
"arman, emang kamu boleh keluar dari pesantren?" tanya nisa
"ouh itu, aku sama pak kyai kok, beliau ada di rak buku bagian akidah akhlak, aku di ajak pak kyai kesini, terus aku juga ajak revan" kata arman
"ouh gitu" kata nisa
alfin hanya terdiam sambil membaca buku.
"alfin marah kah?" batin revan.
Revan dan arman pun pamit pada nisa dan alfin untuk pergi menyusul pak kyai.
"nis, taman aja yuk" kata alfin
"hah ke taman tapii.." kata nisa
"di sini ada pengganggu!" bisik alfin
nisa hanya terdiam ia tak mengerti apa yang di maksudkan alfin.
"siapa yang menggaggu?" batin nisa
(Di taman)
sambil menatap bunga-bunga yang indah dengan udara yang sejuk.
"Fin, sejak kapan kamu suka membaca buku" tanya nisa
"sejak kecil" jawab alfin dingin
"terus apakah keluarga mu juga seperti mu?" kata nisa
"hobiku menurun dari ayahku, dia seorang pengusaha terkenal dan ibuku, dia sudah wafat saat aku berumur 9 tahun" kata alfin
nisa merasa sedih akan cerita alfin
"kau punya saudara?" tanya nisa
"tidak" jawab alfin singkat
"ouh" kata nisa
mereka mengobrol cukup lama dan alfin mengantarkan nisa pulang di jam 11.57.
"Terima kasih alfin" kata nisa
"ya" jawab alfin tersenyum.
(Bersambung)