
Setelah melihat chelsea pulang bersama Nisa, Anan juga ikut pulang setelah pamit pada teman-teman basketnya.
(sesampainya di depan kosannya)
Anan langsung masuk ke kamarnya dan terlihat Revan yang sedang mengaji dan alfin yang sedang membaca buku di meja belajar.
"yaelah berantakan amat nih kamar" batin anan
"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh, woy napa ni kamar berantakan!" ucap Anan
"Waalaikumsalam" kata alfin dengan suara kecil.
"Waalaikumsalam Anan, mandi dulu sana!" kata Revan.
"iya Pak ustadz Revan, saya laksanakan!" kata Anan.
(Malam harinya tepatnya jam 20.05 WIB)
mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing, Anan yang sedang chatting dengan chelsea dan alfin yang sedang membaca buku sejarah sedangkan Revan ia masih di mushola.
(beberapa saat kemudian)
terjadi keributan antara Anan dan alfin di kamar karena Alfin ketauan sedang memandang fotonya Nisa.
"hey fin, foto siapa itu?" kata anan
"bukan siapa-siapa" jawab Alfin selow
Karena penasaran Anan merebut foto yang sedang di pegang oleh alfin.
"hey anan! kembalikan foto itu!" teriak alfin
"ambil aja sendiri, hahaha" kata Anan tertawa
seketika ada yang mengetuk pintu kamar itu yang ternyata dia Revan yang datang dari mushola.
Anan dan alfin pun kembali ke tempat nya masing-masing.
"Assalamu'alaikum, aku pulang" kata Revan
"Waalaikumsalam" jawab anan dan alfin
Anan memanggil Revan untuk duduk di dekatnya dan melihat foto yang di pandang alfin tadi.
"heee... ternyata alfin suka Nisa ya" kata Revan
"iya kan bener, kalian tuh cocok tau, kenapa gak jadian aja, gue juga udah jadian sama chelsea" kata Anan.
"jadi kamu pacaran sama chelsea?" kata Revan
"sial! kenapa gue ngomong nya depan Revan! pasti kena ceramahannya lagi" batin Anan
"****** kau nan, kena tuh ceramahan dari Revan" batin alfin.
namun apa yang di pikirkan anan dan alfin salah, Revan tidak menceramahi anan dia hanya tersenyum kemudian mengambil Buku yang tadi sore ketinggalan di sekolah dan ia membaca buku itu.
"heh? gak ceramah? biasanya dia kan ceramah?" batin Anan bingung
"kok tumben gak ceramah" batin Alfin
(kini jam menunjukkan pukul 21.00)
seketika Anan bertanya pada Revan tentang Amira
"van, gimana kabar lo sama Amira" kata Anan
"kabar gimananya, baik-baik aja kok, aku sama Amira cuma temen gak pacaran" jawab Revan
"halah, tadi aja gue liat kalian ngobrol di depan mushola" kata Anan.
"jadi dia liat?" batin Revan
(seketika Alfin bergabung memberi pertanyaan pada Revan)
"eh van, lo jangan mendem perasaan lo, lo harus ungkapin, gue tau lo suka Amira kan" kata anan
"iya van, ungkapin aja, toh Amira juga suka kamu" kata alfin
namun lagi-lagi Revan hanya tersenyum jika di beri pertanyaan mengenai Amira.
"nih ya nan, fin, saya itu belum ada niatan buat pacaran, saya memang suka Amira tapi saya gak mau pacaran" kata Revan
"terus lo kapan pacarannya?" tanya anan
"nanti setelah menikah biar halal" jawab Revan tersenyum.
"idih itu mah kelamaan van" kata alfin
"gak apa-apa, aku siap nunggu" kata Revan
seketika anan dan alfin bersandar di bahu Revan.
"lo emang bener-bener sholeh van, gue salut sama lo, gue bersyukur banget punya sahabat kaya lo" kata anan
"sama aku juga, tetap semangat van" kata alfin
"Terima kasih" kata Revan
(Beberapa saat kemudian)
tiba-tiba Anan menanyakan pertanyaan lagi
"van, nanti kalo Amira udah sama cowok lain gimana?" kata Anan yang berbaring di kasurnya
"berarti dia bukan jodohku" kata Revan
"selow banget jawabnya" sambung alfin
(mereka pun tertidur setelah jam 21.30)
mohon di maafkan bila ada kata yang salah atau kurang di pahamiπππβΊπ