Three Love Stories

Three Love Stories
8. Amira kecelakaan



(Sesampainya alfin di kosan)


terlihat anan sedang siap-siap akan pergi jogging di siang hari.


"eh nan, revan udah pulang?" tanya alfin


"kayaknya langsung ke mushola" jawab anan


"kamu mau jogging di siang hari? sama siapa? tanya alfin


" iya, lo mau ikut? ada gue, chelsea, Aldo dan Ririn kok, gak sendirian" kata anan


"ouh gitu, cepet toh nanti keburu ada revan" kata alfin


"iya.. iya.. " kata anan yang pergi meninggalkan alfin.


(Beberapa jam kemudian)


revan pulang dari mushola tepat jam 13.10 WIB.


"Assalamu'alaikum, saya pulang" ucap revan


"Waalaikumsalam, eh revan sudah pulang" kata alfin yang sedang membaca buku.


"Anan mana fin?" tanya revan


"hah? eh anan ya... dimana ya. diaa.." (ucapan alfin terpotong karena seketika pintu kamar terdobrak)


"Gubrakk!!" (anan mendobrak pintu)


"Revan! alfin! cepet lo pada keluar, di depan ada yang kecelakaan!" teriak anan


"Apa!!" kata alfin dan Revan.


(Di jalan raya)


terlihat perempuan bergamis biru dan berkerudung hitam terbaring lemas dengan darah dimana-mana. (yang ternyata itu amira)


"Amiraaa..!!" teriak Revan menghampiri amira


"apa yang terjadi amira" batin Revan


"cepat telfon ambulan!" kata alfin


anan pun menelpon pihak rumah sakit untuk mengirimkan ambulan ke tempat kejadian.


(Di rumah sakit)


Revan terlihat cemas akan keadaan amira.


"Revan sepertinya sangat mengkhawatirkan amira" batin anan


"sabar van, amira pasti baik-baik saja" kata alfin


"ya" jawab Revan singkat


(beberapa jam kemudian teman-teman amira datang)


"bagaimana keadaan amira nan" kata chelsea


"belum tau, sepertinya dia koma" kata anan


"yang sabar ya van, kamu terlihat sangat cemas" kata nisa


Revan hanya tersenyum tak menjawab ucapan nisa


(beberapa menit kemudian)


Dokter pun keluar dari ruangan tersebut.


"bagaimana keadaan amira dokter" kata nisa


"ambil darah saya saja dokter" tiba-tiba seseorang datang.


"anda siapa ya" tanya dokter


"saya kakaknya, saya di beritahu oleh temannya bahwa adik saya kecelakaan" kata kakaknya amira


kakaknya amira pun mengikuti dokter ke ruangan tersebut.


"kamu kenal" tanya anan pada chelsea


"ouh dia kakaknya amira, namanya amir, dia seorang pelukis terkenal" jawab chelsea


"amir? seperti pernah bertemu, tapi dimana?" batin revan.


(Beberapa jam kemudian)


Amira tersadar namun terlihat masih lemas.


"kakak" kata amira


"rara, ini kak amir, rara baik-baik saja kan" kata amir


(rara adalah nama panggilan sejak lahir)


"revan.. mana revan" kata amira


dokter pun memanggil teman-temannya amira


"amira" kata revan


"syukurlah aku masih bisa melihat mu" kata amira


"eh seperti pernah bertemu" batin amir


"kamu revan anaknya kyai Abdul Rahman?" kata amir


"iya, anda tau nama ayah saya" kata revan


"beliau guru ku, ya guru ngaji ku, sekarang dimana pak kyai?" tanya amir


"ayahku sudah meninggal 3 tahun yang lalu, ayahku sakit parah" jawab revan


amir sangat kaget mendengar ucapan revan.


amir pun mengajak revan berbicara empat mata di luar ruangan.


"sekarang kau tinggal dengan siapa?" tanya amir


"dengan ibu saya" jawab revan


"hah... kau tau amira selalu curhat tentang mu padaku" kata amir


"benarkah" kata revan


"ya, dia bilang kamu laki-laki yang sholeh dan revan kamu tau amira menyukaimu" kata amir


"ya" kata revan singkat


"kalau kalian jodoh, tolong jaga adikku, aku percaya padamu, kau anak dari guru ngaji ku" kata amir


"InsyaAllah" kata revan.


mereka pun kembali ke ruangan amira di rawat.


terlihat amira sudah bisa tersenyum lagi.


"cepat sembuh amira" batin revan


(Bersambung)