Three Love Stories

Three Love Stories
3. Pertemuan 2



Setelah kejadian adanya ular di ruang kelas, kini Bel istirahat pun berbunyi.


Anan pun bernafas lega karena pelajaran matematika telah usai.


"Alfin, Revan ke kantin yuk, gue laper banget!" kata Anan.


"sip deh" kata Alfin


"Aku puasa nan, kalian pergi aja ke kantin, aku mau ke mushola dulu" kata Revan


"eh iya gue lupa, lo kan sering puasa senin-kamis" kata Anan tertawa.


(Anan dan Alfin pun pergi menuju kantin sekolah sedangkan Revan pergi menuju mushola)


(Di kantin)


ketika sedang asyik memilih makanan anan melihat chelsea dan kedua temannya sedang duduk di meja depan, Anan pun menghampirinya.


"Hey cantik lagi makan?" kata Anan tersenyum


"hey ganteng, iya nih lagi makan, haha" jawab chelsea tertawa


"Revannya mana ya, kok gak bareng sama kalian?" tanya Amira.


"ouh dia..., dia di mushola, katanya dia puasa jadi gak ke sini deh" jawab Anan


"bener tuh, Revan tuh kalo lagi puasa atau lagi ada masalah pasti ke mushola, eh Ngomong-ngomong lo suka Revan ya amira?" kata Alfin


(Amira hanya terdiam, ia malu mendengarnya karena sebenarnya Amira sudah jatuh hati pada Revan saat pertama kali bertemu)


Beberapa saat kemudian...


Amira meminta nomor hp Revan dari Alfin.


"Terima kasih ya Alfin" kata Amira


"sama-sama" jawab Alfin


"Aduduh.. ada yang jatuh cinta nih" kata Nisa melirik Amira.


"Apa sih nis!" kata Amira malu


mereka mengobrol tentang dirinya masing-masing, Anan dan chelsea mengobrol tentang ekstrakurikuler basket, sedangkan Alfin mendengarkan pertanyaan sejarah dari Nisa dan Amira hanya menyimak pembicaraan mereka.


"Alfin beri aku 1 pantun!" kata Nisa


"baik, dengar ya.." kata Alfin


Nisa pun menganggukkan kepalanya


"Di bawah bakau ada itik


wahai engkau gadis cantik


maukah jadi pacarku" kata Alfin tersenyum


seketika hati Nisa berbunga-bunga mendengar pantun dari Alfin.


"Aduhai.. di tembak Alfin tuh" canda chelsea


"ih apa sih! gak kok!" jawab Nisa malu


"Terima gak Nisa" tanya Anan


"Au ah!!" kata Nisa kesal


Alfin hanya tersenyum sambil memandang Nisa yang sedang malu.


(Di posisi Revan)


Revan duduk di depan mushola sambil bersholawat, seketika ada yang memanggilnya.


"assalamu'alaikum Revan" kata Arman


"Waalaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh, eh arman kamu ada di sini" kata Revan


"iya tadi aku cari kamu di kelas gak ada, terus aku tanya sama aldo katanya dia liat kamu jalan ke mushola" kata Arman yang duduk di samping Revan.


(Arman adalah sahabat ngaji Revan, dia dari kelas sebelah, dia anak pesantren dekat SMA tersebut)


"Ada apa ya cari aku?" tanya Revan menatap arman


"Kamu tadi di tanyain sama ustadz, katanya kok kamu gak masuk pesantren aja" kata Arman


(seketika Revan berdiri dan tersenyum pada arman)


"tuh kan setiap aku nanyain soal ini pasti kamu diem, kenapa sih van?" kata Arman


"Aku ke kelas dulu ya, assalamu'alaikum" kata revan pergi meninggalkan arman di mushola


"Waalaikumsalam" jawab arman


(kenapa sih revan selalu diem pas aku tanya kenapa dia gak masuk pesantren aja?) batin Arman


di perjalanan menuju kelas, revan terus terpikirkan akan ucapan Arman, dia ingin masuk pesantren tapi ada alasan pribadi yang ia selalu takutkan.


Hay semua!! menurut kalian apa ya alasan pribadi revan yang selalu ia takutkan jika Masuk pesantren??🤔 liat kelanjutannya ya😁like ya kalo suka dan komen donk🤭 kalo ada kata-kata yang salah Mohon maaf ya😅😂


thanks for you 😘❤🌹