Three Love Stories

Three Love Stories
2. Pertemuan l



suatu hari dihari senin yang indah, setelah upacara bendera, Anan melihat ada siswi cantik lewat dengan kedua temannya, siswi itu sedang menuju kelasnya dan anan terpesona dengan kecantikan siswi tersebut.


"Fin, Anan kenapa ya? kok kayak melongo?" tanya Revan.


"tau tuh, kesambet kali!" jawab Alfin


"enak aja lu bilang gue kesambet!!" balas Anan kesal


"terus kenapa?" tanya alfin


(Anan menunjuk ke arah cewek cantik itu)


"noh itu, dia cantik kan? kenalan yuk!" kata Anan semangat


"yaelah itu toh, eh ayuk itu cewek yang di samping nya juga cakep" kata Alfin


(Revan hanya terdiam dan mengikuti Anan dan Alfin)


~---~


(Di depan kelas)


Anan, Alfin dan Revan menghampiri cewek cantik itu yang akan masuk ke dalam kelas.


"hey cantik, kenalan yuk!" kata Anan tersenyum


(waaah gagahnya..) batin si cewek cantik.


"ouh oke" katanya cuek padahal dalam hatinya berbunga-bunga.


"kenalin gue Anan, ini Alfin dan dia Revan si cowok alim" ucap Anan.


"ya, gue chelsea, ini teman gue Nisa dan itu sahabat paling oke dia Amira anak sholehah" jawab chelsea.


setelah berkenalan Anan meminta nomor telponnya chelsea, alfin juga sama ia meminta nomor telfon dan Facebook nya Nisa.


Anan terus memandangi wajah chelsea yang cantik.


"Ada yang lagi jatuh cinta nih" batin Revan.


(Revan tersenyum melihat kelakuan Anan yang sedang caper pada chelsea)


"Re.. revan?" kata Amira gugup


"iya?" jawab Revan


"eh gak jadi" kata Amira malu


~---~


(Bel masuk pun berbunyi)


"see you later my love" kata Anan melambaikan tangan pada chelsea.


"my love? " batin Revan


Alfin hanya tertawa mendengar ucapan Anan.


"nape lo, gue salah ngomong ya?" kata Anan


"pikir aja sendiri" jawab Alfin yang berjalan menuju pintu kelas.


"semangat nan!" kata Revan yang menyusul langkah Alfin.


(Di kelas)


Kini di hari senin adalah pelajaran matematika sebagian murid ada yang mengeluh dan ada juga yang bersemangat.


"oke anak-anak, kerjakan soal matematika di halaman 55 dari nomor 1 sampai 30!" kata pak guru.


"buset pak banyak amat, ini soal esay semua pak!" protes Anan


"kalo ada yang protes bapak tambah soalnya jadi 50!" tegas pak guru


"sabar nan, entar saya bantu kok" kata Revan


ketika mengerjakan soal dari pak guru, seketika murid perempuan berteriak keras entah ada apa di sana.


"Aaaa...!! ada ulaaaar!! Aaaaa...!" teriak siswi perempuan


"pak ada ulet pak!" kata Alga


"woy itu uler bukan ulet!" balas Siska


pak guru pun cepat-cepat, mengambil tongkat untuk membunuh ular itu.


(Revan pun melihat ular tersebut)


"dih bagus banget ularnya, warna putih lagi, kan sayang kalo di bunuh" batin Revan


semua murid perempuan ketakutan, sebagian mereka ada yang kabur ke luar kelas.


"pak sebaiknya jangan di bunuh dulu, kita bisa kasih ular ini ke tempat penampungan ular nyasar dan juga warna ular ini bagus kan sayang kalo di bunuh" kata Revan


"ada benarnya juga" jawab pak guru


pak guru pun tidak jadi membunuh ular itu, ia mengambil sebuah wadah yang cukup besar untuk menampung ular tersebut.


maaf ya kalo ceritanya kurang bagus🙂 Author juga masih belajar nih😁😉 mohon maaf bila ada salah kata ya🙏😘❤