Three Love Stories

Three Love Stories
12. Ulang tahun Anan part 2



Mereka masih mencari keberadaan anan dan chelsea.


(di posisi chelsea)


"kenapa kita di sini nan, ayok kembali ke mereka" kata chelsea


"haaaah.. baiklah, padahal aku kan mau bersama kamu di hari lahir ku" kata anan


"heee... marah nih" kata chelsea tersenyum


mereka berjalan menuju tempat revan dan teman-temannya.


di perjalanan anan memetik bunga mawar dan memberinya pada chelsea, ia menyelipkan di telinga chelsea.


"aku mencintaimu chelsea" kata anan membisikkan ke telinga chelsea.


"iya.. gue tau kok" kata chelsea tertawa


"gue serius chelsea" kata anan


chelsea hanya terdiam menatap anan, mereka saling menatap satu sama lain.


(Di posisi alfin)


"mana sih si anan, di hari ulang tahunnya malah ilang" kata alfin


"sabar fin, mungkin dia lagi ke toko apa gitu kan bisa jadi, atau dia lagi ke toilet" kata arman


(Di posisi Amira)


mereka beristirahat dulu di dekat pohon.


"menurut kamu chelsea kemana ya" kata nisa


"hm.. kemana yaa.. masa sih dia pulang di hari ulang tahun anan" kata amira


mereka pun melanjutkan pencariannya.


(kembali ke posisi anan)


mereka masih saling memandang, seketika anan memegang pipi chelsea ia seperti akan menciumnya, wajah mereka semakin dekat.


namun tiba-tiba...


"hee... ternyata disini" kata revan muncul di tengah-tengah keromantisan mereka.


"hah Revan" kata chelsea menjauh dari anan


"Hihi" kata revan tertawa.


"pasti revan yang selalu ganggu gua kalo sama chelsea" batin anan kesal


amir pun datang ke tempat mereka bertiga.


"van, eh ada apa ini" kata amir


"aku nyamuk disini kak" kata revan


"loh kok nyamuk?" tanya amir


"yah mungkin kemunculan yang mendadak di tengah-tengah ketentraman" kata revan menatap anan


amir dan revan tertawa disana, melihat anan yang kesal.


"yaudah yuk kembali ke tempat" kata amir


"iya kak" kata chelsea


"yaudah sih nan, maafin saya karena datang di waktu yang gak tepat" kata revan


"terserah lu dah, males jawab gua" kata anan pergi meninggalkan revan.


(1 jam kemudian)


mereka sudah berkumpul lagi di satu tempat dan mereka memeriahkan hari lahirnya anan.


"nih nisa Aaaa..." kata alfin menyodorkan kue


nisa pun melahap kue dari suapan alfin.


"yang jomblo tutup mata deh" canda arman


"emang kenapa man" kata revan


seketika temannya alfin datang, dia di undang oleh anan.


"halo semua" kata arvan


"hey arvan, selamat datang" kata alfin


"sahabat mu fin" kata revan


"ya dia teman klub sastra ku" kata alfin


mereka bercanda tawa, sambil makan bersama.


"revan, kamu mau ini" kata amira menyodorkan satu piring manisan/permen


"eh boleh, Terima kasih" kata revan tersenyum.


amir melihat percakapan adiknya dengan revan, ia ikut tersenyum melihatnya.


"nih mau lolipop gak" kata anan


"gak! aku gak suka yang manis-manis, kalo ada yang pedes dong nan" kata chelsea


"hee... yang pedes, nih kerupuk setan buatan ibuku di rumah" kata anan


chelsea pun memakan kerupuk tersebut, tak di sangka kerupuk itu sangat enak walau pedesnya minta ampun.


"mau amira?" tawar chelsea


"eh nggak deh, aku gak suka pedas" kata amira


namun chelsea tetap memaksa amira agar memakan kerupuk pedas itu.


"sini saya saja yang makan" kata revan mengambil kerupuk itu.


"loh kok kamu van" kata chelsea


"perwakilan" kata revan dengan cepat hingga kurang jelas untuk di dengar.


"hah apa? lo bilang apa?" kata anan


"gak jadi udah ketelen, malah udah di cerna" canda revan.


semua yang ada di sana tertawa termasuk juga amir kakaknya amira.


(Hari sudah mulai malam tepatnya jam 21.40 mereka pulang ke rumahnya masing-masing.)


"sampai jumpa my love" teriak anan


"dadah anan ku" kata chelsea tertawa


alfin dan revan hanya melambaikan tangan pada nisa dan amira juga amir.


"van yakin kamu gak masuk pesantren" kata arman


"eh jam berapa ya, pulang dulu ya man, Assalamu'alaikum" kata revan mengalihkan topik bicara.


(masih sama saja revan) batin arman


arvan juga pamit pada alfin dan kedua teman kosannya.


(Di kosan)


mereka terlihat sangat bahagia, anan yang terus tersenyum sambil menatap bola basketnya sedangkan alfin memejamkan matanya sambil tersenyum memeluk buku pemberian nisa dan revan ia memandangi sorban yang pernah di kasih oleh amira ketika ia berbaikan dengan revan karena saat itu amira cemburu pada alyna, karena merasa ia ingin revan menyukainya ia memberikan sorban tersebut.


"chelsea kapan kita bisa dekat tanpa di ganggu" batin anan


"haaah.. nisaaa, andai kisah kita persis dengan buku yang pernah kita baca bersama" batin alfin


"aku siap menunggumu amira, kalo kita memang jodoh, pasti akan di persatukan oleh Allah" batin revan.


"selamat ultah anan" kata alfin dan revan bersamaan


"thanks kalian baik banget" kata anan


(mereka pun tertidur di jam 22.15 WIB)


(Bersambung)


maaf ya kalo episodenya gajelas atau garing-garing dan maaf bila ada kesalahan kata😂 (selamat membaca 😌☺❤)