
(pagi hari pun tiba)
terlihat Anan sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah padahal ini di hari minggu.
"kemana nan?" tanya revan
"sekolah" jawab anan singkat
"kamu masih marah nan" kata revan
"gak" jawab anan.
(haa.. sudah jelas di masih marah) batin revan.
"van aku juga ada acara, klub sastra harus kumpul" kata alfin.
"ouh oke, aku di kosan aja" kata revan
"yang bener sendirian" kata alfin
"eh fin, revan tuh bukan anak kecil, dia sudah dewasa!" kata anan yang berjalan keluar dari kamar kosan.
"iya.. iya.." kata alfin.
(Berangkatlah anan dan alfin ke sekolah)
di perjalanan seketika alfin bertemu dengan nisa yang sedang berbicara pada seseorang.
"halo nisa" kata alfin
"eh alfin, mau kemana?" tanya nisa
"ada urusan di sekolah, eh tumben kamu ngobrol sama arvan" kata alfin
"cuma papasan aja di jalan" kata arvan gugup
Alfin pun melanjutkan perjalanan menuju sekolah
"kok ada yang aneh ya sama arvan, gak biasanya di berbicara gitu, terus kenapa bisa papasan, dan kenapa sedekat itu dengan nisa" batin alfin
"nape lo fin, muka mu kok kek kusut kayak gak pernah di setrika" kata anan
"gak ada" jawab alfin datar
(Sesampainya di sekolah)
Anan dan alfin berpisah dan pergi ke klub nya masing-masing.
"hei alfin" sapa erik
"hai" jawab alfin dengan nada rendah
arvan pun datang menghampiri mereka.
"ayok kita mulai rapatnya" ucap lisa
(rapat pun di mulai)
(Disisi lain)
Anan sedang mencari kekasihnya yang ikut eskul basket.
"chelsea mana rin" tanya anan
"oh dia.. ada tuh di ruang olahraga, katanya lagi ngambil bola basket" jawab Ririn
anan pun menghampiri chelsea.
sesampainya di depan ruang olahraga, anan mendengar percakapan chelsea dengan seseorang.
"ku mohon chelsea, terima aku" kata seseorang itu yang ternyata anak dari eskul voli
"maaf Aril, tapi aku sudah punya pacar" kata chelsea
"siapa pacar mu hah? kenapa kau menerimanya!" kata aril
"aku pacarnya, ada urusan apa hah" kata anan.
"Anan, jadi kamu pacarnya chelsea" kata aril.
Anan hanya terdiam berdiri di depan aril.
"sudah aku tak ingin ada keributan" kata chelsea
"awas aja ya nan!" kata aril berjalan pergi.
(Di posisi alfin)
"Apa hubungan mu dengan nisa?" kata alfin
"kami hanya teman fin, lo gak usah curiga, gua tau lo pacarnya nisa kok" kata arvan.
"oke, aku percaya, karena kamu sahabat dari SMP" kata alfin.
Skip~---~
(rapat selesai)
Anan menyuruh alfin pulang duluan karena anan masih ada latihan untuk ikut lomba bola basket.
"fin kamu marah" kata arvan
"gak kok" kata alfin
arvan pun mengajak alfin ke toko Aksesoris untuk membeli sesuatu.
"beliin tuh buat nisa fin" kata arvan
"bener juga ya, aksesoris HP ini bagus juga" kata alfin
"benar-benar" kata arvan tersenyum.
"eh itu, kamu beli buat siapa" kata alfin
"adik? arvan punya adik? masa sih, lah iya kali, aku cuma gak tau aja" batin alfin
(Mereka pun berpisah di pertigaan)
Alfin berjalan menuju kosannya, sambil berjalan ia terus terpikirkan yang tidak-tidak.
dia berfikir sahabat terbaiknya menikungnya.
"masa sih, ah.. gak mungkin!" batin alfin.
di sana ia berpapasan dengan nisa.
"eh alfin, kita ketemu lagi" kata nisa
"iya nisa" jawab alfin.
alfin melihat ke kedua pergelangan tangan nisa, apakah gelangnya masih ada.
"syukurlah masih ada" kata alfin
"hah, apanya" kata nisa
"gak ada kok" kata alfin
"ih, kasih tau dong" kata nisa
"ssssttt... jadi rahasia aja" kata alfin tersenyum.
"aku kan penasaran" kata nisa
alfin pun menyerahkan aksesoris yang ia beli tadi.
"waaah Terima kasih alfin" kata nisa
alfin hanya tersenyum melihat wajah nisa yang imut.
"nisa, kok akhir-akhir ini kamu lama balas chat dari aku" kata alfin
"soalnya ada yang ngechat juga selain kamu" kata nisa
"tapi aku selalu ngechat ke kamu malam hari loh, kok ada juga yang sama, emang siapa" kata alfin
"dia sih ngechat cuma nanya kabar dan lagi apa terus nanya pelajaran juga, namanya arvan fin" kata nisa.
"Apa!!" batin alfin.
"kenapa fin" kata nisa
"gak ada" kata alfin singkat dengan nada rendah.
sepanjang jalan Alfin terus diam, nisa bertanya pun alfin hanya menjawab singkat.
"sampai di sini dulu, dah.. " kata alfin cuek
"alfin kenapa ya?" batin nisa
(Di kosan)
Alfin masuk dengan perasaan campur aduk.
"kenapa fin?" tanya revan yang sedang membaca buku
alfin tak menjawab pertanyaan revan, ia pergi menuju kamar mandi.
"aduh kenapa si alfin" batin revan.
(15 menit kemudian anan pulang dari sekolah)
revan langsung menceritakan pada anan tentang alfin yang tiba-tiba menjadi dingin dan cuek sikapnya.
"Kenapa ya si alfin, tumben dia jadi cuek" kata anan
(1 jam berlalu alfin masih di dalam kamar mandi)
"lama banget sih alfin, ngapain" kata anan kesal
"bener juga, biasanya dia mandi cepet, gak sampe 1 jam" kata revan
Anan pun mengetuk pintu kamar mandi itu, seketika alfin pun keluar dengan mata yang sedikit merah.
"kamu nangis fin" kata revan
"gak kok" kata alfin
"terus mata lo, kok merah" kata anan
"kemasukkan air" kata alfin yang berjalan menuju meja belajar.
Alfin duduk sambil memandang buku pemberian nisa.
"gak aku harus berfikir positif, gak mungkin arvan menyukai nisa, aku jangan cemburu, aku yakin arvan gak akan nikung temannya sendiri, udah biasa bagi teman menanyakan kabarkan" batin alfin
alfin pun mengirim pesan pada nisa, namun hanya centang dua abu-abu saja yang terlihat.
"mungkin dia sibuk" batin alfin
revan melihat alfin yang menutupi kesedihannya.
"sepertinya hubunganmu sedang di uji, semoga kamu bisa menghadapinya dengan sabar" batin revan
"aduh kasian, kayaknya ada masalah di hubungannya dengan nisa" batin anan sedih
{_/}
( v _v)
/>❤
(Bersambung)