
" emm..." terdengar suara seojun.
seketika hawa-hawa sunyi di antara Arya dan Ayra sudah berakhir, di iringi dengan kembali nya seojun dan yang lain nya.
Ayra "em..dah puas lihat anak kucing nya ! "
" iya.." jawab Rara.
" ku lihat dari tadi kalian berdua diam-diam Baek aja.... ada apa? " tutur si seojun.
Ayra pun merasa bingung harus menjawab apa. Karena ya..sejak tadi mereka berdua belum ada saling berbicara satu sama lain.
Arya yang melihat Ayra merasa ke bingung, langsung menjawab pertanyaan dari sahabat nya itu. " em, siapa yang diam-diam saja. Aku gak merasa tu " jawab Arya sambil melihat Ayra.
Raisya pun ikut bicara " jangan bohong. Kami sudah lihat dari tadi kalian berdua tidak saling berbicara, selain itu aku merasa dari awal berangkat sampai sekarang seperti ada yang aneh dengan kalian. Apa kalian berdua lagi marahan? "
" Enggak kok, siapa yang marahan! Aku hanya lagi males aja ngomong tadi π " jawab Ayra.
Arya pun ikut menyambung " Ia, gak ada yang marahan. Hanya saja tadi.. tadi aku lagi mikirin ujian masuk...mas..masuk universitas "
" ujian masuk universitas π€¨.... emang kau dah tahu ingin masuk jurusan apa Bro?? " seojun.
Jawab Arya " Belum sih.. hanya saja kedua orang tua ku ingin aku mengambil jurusan manajemen agar bisa melanjutkan bisnis keluarga ku. Padahal aku kurang menyukai nya" dengan nada kurang senang.
" jadi kau di paksa ambil jurusan yang gak kau minatin? " tanya Rara.
Arya pun hanya mengangguk kan kepalanya dua kali.
" Bro, jika kau tidak menyukai jurusan nya yah.. tinggal katakan saja sama orang tua mu. Ngapain harus memaksa kan masuk jurusan yang tidak kau sukai! " tutur si seojun.
" kau..uhhπ...kau ini lagi kasih saran apa sih!! mau membuat ku di omelin !?? " tanya nya.
" loh kok kau bicara gitu! kan saran yang di kasih seojun ada benarnya juga. Gak mungkin kita harus memaksa kan apa yang tidak kita sukai. malah harus sebaliknya." potong Rara.
Ayra tahu alasan kenapa Arya mengatakan itu. Bagaimana pun mereka sudah mengenal lebih lama dari Rara, begitu juga seojun. hanya saja Ayra merasa bahwa si seojun ini benar-benar lupa atau pura-pura gak ingat.
sedangkan di sisi lain, seojun merasa senang karena Rara mendukung dirinya dengan di iringi senyum tipis di bibir seojun. Saat Ayra melihat seojun tersenyum, ia menyadari bah sahabat nya yang satu ini sudah lupa akan dunia π.
Di pikiran nya hanya ada Rara saja, hingga sepertinya ia lupa bagaimana sikap kedua orang tua Arya mendidik anaknya.
" Aawww...." jeritan seojun.
" kau ke napa! " tanya Rara.
Di saat yang bersamaan Ayra melihat serius dirinya, seakan memberikan isyarat.
" Gak....gak papaa. Tadi kaki ku..keram...ya keram saja π " jawab nya.
Rara pun percaya dengan omongan bohong si seojun. Ayra kembali menatap seojun seakan sedang berbicara lewat kontak mata mereka.
Tanpa mereka sadari Raisya kembali dengan sifat curiga nya, dan terus memperhatikan Ayra dan seojun.
Tidak berapa lama seojun baru mengerti dan ingat akan orang tua Arya. Diri nya merasa bersalah, dan bertaka " Itu... jika kau gak mau bilang ke orang tua ya sudah. Lagian apa salahnya jika ambil jurusan yang tidak kita sukai. selagi itu dapat meng hasilkan uang ya.. tidak masalah kan!π" seojun.
Ayra pun juga menyambung perkataan seojun "Ia aku juga setuju apa yang dikatakan seojun. Benar kan?? " tanya Ayra ke para sahabat nya itu.
" Terserah pendapat kalian masing-masing saja deh " Rara.
" Aku setuju sama Rara " tutur Raisya.
mendengar apa yang di katakan Rara dan Raisya membuat dirinya dan seojun merasa lega. Apalagi seojun jadi ia tidak akan terlalu merasa bersalah kali ke Arya.
*
Arya pun bahagia dengan apa yang di lakukan seojun juga Ayra. Dirinya bersyukur bahwa mereka berdua tidak memberitahu kan tentang kondisi keluarga nya yang sudah ia alami sejak lama. Baginya, hal ini jangan sampai di ketahui oleh sahabat nya yang lain. Cukup mereka berdua saja.
Ya, sebenarnya Ayra dan seojun pun tidak sengaja mengetahui hal tersebut. Awalnya saat mereka berdua tahu, mereka sungguh sangat terkejut. Dan Arya juga sempat marah karena mereka mengetahui hal itu. Tapi Ayra juga seojun meyakinkan bahwa akan baik-baik saja.
*
Saat keduanya sudah merasa lega, dan Raisya yang tukang kepo ini pun tidak mau mengetahui apa yang ayra dan seojun isyarat kan. Dia sadar bahwa ini bukan hal yang harus ia ketahui. Hanya saja rasa penasaran tentang canggung nya Arya dan Ayra pun masih belum lepas dalam pikirannya. Ia masih merasa kepo dengan hal tersebut. jadi
" oke..aku jujur. Aku gak merasa lagi bertengkar dengan nya, hanya saja sedikit marah" jawab Ayra.
" oh.. jadi benar kalia lagi marahan! " tutur seojun.
Rara " kenapa kau marah ke Arya? "
Sambung Raisya " dugaan ku benar kan. Oke, sekarang katakan ke kami. Mana tahu kami bisa bantu masalah kalian...."
" Aku gak tahu salah ku di mana. Kemarin saat sampai rumah awalnya baik-baik saja, Eh... gak tahu nya tiba-tiba dia marah sama ku" Ayra.
" aku gak marah sama mu..." Arya gak terima dengan apa yang ayra katakan.
Ayra pun membalas kembali " Gak marah!!! jelas-jelas kau kemari pergi dengan wajah yang gak mengenakkan. Selain itu sejak awal berangkat hingga sekarang baru kau mau bicara dengan ku... itu yang kau bilang tidak sedang lagi marah?? "
" itu.. itu kau sendiri yang gak mau bicara sama ku ! " jawaban Arya.
" gimana aku mau bicara sama mu HAH...!! setiap aku ingin bicara kau seakan akan sedang menghindari ku. Jadi gimana aku mau bicara?? " Ayra pun juga tidak terima dengan Arya hingga dia berbicara dengan nada keras.
Para sahabat nya hanya bisa diam sesaat mendengar perkataan Ayra tadi. Begitu juga dengan Arya, ia tidak menyangka dengan sikap nya ke ayra hari ini dapat membuat Ayra begitu marah ke diri nya. Ia akhirnya sadar ternyata dirinya egois jika mengenai hal-hal tentang ayra. Hingga dapat terjadi hal seperti ini, diri nya merasa sedikit bersalah.
" sudah lah Ay, tenangkan diri mu " Rara.
" Bagaimana aku bisa tenang dengan sikap marah nya yang gak jelas itu Ra..."
Rara pun bingung harus berkata apa lagi untuk menenangkan Ayra. Akhirnya Raisya kembali akat suara " uh... jadi gini masalah nya. Arya aku ingin tanya sama mu, kau kenapa marah dengan Ayra? Aku tahu kau gak bisa marah ke dirinya, tapi kok kau sekarang bersikap gitu ke ayra!! "
" ia Bro. Jika ada masalah mendingan di bicarakan baik-baik. Apalagi ini Ayra loh, sahabat kita dari kecil masak ia harus marahan..." tutur seojun.
" Aku..Aku salah. Maaf Ay, aku yang salah. Gak seharusnya aku bersikap seperti itu ke kau" Arya.
Ayra menjawab " Aku terima permintaan maaf mu, hanya saja gak semudah itu selesai dengan maaf. Yang aku inginkan penjelasan mu! kenapa kau marah kepada ku Ar? katakan biar aku tahu!!"
"Aku minta maaf Ay. Juga aku minta maaf karena gak akan menjawab pertanyaan mu." Arya.
" Tapi kenapa? harusnya kau kasih penjelasan, terutama ke Ayra. Bagaimana pun dia harus tahu apa yang menyebabkan mu marah kepada nya, agar dia bisa mengoreksi diri. Bukan malah diam saja!" tutur Raisya.
Arya tidak ingin mereka tahu bahwa sebab kemarahan nya kemarin di karenakan cemburu. Padahal para sahabat nya juga Ayra sudah menunggu untuk jawab dari Arya.
Eh malah Arya nya " sudah lah, aku gak mau menjelaskan nya. Dan aku harap kau masih mau memaafkan ku Ayra."
Arya pun pergi meninggalkan mereka semua tanpa penjelasan apapun. Ayra semakin ingin tahu apa yang membuat Arya marah ke dirinya. Begitu juga dengan para sahabat nya.
" Eh, malah pergi π. Ya sudah aku susul Arya dulu ya, sekalian aku tanya baik-baik ke dia permasalahan nya! " unjar seojun.
"Ia, lebih baik kau kejar dia. mana tahu kalau sesama laki-laki lebih terbuka nanti." jawab Rara.
" Em..benar. Cepat kau kejar, biar kami di sini dengan Ayra" tutur Raisya.
seojun " Em..aku titip Ayra Sama kalian"
" ia ia...bawel kau Jun. Kami pasti jaga Ayra dengan baik, mendingan cepat kau kejar tu Arya selak hilang jejak nya" unjar Raisya dengan nada sebal ke seojun.
Akhirnya seojun mengejar Arya. Sedangkan Ayra di temani dengan kedua sahabat nya itu. Raisya dan Rara mencoba menghibur Ayra. Sedangkan di sisi lain Arya masih berjalan dengan cepat di susul oleh seojun.
" Ar.. Arya, tunggu aku! " suara seojun yang sedang memanggil Arya. Tapi Arya tidak menghiraukan nya, ia tetap berjalan bahkan lebih cepat dari sebelumnya.
Apakah seojun berhasil berbicara dengan Arya??
Tunggu kelanjutannya di episode berikutnya π
BERSAMBUNG.....
Assalamualaikum
saya harap cerita ini dapat menarik bagi Anda semua ya πbaik bagi para pembaca maupun author lain nya βΊοΈ juga jangan lupa berikan komen, like, vote, dan Tip yaππ dan jangan lupa untuk terus mengikuti ceritanya πβΊοΈπ
SELAMAT MENIKMATI πβΊοΈ