This Is My Story To The Afterlife

This Is My Story To The Afterlife
Plot 3^Apa yang sebenarnya terjadi??



" Kenalkan, Aydin ini adalah sepupu ku. Dan Aydin, mereka semua adalah sahabat ku. " Arya mengatakan nya dengan senyuman di wajahnya.


" Apa?? kau percanda kan Ar !!! " aku sungguh-sungguh tidak menyangka dengan apa yang Arya katakan barusan. Bahkan yang lain pun pasti terkejut atas apa yang arya katakan.


" Apa yang dikatakan Arya benar, aku adalah sepupu nya πŸ™‚. " Aydin pun ikut menjelaskan hubungan mereka.


Awalnya kami masih ragu, dan akhirnya aku langsung menelpon paman Alex. Setelah aku menelpon paman Alex, dan bertanya kepada paman. Akhirnya paman mau untuk menjelaskan nya. Dan pada akhirnya aku pun percaya jika mereka adalah sepupu.


" Eem.. Iya paman. Makasih sudah mau menjelaskan nya. Kalau gitu Ay tutup telponnya ya!!! " tutur ku di telpon.


" *I*ya, sama-sama ayra. Dan semoga ayra dan yang lainnya mau menjadi teman Aydin ya! Dan paman titip keponakan paman itu? " tutur paman Alex.


Ya aku hanya berkata " iya paman. Paman tenang saja πŸ™‚ " jawab ku.


padahal batin ku " paman-paman, harus nya dia yang jaga ayra. Bukan ayra yang jaga dia πŸ˜”...mana ada cewek yang jagain cowok !! kecuali sepasang kekasih. Hadeeh....πŸ˜“"


Paman pun menutup telepon ku. Akhirnya aku memberikan isyarat pada yang lain, bahwa mereka tidak sedang berbohong. Akhirnya kami semua percaya. Mereka berdua masih saja tersenyum dengan menatap kami.


#


Oh..ya aku lupa, sorry ya. Aku belum menjelaskan paman Alex itu siapa?πŸ˜…πŸ˜


Paman Alex adalah ayah nya Arya dan sekaligus paman nya Aydin, juga sudah ku anggap seperti paman ku sendiri, begitu juga dengan seojun.


Ayah dan Bunda arya adalah teman dari ibu dan ayah ku. Mereka dulunya satu universitas di new York. Dulu sebelum aku bertemu dengan keluarga nya Arya, aku dan kakakku sering mendengar cerita tentang mereka. Bukan hanya itu kami di beri tahu foto keluarga mereka oleh ayah. Dalam foto itu Arya adalah anak laki-laki yang tampan dan bagi ku dia itu imut πŸ˜‹. Entah apa pendapat kakak perempuan ku tentang foto itu....


Saat aku pertama kali bertemu Arya saat itu dalam kondisi yang tidak mengenakkan. Jika di ingat-ingat sungguh sangat memalukan πŸ˜” bisa-bisa nya aku kentut di saat pertemuan pertama dengan Arya 😞 sungguh memalukan πŸ˜–. Kalau bisa, aku ingin mengulang kembali kejadian itu dan memperbaiki situasi nya.


Saat itu untung situasi nya hanya ada aku dan Arya. Jika seandainya aku kentut pas di depan kedua keluarga, hu.... pasti aku gak punya muka lagi untuk ketemu mereka semuaπŸ˜†πŸ˜‚πŸ˜‚ dan membuat malu kedua orang tua ku.


Tapi sayang, saat itu kakak perempuan ku gak bisa ikut. Aku tidak tahu kenapa dia gak pergi sama kami saat itu. Padahal katanya dia ingin melihat wajah aslinya Arya. Sampai saat ini pun kakak ku belum pernah bertemu dengan Arya dan keluarga nya.


Aku sempat berpikir ada yang aneh dengan kakak ku. Dan kedua orang tua ku seperti menyimpan rahasia dari ku. Aku pernah bertanya tapi mereka tidak pernah memberi tahu ku. Sampai pada saat dua setengah tahun lalu, aku baru tahu kenyataan yang mereka sembunyikan dari ku.


Pada saat itu aku tidak pernah bertanya lagi dan kakak perempuan ku langsung di kirim ke luar negeri oleh kedua orang tua ku. Karena kejadian itu kedua orang tua ku menjadi sibuk dan jarang pulang. Bahkan aku saja susah untuk bertemu mereka. Aku pernah berfikir jika di perboleh kan jika bisa di gantikan, biarlah aku saja yang ada di posisi kakak ku πŸ˜„.


Ehh...maaf ya, aku malah terlalu banyak cerita. Padahal kan, aku hanya mau memperkenalkan paman Alex...ehh malah ke bablasanπŸ˜…πŸ˜‚


Baiklah kita kembali ke awal πŸ˜‰.


#


" Bagaimana! apa kamu sudah puas? " tanya Aydin ke diri ku.


Aydin pun bicara lagi " iye..? sampel kali jawaban mu...."


" terus kau mau nya aku jawab pertanyaan mu bagaimana! " jawaban ku.


" yah..... sebenarnya terserah mu sih πŸ€” mau gimana jawab nya.... lagian gak ada untungnya juga buat ku " tutur nya.


" itu kau tahu, jangan buat aku pusing lah. Okeh...aku mau balik ke kelas, kalian mau ikut gak? " tanya ku.


Raisya " aku ikut dengan mu Ay...."


Dessy " aku juga lah Ay..... masih ada tugas kelas yang belum aku selesai kan πŸ˜„ "


" Ra... ikut gak?🀨 " tanyaku ke Rara.


" aku...aku...." Rara menjawab ku dengan keraguan di nada bicaranya dan wajah nya.


" Ayra, kalian diluan saja ke kelas. Aku nanti nyusul dengan Arya dan Aydin " tutur seojun.


Saat seojun berbicara seperti itu aku seperti nya tahu, jika ia gak ingin rara terus memperhatikan Aydin. Ia sih, awalnya aku gak sadar jika Rara memerhatikan Aydin terus. Aku terlalu memikirkan hal lain.


Akhirnya Aku, Raisya, Dessy mengajak Rara pergi dari tempat itu. Awalnya Rara masih ragu untuk ikut, tapi kami tetap memaksa anak ini. Aku jadi penasaran sebenarnya Aydin ini pakai apa sih πŸ€” hingga para wanita pada menyukai nya. Apa dia pakai pelet ya πŸ˜‚πŸ˜‚.


Sedangkan seojun tetap bersama mereka. Setelah aku pergi dengan para wanita ini. Aku penasaran apa yang mereka lakukan. Tapi saat berjalan pergi tadi aku melihat kalau seojun berbicara dengan Arya dan Aydin dengan wajah yang serius. Seakan-akan ia bertanya ke mereka.


" kira-kira apa yang seojun bicara kan ya? dia jarang seserius itu πŸ™! " batin ku selama perjalanan menuju kelas.


" sudahlah nanti ku tanyakan saja saat di kelas" geremeng ku.


Di sisi lain, seojun seperti sedang menunggu jawaban dari sahabat nya itu (Arya).


BERSAMBUNG....


Kira-kira apa yang mereka bicarakan kan ya πŸ€”


Saksikan di episode selanjutnya 😊


Semoga cerita ini membuat anda puas ya, dan tetap terus untuk membaca novel saya πŸ’


jangan lupa untuk komen dan like ya 😁 jika mau kasih saran juga boleh... terimakasih... selamat menikmati πŸ™β˜ΊοΈ