
Keesokan harinya...
Pagi yang indah, suasana udara pagi hari ini sangat sejuk. Seperti biasa para sahabat itu pergi ke sekolah bersama.
Keadaan sekolah seperti biasa, mereka bermain bersama. Hanya saja Arya masih belum berbicara dengan Ayra. Ya, suasananya jadi sedikit tidak mengenakkan. kedua nya merasa sedikit canggung. Tidak ada yang mau mulai untuk berbicara diluan.
Tidak ada yang mau kualifikasi permasalahan nya. Saat itu mereka semua sedang ada di taman belakang sekolah hanya saja tidak ada Aydin. Saat mereka sedang berbicara hal-hal lucu, tiba-tiba Seojun mengajak mereka untuk melihat sesuatu di dekat bunga. Seojun ingin menunjukkan anak kucing yang lucu & comel dengan bulu putih campuran yang halus dan mata belok berwarna biru laut, tapi hanya Rara dan Raisya yang datang untuk melihat anak kucing itu.
Sedangkan Ayra dan Arya mereka masih duduk di sana tanpa saling berbicara satu sama lain. Sesaat Raisya melihat mereka berdua, dan merasa ada yang aneh dengan sahabat nya itu.
Di sisi lain dengan adanya kecanggungan di antara mereka berdua, sahabat mereka pun menyadari hal itu. Mereka semua penasaran apa yang sebenarnya terjadi diantara Arya dan Ayra.
Tidak lama kemudian si Aydin pun datang menghampiri seojun dan yang lain nya. Saat mereka penasaran, pas banget Aydin datang.
Jadi mereka tidak bertanya langsung ke Ayra maupun Arya, melainkan merupakan bertanya kepada Aydin.
Seojun "hei...ada apa dengan mereka berdua?" tanya nya ke Aydin yang sedang ada di samping diri nya itu.
Aydin " kau bertanya kepada ku? "
seojun " ialah, masa' ia aku tanya sama rumput!" tutur nya.
"Entah.." jawab Aydin dengan singkat
"Alah...kau pasti tahu sesuatu kan? sudah lah, kata kan saja dengan jujur" tutur Raisya
Aydin pun menjawab nya " untuk apa aku berbohong pada kalian 😁" tutur nya, padahal sebenarnya memang dirinya sedang berbohong 😒
Seojun masih belum puas dengan apa yang dikatakan oleh Aydin.
seojun " Aku masih tidak percaya, kau sebenarnya tahu sesuatu kan yang bikin mereka berdua seperti itu. Soalnya kemarin seperti nya mereka baik-baik saja, pasti ada sesuatu yang terjadi kemarin!! " kembali pertanyaan yang dilontarkan seojun ke Aydin.
Rara pun ikut berbicara dan memotong pembicaraan mereka " Sudah lah... kenapa kalian tidak mempercayai apa yang dikatakan Aydin. Jika Aydin bilang kalau dia tidak tahu ya, berarti memang dia tidak tahu "
Seojun pun kaget karena Rara membela Aydin. Dirinya sedikit kecewa karena orang yang ia cintai berpihak ke pada laki-laki lain. Ya, Rara sebenarnya sudah di buta kan dengan perasaan nya itu. Sehingga dia tidak bisa melihat kebohongan yang telah Aydin kata kan.
Saat Raisya ingin berbicara ke Rara, seojun pun langsung menghentikan dirinya dengan menepuk bahu Raisya. Ia tahu jika Raisya akan sedikit berbicara kasar ke Rara. Ia tidak mau menambah keadaan ini menjadi lebih buruk.
Raisya yang sadar akan hal tersebut pun tidak jadi berbicara dan ia kembali diam dengan wajah sedikit kesal. Sedangkan si Aydin berkata lagi ke mereka " jika kalian ingin mengetahui mengapa mereka seperti itu, lebih baik langsung tanya kan saja ke Ayra atau Arya. Mengapa harus bertanya kepada ku " tutur Aydin kembali.
Raisya menjawab " Baiklah-baiklah. kita akan langsung bertanya ke mereka "
"oke, kalau memang lebih baik begitu. Ayo sekarang kita menemui mereka " seojun.
Saat seojun dan yang lainnya sudah memutuskan itu, Aydin pun kembali berkata.
" kalian saja lah yang bertanya. Aku mau ke perpustakaan dulu "
Raisya yang saat itu memang sudah sedikit kesel mangkin kesel setelah mendengar kan ucapan dari Aydin. Dan berkata " 😤😔ya sudah lah, jika kau gak mau ikut gak masalah. Lagian kan kau bukan lah sahabat kami, kau hanya lah orang asing yang baru datang kemarin hari...,Eh.. salah ya!!oh ya kau kan sepupunya Arya!" kata-kata kasar yang keluar dari Raisya.
"Ayo pergi....." unjar kembali Raisya.
Raisya pun pergi menuju kedua sahabatnya nya itu. Seojun mengikuti Raisya sambil mengajak Rara. Sebenarnya Rara berat hati untuk meninggalkan Aydin begitu saja setelah apa yang Raisya kata kan tadi. Ia menyadari apa yang Raisya kata kan memang sedikit keterlaluan.
Tapi diri nya tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi Rara pergi menyusul seojun dan Raisya.
Di sisi lain Aydin memang sedikit tersinggung dengan apa yang barusan Raisya kata kan ke diri nya. Aydin pun menyadari bahwa dirinya masih belum diterima sepenuhnya oleh mereka.
Tapi walaupun begitu, Aydin mengerti bahwa Raisya sangat menyayangi sahabat nya. Hingga dapat berkata kasar seperti itu. Aydin pun tidak mau memperkeruh keadaan, mangkanya tadi ia hanya diam dan tidak berkata satu katapun.
Karena ia juga bersalah telah berbohong ke mereka. Selain itu Aydin juga merasa bersalah karena ia menyadari bahwa alasan Ayra dan Arya saat ini sedikit selg adalah dirinya. Jadi Aydin belum siap untuk bertemu Ayra.
Kemudian Aydin pun akhirnya menuju perpustakaan, karena baginya itu adalah tempat yang paling nyaman.
Sedangkan di posisi lain...
Arya masih memikirkan hal tadi malam.
Dengan apa yang di katakan oleh Aydin tadi malam, Arya masih bimbang. Di tidak ingin dirinya dan sepupunya itu bertengkar hanya karena merebutkan seorang wanita. Apalagi perempuan itu adalah sahabat kecil nya.
Tapi ia juga tidak bisa memungkiri perasaannya itu 🙃
BERSAMBUNG......
Mohon maaf jika cerita nya kurang mendalami.
mohon like, vote juga komen dari pembaca dan author lain nya 🙏😄 tetap ikut ceritanya ya 😁 terimakasih dan selamat menikmati 🐥