
Masih menatap satu sama lain.
" permisi, ini pesanannya " suara dari seorang perempuan terdengan dengan nada ramah.
Aydin " Oh, iya terimakasih " dengan sedikit senyum di bibirnya.
" Ya ampun, senyuman lelaki ini manis sekali... " gumam si pelayan wanita tersebut.
Setelah pelayan itu pergi menjauh...
" Katakan! " tutur nya tanpa basa-basi.
Aydin yang mendengar itu berkata " Apa maksud mu?aku gak ngerti..." lalu ia meminum minuman yang ada di meja itu.
" S**udah lah jangan basa-basi, langsung ke intinya. Pasti ada yang ingin kau katakan ! " jawaban Arya tegas.
Aydin meletakkan kembali gelar yang ada di tangan nya ke meja. Ia melihat sepupunya sesaat lalu berkata " Ayo lah, jangan terburu-buru. Kita minum dulu ya! baru aku katakan "
Arya " Sudah lah cepat, aku gak ada waktu untuk mu "
" Sudah ku katakan minum-minuman mu dulu baru ku beritahu. Ayo cepat, selak dingin Teh mu. " unjar Aydin.
Aydin pun kembali meminum minuman nya yang sudah di pesan nya itu, begitu juga dengan Arya. Ia tahu jika Aydin sudah berkata iya maka hasilnya "iya" begitu juga sebaliknya.
Saat menikmati minuman tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka berdua. Hanya ada kesunyian.
Sesaat kemudian....
Aydin pun buka suara
" Kau..Ah.." sambil mengembung napas, dan melanjutkan.." kau seharusnya jangan begini ! " unjar Aydin sambil meletakkan minuman nya ke meja.
Arya yang sedang meminum minuman nya langsung seketika berhenti. Ia melihat Aydin dengan wajah seakan bertanya " Apa? "
Aydin yang paham dengan ekspresi wajah sepupunya itu kembali berkata " kau menyukainya tapi mengapa kau menghindari nya sekarang? apa kau tidak menyukai nya lagi !! " tutur nya.
" Kau.. ah sudahlah untuk apa kau bicarakan ini. itu bukan urusan mu " jawab Arya dengan acuh.
" Ar, aku tahu kau suka Ayra aku mengerti. Karena aku juga menyukai nya. Jika kau benar-benar mencintai Ayra maka perjuangkan cinta mu. " Aydin.
Arya hanya terdiam mendengar omongan dari sepupunya itu. Ia bingung harus menjawab apa.
Aydin pun kembali berkata " Dengar kan aku kali ini, aku menyukai Ayra dengan tulus tapi aku juga belum nyakin. Jadi aku akan mencari tahu dan memperjuangkannya walau aku harus bersaing dengan mu. Aku berharap kau juga Ar!! jika kau benar-benar menyukai nya dengan hatimu maka perjuangkan dia Ar.."
Arya sedikit kaget dengan apa yang di katakan sepupunya itu. Lalu "Aku..., bagaimana mungkin?apa yang kau katakan?? " Arya.
" Sudah lah, aku ini sepupu mu. Aku juga pria, jadi aku tahu. Jika nanti aku sudah yakin aku tidak masalah bersaing dengan mu untuk mendapatkan hati nya, asalkan kita bersaing dengan adil bagaimana? " tutur Aydin kembali.
" Ah.. baiklah aku memang menyukai nya, tapi kami tidak mungkin bisa bersama " jawab Arya.
" Kenapa? kan sudah ku...." sebelum Aydin menyelesaikan kata-katanya, Arya kembali bicara.
" Ini bukan hanya karena mu Din, tapi juga ortu ku. Aku pernah berjanji pada mereka kalau aku tidak akan pernah menyukai Ayra apalagi bersama dengannya." jawab Arya dengan tegas.
" Apa maksudmu! bagaimana mungkin Tante dan Om meminta mu untuk berjanji hal yang konyol seperti itu? oohh, tidak bahkan lebih konyol kau Ar. kau meng iya kan itu...? " seketika ekspresi Aydin berubah.
" Saat itu aku tidak tahu kalau aku akan menyukai Ayra, jadi aku berjanji kepada mereka. Hingga aku baru menyadari bahwa aku menyukai nya. " Arya.
" *Itulah kau pakai janji segalak. Tapi mengapa Om juga Tante meminta mu untuk berjanji hal yang konyol begitu* !! " ujar Aydin kembali
" Bholla(Entah)... " jawab nya dengan singkat.
jangankan Aydin, Arya saja yang putra mereka masih bingung dengan kedua orang tuanya itu.
" Ah, terserah mu lah gimana. Yang penting aku cuman mau bilang jangan abaikan Ayra karena perasaan mu itu, jika kau mau dia menjadi milik mu maka kerjalah. Gak usah perduli kan aku sepupu mu ini, yang penting kau dan aku bersaing adil. Dan soal Om dan Tante coba kau tanya kembali ke mereka. " Aydin.
Aydin yang mendengar dan melihat ekspresi dari sepupunya itu hanya bisa tersenyum dan berkata " Ah sudah lah, aku harus ke toko buku dulu. Gara-gara kau ni aku jadi buang-buang waktu " Aydin berkata dengan wajah acuh ke Arya.
" Eh, kau yang buang-buang waktu ku di tempat ini..."
Arya yang tidak terima dengan ucapan sepupunya itu membalasnya.
" Ah sudahlah aku gak mau berdebat dengan mu di sini. Kau pastikan, bahwa kau menghubungi Ayra dan minta maaf kepada nya. Oke aku pergi dulu, Bye bye..."
Aydin pun berjalan pergi menuju tempat pembayaran, terlihat bahwa dia mengobrol dengan orang kasir tersebut. Tidak lama kemudian dia melihat Arya kembali dan tersenyum kepadanya, lalu berjalan pergi meninggalkan Cafe tersebut.
" Ah, dasar Aydin..." Arya tersenyum saat menyebut nama sepupunya itu.
Sejak kecil Aydin sudah seperti itu, dirinya tahu. Dan kali ini Aydin pun juga seperti dulu. Arya bersyukur karena Aydin tetap tidak berubah. Dia berharap untuk kebahagiaan Aydin juga dirinya sendiri.
Arya pun bangkit dari tempat duduknya itu dan berjalan menuju pintu keluar sembari melewati Kasir. Tapi ketika dia mau keluar dari restoran itu, dirinya di cegat oleh tukang kasir yang berbicara dengan Aydin tadi.
Dan berkata " Eh Anda...maaf, pria tadi bilang anda sepupunya apa benar? " tanya penjaga kasir.
Arya pun melihat di sekeliling nya, lalu
" Ah saya!! Em, iya, saya sepupunya. Kok anda bisa tahu? " unjar Arya dengan ekspresi kaget.
" Oh bagus, berarti tadi dia tidak berbohong. Begini, pria tadi berkata jika semua minuman yang ia pesan akan di bayar oleh anda dan ini total nya.." tukang kasir itu memberikan bon biaya tagihan mereka.
*
Ah, bagaimana bisa Aydin melakukan itu. Dia yang mengajak Arya untuk minum dan malah menyuruh nya untuk bayar???
Apakah itu yang namanya saudara!!
*
Arya yang awalnya cukup kaget teringat kembali dengan tagihan yang ada di tangannya.
" Oh iya bak, saya yang akan bayar " Arya mengeluarkan uang dari dompet Nya dan membayar tagihan tersebut. Setelah itu meninggalkan tempat itu.
" Terimakasih, selamat berkunjung kembali " pelayan tersebut berkata sambil tersenyum.
Bahkan di batin dalam hati nya " Kedua saudara itu memang tampan sekali beruntung sekali yang mendapatkan mereka..Uh... jadi iri"
sedangkan di sisi lain Arya juga batin dalam hatinya
" Seharusnya aku ingat jika ini akan terjadi. Aku suka dia tidak berubah Sama seperti dulu, tapi kalau yang ini sih...Ah.. lain kali aku minta dia ubah sikab nya yang satu ini dehπ" sambil melangkah pulang.
Aydin adalah anak yang baik dia juga pengertian karena itu sejak awal Arya tahu bahwa Aydin akan menyakinkan dirinya untuk mengejar Ayra. Makanya dia gak terlalu khawatir...
Ia sudah menunggu pembicaraan ini cukup lama. Hanya kalau masalah dengan orang tua nya itu di luar rencana nya.
Ya sebenarnya Arya sengaja melakukan ini semua. Tapi dia masih gak habis pikir kebiasaan Aydin yang seperti ini masih ada.
" Ah, sudah lah biar kan saja. Nanti sampai rumah baru ku kasih pelajaran anak itu. Sekarang telpon Ayra dulu..."
BERSAMBUNG.....
Mohon maaf jika ada kata yang tidak tepat.
mohon bantuannya juga dukungannya ππ
selamat menikmati jangan lupa like, komen, vote, dan ikuti kelanjutan ceritanya ya π
...mohon maaf karena belum ada lanjutannya lagi π...