This Is My Story To The Afterlife

This Is My Story To The Afterlife
plot^19



Arya pun merasa gelisah, hingga dirinya tidak sadar jika di panggil.


"Ar arya!...woi Ar ?!!"


"Aah..!" dia pun tersentak karena suara keras yang terdengar di telinga nya serta tangan seseorang yang menyentuh pundaknya.


"Eh, kau sedang melamun ya?"


Arya "Bisa gak, tak usah teriak-teriak di telinga orang!! sakit tau?" unjar nya dengan kesal.


"Siapa suruh orang lagi ngomong malah gak di dengarin.." tutur Raisya.


"Emang ngomong apaan? paling juga gak penting." balas nya.


Rara " Haah.., gak penting kata mu? jadi menurut mu kau di suruh menghadap kepala sekolah gak penting gitu! juga perkataan ku ini gak penting menurut mu!!?" dengan nada kesalnya serta mata yang melotot ke arah Arya.


Arya "Eh..!!" dengan ekspresi kaget di wajah tampan nya itu.


Untuk pertama kalinya Arya..bukan maksudnya Raisya, Dessy, dan seojun tercengang dengan sikap Rara yang tiba-tiba berubah 170Β° berbeda dari yang biasanya.


Rara "Ada apa dengan wajah kalian?kok kaya' gitu lihat aku?"


Mereka pun kompak menggelengkan kepala masing-masing. "Ee..h! kok malah kompak gitu?kelen kenapa sih!!kok kaya'orang kaget gitu??".


Yalah siapa yang gak kaget dengan kalimat dan ekspresi yang keluar dari mulut serta wajah nya Rara. Pasti mereka kagetlah, Apa lagi selama ini yang mereka tahu Rara itu orangnya paling kalem di antara mereka. Yah walaupun masih di antara mereka sih.. tapi tetap saja kan selama ini Rara tu di cap sebagai ;


...Orang yang kalem, anggun, gak banyak omong, gak pernah marah, bahkan sampai gak pernah lihat Rara marah malah terkadang mereka sampai ingin melihat nya marah di sertai kekesalan....


kemana sikap yang anggun itu!!


Rara" Hei.. hello! teman-teman?hei kok kalian ikut-ikutan juga sih gak dengerin aku??" dengan ekspresi kesel tetapi juga bingung karena melihat wajah sahabat nya itu.


"Wah! Daebak.. akhirnya" unjar seojun.


Rara "What??!"


" Akhirnya gak sia-sia aku berharap, terujud juga " di ikuti dengan perkataan Raisya yang gak bisa di mengerti oleh nya.


Arya "Jun.." sembari mengulurkan tangannya dan di sambut oleh tangan seojun, dan tersenyum lepas. Rara yang masih bingung hanya bisa melihat mereka yang bersikap aneh menurut nya.


"Hai! gak ada yang mau jelasin ke aku nih kenapa kalian bersikap aneh!!?"


"Puhf...Haa..ah..." Dessy pun yang tertawa kecil melihat Rara yang kebingungan jadi gak tega terhadap sahabat nya itu.


Dessy " Ra, gini Lo. Kau gak sadar apa?" tanya nya.


Rara "Apanya? jangan ngomong setengah-setengah gak jelas deh Des??" jawaban.


Dessy pun tersenyum lagi dan merangkul bahu sahabat nya itu lalu berkata " Ra..kan selama ini kau terkenal dengan Orang paling kalem di antara kami-kami ni, iya kan?"


Rara pun masih bingung, kenapa Dessy membahas itu lagi. " Iya aku tahu itu, bahkan kalian sampai berharap bisa melihat aku marah kan? tapi apa hubungannya, lagian itu gak akan terjadi." jawaban Nya sambil percaya diri.


"Iyah...eh tunggu...."


iya pun berpikir keras sembari melihat wajah para sahabatnya itu yang sedang melihat nya sambil tersenyum.


"masa' si Ra kami gak bisa lihat kau marah! Puhf..." Raisya.


"Ah.. tadi kan aku?..." sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Gak papaa kok Ra..gak usah malu gitu πŸ˜‚" tutur seojun sambil menggonda nya.


"Aah..."


Rara pun yang sadar akan perkataan nya dan perbuatannya barusan menjadi malu serta wajahnya menjadi sedikit kemerahan karena sangkin malunya.


Melihat wajah sahabat nya itu yang sedang malu mereka pun semakin tidak bisa menahan diri untuk tertawa "Wuuh... comelnya!" tutur Raisya.


"ii..ih...kalian ini kok malah ngeledek aku sih!" masih dengan ekspresi malu yang gak bisa di sembunyikan.


Seojun pun yang melihat gebetan nya itu jadi kasihan. " Ar noh sana kau kan di suruh hadap kepala sekolah. Cepet pergi nanti bapak tu nunggu ke lamaan loh?" .


"Oh ya, hampir lupa aku. yaudah lah aku pergi dulu" Arya pun yang paham dengan maksud seojun langsung mengalihkan pembicaraan.


" Ya ya sana cepat pergi " Raisya.


Arya " Suka kali ya kau ngusir orang?"


"Eem..." dengan Banga nya.


Arya pun mulai berjalan untuk menuju kantor kepala sekolah. " Ar kami tunggu di kursi siswa y!" unjar Seojun.


Arya hanya melambaikan tangannya sambil berjalan.


"Kenapa ya aku di panggil?" gumamnya.


BERSAMBUNG......


Assalamualaikum


hai semua... terimakasih sudah berkunjung dan membaca cerita saya ☺️ jangan lupa like, komen, vote, tip, dan tambahkan ke favorit kalian y!😁


...Mohon dukungannya...


...karena dukungan kalian bisa membuat saya semakin semangat dalam berkarya....


...sekali lagi mohon dukungannya dan terimakasih πŸ™...


semoga sehat selalu dan selamat menikmati πŸ™πŸ˜Š sekali lagi mohon dukungannya ya πŸ˜‰β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈπŸŒΉ