
Saat aku sudah cukup lama menunggu si seojun, akhirnya dia datang juga. Tapi...
" Jun.." tutur ku saat ia mulai menuju kursi nya. Awalnya kukira dia akan berhenti sejenak. Eh... malah bablas melewati ku π Baru pertama kali dia mengabaikan ku seperti ini?
Seojun pun duduk di tempat duduknya. Saat aku ingin memanggilnya lagi, malah pak guru bahasa sudah masuk kelas kami. Akhirnya aku tidak jadi memanggil seojun. Aku pun mengikuti pelajaran pada saat itu. " em.. nanti saja lah aku bicara pada nya " batin ku.
*
Waktu pun berjalan dengan cepat.
Sore pun telah tiba dan waktu nya kami semua pulang. Kami belajar di sekolah gak terlalu lama kok, masuk pagi pulang sore. Tapi jam 06.30 kami kembali ke sekolah. Yah, Kami belajar setiap hari nya di sekolah cuman 16 jam kok π. Kecuali hari Minggu, kami libur sekolah. Tapi terkadang saat hari Minggu tidak sedikit yang mempunyai kelas tambahan, seperti LES Pribadi contoh nya.
Hingga terkadang mereka bisa dalam sehari menghabiskan 18 sampai 20 jam perhari hanya untuk belajar. Seperti itu kehidupan kami sehari-hari. Bahkan di hari Minggu mereka tetap belajar. Terkadang aku merasa beruntung kedua orang tua ku sibuk dengan urusan mereka, hingga tidak meminta ku untuk terus belajar. Dan aku bisa melakukan apapun yang ku suka setelah selesai sekolah. Contoh bermain dengan para sahabat tersayang ku πππ.
Oh ya, hampir aku lupa. Kan tadi aku ingin bertanya pada seojun π aku malah keasikan sendiri cerita dengan kalian semua tentang waktu belajar di sekolah ku π€£π€£π€£ baiklah kita lanjutkan ke cerita awalπππ
**
Saat bel terakhir berbunyi, itu menandakan bahwa sekolah sudah usai untuk sore ini. Dan akan di lanjutkan lagi pada jam 06.30 WIB.
Kami pun segera bergegas membersihkan buku kami dan akan segera pulang. Awalnya aku ingin bertanya pada seojun, tapi sepertinya lebih baik jika aku bertanya langsung ke tersangka nya dulu π€
Jadi kami pun bergegas meninggalkan kelas, dan menunggu yang lain di pintu gerbang sekolah. " hai..." Dessy berkata sambil melambaikan tangan. Dan di belakang nya sedah ada Raisya, Rara dan Arya. Oh ya, tadi Aydin ikut kami pergi dari kelas nya. Lupa aku mengatakan nya π
Rumah ku dan Arya paling dekat dan paling ujung. Jadi terkadang aku lebih banyak mengobrol dan menghabiskan waktu pulang bersama nya. Jadi aku ingin bertanya pada Ar.
Eh.. tapi lagi-lagi aku lupa kalau sudah ada Aydin sekarang. Jadi aku gak bisa leluasa berbicara dengan Ar βΉοΈ Padahal biasa nya setiap pulang sekolah kami selalu ngobrol.
Tidak terasa aku sudah sampai di depan rumah ku. Arya pun menyuruh ku agar cepat masuk. Tapi... " Ar, ada yang ingin ku tanyakan sama mu nih...! " tutur ku.
Arya pun menjawab " apa? katakan saja! "
aku menoleh ke arah Aydin dan memberikan isyarat mata ke pada nya, agar dia pergi di luan saja. Eh, tapi dia malah...
" apa? kenapa kau melihat ku seperti itu! kau tertarik pada ku ya..." tutur dirinya.
" ih... kepedean lu... siapa juga yang tertarik sama mu " Jawaban ku dengan lugas.
Kami pun malah saling berdebat. Tapi itu adalah sebuah ejekan yang kami lontar kan. Tapi di sisi lain, aku merasa ada hawa-hawa yang tidak mengenakkan. Terus aku melihat ke arah Arya, dan entah kenapa aku merasa kalau dirinya sangat marah kepada ku. Masak iya, dia marah sama ku hanya karena aku ngobrol sama sepupu ny?
BERSAMBUNG....
Semoga episode kali ini dapat memuaskan para pembaca dan author yang lain saat membaca cerita saya ini ππ terimakasih dan Jangan lupa like, komen, juga beri vote ya πππ terus ikuti cerita selanjutnya π sekali lagi terimakasih π