This Is My Story To The Afterlife

This Is My Story To The Afterlife
plot 10^Tabrakkan



Langkah kaki Arya menjadi semakin cepat, seojun pun masih mengikuti dirinya. " Eh, Arya tunggu aku dong !! kita bicara sebentar..." ujar seojun.


Tapi Arya tidak menghiraukan seojun, ia tetap berjalan. Karena Arya tidak menghiraukan kan dirinya, seojun pun akhirnya berlari menuju Arya. Tapi baru lari sebentar tiba-tiba dirinya bertabrakan dengan salah satu siswa kelas 10.


"Aww..." unjar siswi tersebut.


" Eh, sorry sorry. Aku gak sengaja, kamu gak papa kan?? " unjar seojun dengan rasa sedikit bersalah.


Siswa tersebut tidak menyangka bahwa yang telah menabrak nya adalah kakak senior yang dia kagumi. " Emm.. iya aku gak papa kok kak " jawab siswa kelas 10 tadi, dengan senyuman tipis di wajahnya.


Seojun " Uh.. syukurlah kalau gitu. Sekali lagi maaf ya, soalnya aku lagi terburu-buru nih. "


" Iya kak gak papa kok ☺️. Harusnya aku yang minta maaf, jika aku lebih hati-hati mungkin kecelakaan ini gak akan terjadi" unjar anak siswi itu.


seojun pun menjawab nya kembali " Eh, kok malah kamu yang minta maaf. Jelas-jelas salah aku tadi, tapi ya udah gak usah di bahas lagi. Yang penting gak ada yang terluka kan? "


" Ia kak " jawab anak siswi itu.


seojun " ya udah kalau gitu aku cabut dulu ya. Kamu dan teman mu hati-hati pas jalan. Jangan sampai tabrakan seperti ini terulang lagi sama orang lain oke! "


Anak siswi tersebut hanya mengangguk kan kepalanya begitu juga dengan teman di sebelah nya.


" ya sudah, kalau gak papa aku pergi dulu ya. Bey..πŸ˜‰" seojun.


akhirnya seojun pun pergi meninggalkan para siswi itu. " Ah...mana si Arya tadi! akhirnya dia berhasil lolos dari ku juga. Uh..ya sudah lah, coba ku cari dulu " seojun berkata ke dirinya sendiri dengan suara kecil.


Selagi seojun masih mencari Arya, kedua siswi tadi masih belum pergi meninggalkan tempat itu. "Em..gak nyangka aku bisa bertemu kak seojun Secara langsung, bersentuhan lagi πŸ™ƒ " tutur Hana siswa yang baru saja bertabrakan dengan seojun.


" Ya benar, gak nyangka bisa bertemu dengan senior seojun. Ternyata lebih tampan kalau di lihat dari dekat ya! mana bertanggung jawab, ramah dan baik lagi " ujar teman nya.


Hana " Eem.. benar. Aku harap bisa bertemu dengan kak seojun lagi walaupun harus bertabrakan dengan nya berkali-kali pun gak papa kok..."


" Eh..Han, kalau berharap tu yang lebih baik dikit dong!! kok malah mau tabrakan lagi πŸ˜•" teman nya Hana.


Hana pun menjawab kembali " Selagi itu kak seojun gak masalah kok " kembali dengan senyuman tipis di wajahnya saat sedang menjawab pertanyaan dari teman nya itu.


" uh..ya sudah lah, terserah mu saja. Ayo balik ke kelas! " teman hana.


Hana pun mengangguk kan kepalanya kembali, dan mereka berdua pun kembali menuju kelas. Saat di jalan menuju kelas mereka sambil mengobrol dan teman hana kembali bertanya "Han, kau sungguh sangat suka ya sama senior seojun? ".


Hana pun hanya tersenyum. Dan teman nya itu kembali berbicara " Ah, dari ekspresi wajah mu seperti iya".


Hana hanya senyum kembali dan berkata " ah.. sudah lah ayo lekas balik ke kelas..."


"ia..ia. Oh ya, bentar tadi aku ingat kau bilang kalau tadi kau bersentuhan dengan senior seojun kan! " unjar teman Hana.


" ya salah lah. Orang tadi kau tabrakan sama senior, bukan sentuhan..." teman hana.


" ah..sama saja nya. Tabrakan juga termasuk sentuhan gak sengaja" tutur hana.


" iya, tapi tetap saja berbeda kata-kata nya.. bahkan maknanya saja bisa jadi beda" kata teman hana.


Hana pun sebenarnya menyadari kalau dia mengucapkan kata yang salah. Tapi diri nya tetap kokoh bahwa dia benar, Hana pun sedikit merasa malu jadi dia meninggal teman nya dan segera mempercepat jalannya.


sedangkan teman hana tadi masih saja meneladaninya, ia suka sekali menggoda temannya itu. " Han, kok kau pergi sih! Han, tabrakan sama sentuhan beda loh?? kau tahu itu kan!! " teman nya pun masih saja menggoda diri nya.


"uh.. entah lah" unjar hana dengan sedikit merasa malu, dan ia makin mempercepat langkah kakinya.


teman hana " Aah... jadi kau malu ya. Berarti perkataan ku benar dong?? Eeh, Han tunggu aku ! "


" Uhh...untuk apa aku menunggu mu!" Hana.


Dengan sikap Hana yang seperti itu, temannya semakin ingin menggoda nya lagi. " Ah, apa yang aku katakan benar kan? Han Hana...."


Hana pun semakin dan semakin mempercepat jalannya. " Eh, han..tunggu aku dong? Hana tunggu!! " tutur teman nya itu.


Hana tidak menghiraukan nya, ia tetap berjalan. siswi tersebut mengejar temannya yang sedang ngambek itu, dan mempercepat langkahnya nya.


sedangkan di sisi lain Ayra, Rara dan Raisya sedang berada di kelas. Mereka sedang menunggu seojun dan Arya kambali. Setelah Ayra menceritakan kejadian nya itu kepada kedua sahabat nya, Raisya dan Rara hanya bisa menunggu kehadiran Arya. Mereka ingin mendengarkan cerita dan penjelasan dari Arya.


Rara dan Raisya hanya bisa menghibur Ayra dengan semampu mereka. Dan hanya bisa berharap ke seojun bahwa dia bisa berbicara dengan Arya dan membawanya kembali untuk menjelaskan semua permasalahan yang membuat dia marah ke sahabat kecilnya itu.


Padahal di sisi lain, seojun telah kehilangan jejak sahabat nya itu. Iya masih mencoba mencari Arya kemana-mana, tapi masih belum bisa menemukan nya.


"Aah ah...mana sih anak itu? bikin orang lelah saja mencari nya " ujar seojun dengan suara pelan. Seojun sudah mencari Arya kemana-mana, hampir satu sekolah itu di telusuri.


Hanya tinggal satu tempat saja yang belum ia datangi " Sekali lagi coba ku cari lah, jika dia masih gak ada disana aku balik kelas saja deh" batin seojun dalam hati.


Akhirnya seojun pun mencoba mendatangi satu tempat lagi.


BERSAMBUNG.....


Apakah Arya ada di tempat tersebut yang akan seojun datangin??


Tetap ikut cerita selanjutnya ya 😁☺️


semoga para pembaca dan author menikmati cerita saya πŸ™jangan lupa untuk beri like, komen, vote, serta Tip ya 😁😁😊 mohon dukungannya πŸ™πŸ™ selamat menikmati dan terimakasih πŸ™πŸ™πŸ™