
Bukan hanya dari penampilan saja bagus, ternyata dia cukup ramah juga. Membuat dirinya semakin sempurna di mata orang-orang yang melihat nya terutama para wanita π€. sungguh..., bukan kah para perempuan menyukai laki-laki yang seperti itu..!
" Bu, apa saya sudah boleh duduk? " tanya Aydin.
Wali kelas ku pun menyuruh dia untuk duduk di samping ku. Memang kursi itu kosong dan sepertinya sekarang tidak akan kosong lagi.
#
Dia pun berjalan ke arah ku...eh.. maksudnya menuju tempat duduk nya π. Ternyata aku ke geeran sendiri ππ€£. Gak nyangka aku seorang Ayra pernah ke geeran juga...
#
Aydin pun duduk di samping ku. Ia hanya tersenyum melihat ku dan memperhatikan pelajaran dengan baik. kali ini ibu guru tidak memberikan kami tugas, sampai mata pelajaran nya usai.
Setelah mata pelajaran usai dan waktu nya untuk istirahat ke dua, para perempuan di kelas ku langsung mendekati Aydin. mereka mengerumuni meja ku, membuat ku sedikit kesalπ€¬. Aku sempat marah sama mereka tapi mereka mengabaikan ku Uuh....
Jadi aku bertanya pada salah satu dari mereka, "kalian itu ngapain ngerumunin sih?"
Jawaban : " yah kami mau kenalan lah sama Aydin, kok sibuk kali sih kau Ay..."
"Ehh...?!?!" Ayra
"Padahal dah tahu namanya...!!"
Yah bilang nya sih ingin kenalan... tapi menurutku gak mungkin hanya mau kenalan. Pasti ujung-ujung nya minta nomor HP lalu ngajak kencan. Dah kebaca niat mereka π.
Saat mereka sibuk dengan anak baru itu, aku dan sahabatku pergi dari kelas itu. " biarlah dia di situ, nanti kalau sudah malas meladeni para perempuan itu kan pergi juga nanti " Batin ku.
Kami berkumpul di taman belakang sekolah. Awalnya gak ada yang membicarakan anak baru itu, tapi tiba-tiba Rara bertanya tentang nya.
ia bertanya bagaimana sikap anak baru itu di kelas ku tadi...
Yah aku jawab aja " Ramah, serius, daan..tampan sihπ€π".
" iih... Ayra aku serius nayak! kok malah bercanda sih !! " jawab rara dengan nada agak kesalnya.
" loh kok nada bicara mu jadi kesel kayak gitu sama ku si Ra...?
lagian dari mana kau tahu kalau dia masuk kelas kami ? " Ayra berkata pada sahabat nya.
Aku pun heran kenapa Rara jadi kesal dengan ku..kan aku mengatakan fakta!
" Rara, jangan-jangan kau suka juga ya sama Aydin? " Raisya pun angkat bicara. Ia merasa kalau rara juga tertarik sama Aydin, sama seperti para wanita lainnya yang terpikat dengan ketampanan nya itu. Makanya dia mencoba menggoda sahabatnya itu.
Aku pun juga jadi merasa kalau yang di katakan Raisya ada benarnya juga. Lagian siapa sih yang gak tertarik sama Aydin. Jadi wajar jika rara menyukai anak baru itu. Tapi sikap dia ini terlalu kalau menurutku...
" E..egak kokπ£. Aku gak suka sama aydin. Aku hanya penasaran sama sikap anak baru itu di kelas mu! kan ini hari pertama nya. juga dia dah jadi trending topik di sekolah hari ini. " Tutur rara.
aku pun menjawab nya kembali " ia sih dia Emang dah jadi trending topik hari ini. Tapi tetap saja Ra, aku merasa pertanyaan mu tadi menunjukkan maksud lain π€ ".
" Dah.. sudah lah, Untuk apa di perpanjang. Nanti malah jadi bertengkar pula..." seojun berusaha untuk menenangkan kondisi pada saat itu. Bisa di bilang dia adalah penegah di antara kami semua π. Ya walaupun menurut ku dia sebenarnya merasa cemburu dengan adanya sikap rara seperti ini ke anak baru itu.
Untung lah seojun menenangkan kondisi saat itu. Jadi aku dan rara tidak berdebat lagi. Tapi aku tahu perasaan seojun terhadap Rara. Perasaan nya itu bukan hanya sekedar perasaan terhadap sahabat, melainkan ia menyukai Rara.
"Seojun seojun... sungguh sepertinya diri mu sudah sangat menyukai Rara. Hingga pada saat seperti ini pun kau mencoba menahan rasa cemburumu π" batin ku dalam hati. Aku sudah kenal seojun sebelum aku mengenal Rara, Raisya, dan Dessy.
Sebenarnya seojun dan Arya adalah teman ku sejak aku berumur 4 tahun. Sedangkan Rara, Raisya, dan Dessy aku mengenal mereka sangat kelas 1 SMP. Karena itu aku tahu bagaimana perasaan seojun ke Rara. Bahkan tanpa anak itu mengatakan nya pada ku.
Seojun adalah anak yang baik. Dia juga pandai menyimpan rahasia sama seperti Arya. Walaupun arya lebih pandai menyimpan rahasia.
...****...
Setelah suasana nya sudah membaik, akhirnya arya mengajak kami untuk membeli es krim. Agar suasananya saat itu lebih baik setelah memakan es krim, dan agar fikiran kami pun dapat lebih jernih.
" Ar, akhirnya kau ikut bicara juga. Kupikir kau gak akan berkata satu katapunπ seperti batu π€£π€£" tutur ku.
Setelah aku meledeknya, ia bukan nya marah pada ku. Malah sebaliknya ia mengusap kepala ku dan membuat rambut ku berantakan seperti biasanya. Dan berkata "*Huh**h... suka sekali ya kau meledek orang* ". Dia berkata sangat lembut seakan-akan ia tidak sanggup untuk memarahiku.
Kadang aku berfikir apa sikap nya yang lembut itu di perlihatkan sama semua perempuan atau sama ku saja?!.
" Ah...ayra untuk apa kau memikirkan hal yang gak penting seperti itu. Ingat Ay, jika arya itu adalah sahabat mu " batin ku.
Lalu kami pun pergi untuk membeli es krim. Benar saja setelah memakan es krim, sikap kami sudah kembali seperti biasanya dan fikiran Kami jadi lebih jernih. Kembali tertawa, tersenyum, dan tidak ada yang namanya pertengkaran yang akan membuat hubungan persahabatan kami jadi rusak. Apalagi hanya karena hal sepele.
Saat kami sedang berjalan kembali ke kelas sambil memakan es krim yang Ar belikan, tiba-tiba ada yang memanggil nama arya. Kami pun menoleh ke arah suara itu. Dan ternyata Aydin yang memanggil dirinya.
Aydin pun berjalan ke arah kami, dan menghampiri Arya. Dan berkata " Arya, ternyata kau di sini! aku sudah menelepon, chat bahkan mencari mu di kelas. Tapi mereka bilang kau keluar. Untung saja aku bertemu dengan mu di sini... " tutur Aydin dengan nada cool nya dan lagi-lagi dengan senyuman indah di wajah nya.
" Ooh..kau, sorry Din. HP ku tertinggal di tas seperti nya. Bagaimana hari pertama mu di sekolah ini! " tanya arya.
Aydin pun menjawab pertanyaan tersebut sambil merangkul bahu Arya " Ah, Baik. Mereka orang-orang yang baik. Hanya saja para wanita di sekolah mu ini selalu mendekati ku dan meminta nomor kuπ" jawab Aydin dengan di iringi canda dan tawa.
" Ah...bukan nya kau selalu di kelilingi banyak wanita cantik di sekolah lama mu. Wanita di sekolah ini kan gak sebanyak di sekolah mu dulu, juga gak secantik di sekolah lama mu! " Arya pun kembali berbicara pada Aydin sambil tertawa.
" K**au ada benarnya juga sih π€ masih banyak perempuan yang ada di sekolah lama ku serta wanita-wanita cantik ππ " tutur Aydin membalas pertanyaan Arya.
mereka masih berbicara satu sama lain. Aku dan sahabatku yang lain merasa heran, mengapa mereka berbicara dengan nada akrab. Seakan-akan mereka sudah mengenal satu sama lain sebelumnya. Serta kata-kata yang di ucapkan Arya, seakan-akan di sekolah ini tidak ada wanita cantik π± membuatku sedikit kesal π€.
Lalupun seojun memotong obrolan mereka dan bertanya " Arya, kalian sudah saling mengenal?" tanya nya.
" Oh... sorry. Aku sampai lupa mengenalkan dia kepada kalian " tutur Arya.
" Ar, apa maksudmu? " aku sedikit bingung.
" Maaf ya aku belum cerita ke kalian yang sebenarnya. Bahwa Aydin ini adalah sepupu ku...anak dari adik perempuan papa ku " Tutur diri nya. Dengan senyuman yang ada di wajahnya. Seakan ia tidak merasa bersalah sama sekali kepada kami, terlebih lagi saat kami membicarakan anak baru ini, yang tidak lain adalah sepupu Nya sendiri!!
BERSAMBUNG......
semoga cerita ini seru ya πdan membuat anda puas π jangan lupa terus untuk membaca nya serta mendukung sayaπ€, juga jangan lupa memberikan like serta komentar...terimakasih dan selamat menikmati π π