This Is My Story To The Afterlife

This Is My Story To The Afterlife
Plot 12^ Dessy



Tanpa sadar bahwa dirinya sudah benar-benar menyukai wanita yang ada di depannya itu. Aydin masih sekali-sekali memperhatikan Ayra dengan diam-diam.


Sebenarnya ia bercanda dengan Arya waktu itu, bahwa dirinya menyukai Ayra. Ia cuman ingin menggoda saudaranya, tapi tidak menyangka bahwa akhirnya dia benar-benar menyukai Ayra.


Dirkgdirkg...


time to end the lesson.....


Bell sekolah telah berbunyi, semua siswa siswi membereskan buku-buku mereka.


" Baiklah anak-anak, kita lanjutkan pelajaran nya lain waktu. Saya harap di pertemuan berikutnya kalian semua dengan serius mengikuti mata pelajaran saya " ujar pak guru.


" baik pak.." jawab para murid.


" Bagus lah kalau kalian mengerti, dan ingat saya tidak ingin ada yang berisik di kelas saya berikutnya " ujar pak guru kembali.


" Yes, sir " Para murid menjawab kembali begitu juga dengan Seojun.


Pak guru pun akhirnya meninggalkan ruangan itu. Para murid satu persatu juga pergi.


" U**h... akhirnya pulang juga " seojun.


Raisya " Hah... iya "


Ayra hanya tersenyum sembari membereskan barang-barang nya.


" Oke sudah...,yuk pulang " tutur Ayra.


Raisya, Ayra dan seojun pun bergegas untuk pulang. Begitu juga dengan Aydin.


Akhirnya mereka berempat keluar dari ruangan kelas tersebut. Mereka berempat saling bercanda tawa satu sama lain. Sebenarnya Aydin masih bingung, dari bagian mana dan sisi mana ia sukai dari Ayra? Padahal selama ini banyak para cewek cantik yang menyukainya dan ingin jadi pacar nya, tapi ia sama sekali tidak tertarik dengan mereka. Berbeda dengan kali ini!


"Seperti nya aku harus memastikan dulu..." gumam nya dalam hati.


Disisi lain...


Saat mereka berempat menuju gerbang sekolah dari kejauhan jalan, mereka sudah melihat bahwa Rara, Dessy sudah menunggu mereka di depan gerbang sekolah.


Mereka pun bergegas dan menuju kedua sahabat nya itu. Senyuman yang terpancar dari wajah Rara dan Dessy memiliki makna yang khusus.


" Em, lama sekali kalian sih..." tutur Dessy.


" Uh, hanya telat sedikit...kau sendiri tadi kemana pas jam istirahat?" Balas Raisya.


" loh..aku kan dah bilang ke Rara kalau pergi ke perpus. Ra, kau gak bilang ke mereka ya? " Dessy berkata sembari bertanya ke Rara.


Rara pun menjawab " Udah kok "


" Ia memang Rara sudah bilang ke kami, cuman kata nya mau nyusul. Eh, sampai jam masuk gak nampak batang hidung mu Des? " Ujar Ayra.


" Eh.. sorry sorry. Aku terlalu asyik tadi di perpus " jawab Dessy dengan senyuman di wajah nya.


Raisya " Emang buku apa yang membuat mu sampai lupa dengan kami?"


"Kepo.." Jawab Dessy.


" Kau.. ya....." Raisya berkata dengan nada yang sedikit emosi.


" Ah, bilang saja kamu mau cepatan pulang kan Jun! " ujar Dessy.


" Eh....tahu aja kau DesπŸ˜…" Jawab seojun.


Rara " Yah sudah, kalau gitu kita segera pulang saja "


Seketika Rara berbicara seakan diri nya berpihak ke pada seojun>{ di pandangan seojun}.


Seojun pun merasa senang, dan langsung meng iya kan Rara.


Sedangkan yang lainnya hanya tersenyum atau menganggukkan kepala mereka. Tapi tiba-tiba Aydin angkat bicara " kalian pulang lah di luan, aku mau Ke toko buku dulu ada buku yang mau ku cari " tutur nya.


" loh, kau masih belum puas Din? kan di perpus tadi kau dah baca buku bayak sekali!! " ujar Dessy.


Tampak dari wajah Aydin bahwa ia mengabaikan pertanyaan dari Dessy dan juga tidak berkata apapun. Aydin pun langsung berpamitan dan pergi meninggalkan mereka semua.


Dessy " Uh.. mengabaikan ku 😀..."


" memang anak kutu buku kayaknya dia " ujar Dessy kembali.


" Des, emang tadi waktu kau ke perpus jumpa dengan Aydin! " tanya Ayra.


" Ia Ay, tadi aku jumpa dia pas di perpus. Gak sengaja jumpa sih, jadi yah kami tidak banyak bicara dan sibuk sama buku masing-masing. karena sangking serius nya, akhirnya kami berdua gak terdengar bell masuk kelas " tutur Dessy.


" Oh.. karena itu tadi Aydin telat masuk kelas. Ku kira dia cuman cari alasan saja. Tapi kalau dipikir-pikir kau juga anak kutu buku Lo Des..." ujar seojun.


Dessy pun hanya tersenyum, lalu Raisya berkata " Emang Aydin kayak kau Jun.."


" Apa maksudmu Rai ? " seojun.


" pikir aja sendiri..." Raisya berkata dengan wajah cuek tapi juga dengan wajah menyindir nya terhadap seojun.


" Kau.... " seojun, omongan nya tiba-tiba di potong oleh Rara " Sudah lah, kenapa jadi ribut sih! katanya mau pulang, ayuk kita pulang saja..." tutur nya.


Rara kemudian menarik Raisya untuk berjalan pulang.


" Sudah lah Jun, ayuk kita pulang saja. Aku juga dah lelah nih, emang kau gak capek juga? " tutur Ayra.


" Ah, ia Ay. Ya sudah ayuk kita pulang, aku juga harus mencari Arya lagi nanti " seojun berkata dengan wajah pasrah terhadap Arya yang sampai sekarang masih belum terlihat wujud nya.


" Oke ayuk kita pulang " sambung Dessy sambil merangkul bahu kedua sahabat nya itu. Mereka menyusul langkah Rara dan Raisya dari belakang.


walaupun Ayra terlihat bahagia pada saat itu, tapi sebenarnya ia masih memikirkan dimana keberadaan Arya.


*


Sedangkan di sisi lain Aydin dengan tidak sengaja bertemu dengan Arya. Dan mengajak Arya untuk minum dan berbincang.


Arya yang mendapat ajakan dari sepupunya itu terdiam seketika lalu berkata "Aku....."


BERSAMBUNG......


Mohon dukungannya ya πŸ™ jika ada kesalahan kata mohon di ingatkan saya karena saya masih pemula 😁 semoga cerita nya dapat anda sukai dan terus ikuti kelanjutan cerita ini πŸ‘ jangan lupa like, komen, vote, juga tips ny πŸ˜‰ terimakasih selamat menikmati πŸ™β˜ΊοΈ