
Seojun pun kembali mencari Arya, tapi dirinya masih tidak menemukan sahabat satu nya itu.
" Uh....mana sih anak b.ngk. itu!! " dumel nya.
seojun mencoba mencari di sekitar tempat itu. Tapi ia masih belum menemukan Arya.
Akhirnya seojun memutuskan untuk kembali ke kelas " Awas saja nanti, jika aku menemukan mu ARYA!! Akan ku buat perhitungan dengan mu karena sudah membuat ku kelelahan mencari mu kesana kemari...๐ค" ucapnya sambil berjalan menuju kelas.
Driingkngk....
It's time to go to class because the next hour will start soon...
Diruangan kelas Ayra
"Dah waktunya masuk ke kelas tu, mending kau balik ke kelas aja Ra!" ucap Ayra.
" iya, kalau gitu aku masuk kelas dulu ya! Rai, jaga tu si Ayra ๐" tutur Rara.
" tenang...aman tu" sahut Raisya.
Ayra pun yang mendengar omongan mereka merasa dirinya diperlukan seperti anak kecil, yang harus di jagain. " Ah... kalian ini aku kan bukan lah anak kecil yang harus di jagain terus.... tenang saja aku gak papaa kokโบ๏ธ" ujar Ayra.
Mendengar perkataan Ayra itu, membuat Rara dan Raisya merasa sedikit tenang.
Rara "ya sudah kalau begitu, aku balik kelas dulu. Sekalian aku mau lihat Dessy ada di kelas tidak.."
" Oh iya, aku juga belum melihat nya..." sambung Ayra.
Raisya " Ia ya, dari tadi belum nampak batang hidungnya sedikit pun ๐คkok baru sadar aku ya..."
" em...sama aku juga " Ayra.
Rara " tadi pas bell istirahat pertama berbunyi, dia langsung bergegas bilang nya sih mau ke perpus nanti baru nyusul kita. Cuman sampai sekarang belum ada nongol anak itu !! ya sudah aku balik dulu, selak guru ku datang..."
"iya, balik cepat sana ๐" ucap Ayra sembaring menyuruh Rara pergi.
" Oke, dah " Rara sambil berjalan pergi meninggalkan mereka.
Raisya tidak berkata apa-apa lagi hanya memberi isyarat iya ke Rara "Em..." suara kecil yang ia keluarkan.
Saat Rara ingin keluar melewati pintu, diri nya berpapasan dengan seojun yang saat itu ingin masuk kedalam kelas.
" Eh..." reflek Rara di bikin kaget oleh seojun.
" sorry Ra...kau dah mau balik kelas? " tanya nya sambil meminta maaf.
Rara " ia gak papa. Bell sudah berbunyi tadi, aku harus bergegas" sahut nya.
"Oh..." seojun
" ya sudah masuk kelas sana nanti selak guru mapel mu datang loh..." unjar dirinya kembali.
Seojun yang masih belum menyadari maksud dari Rara untuk menyingkir dari jalan nya pun masih saja terdiam sambil melihat orang yang ia cintai itu dengan senyuman.
Sambil menghela nafas rara berkata "bagaimana aku mau pergi kalau kau masih di depan ku, menghalangi jalan?? "
seojun berkata " Eh, iya. maaf Ra... oke silahkan" seojun pun menghindar dari jalan terus sambil mempersilahkan rara untuk lewat.
Rara akhirnya pergi meninggalkan kelas Ayra dan berjalan menjauh dari seojun, tapi seojun masih belum beranjak dari tempat itu. Ia sembari melihat cintanya dari belakang, hingga tidak terlihat lagi.
" Ehh...Jun. kau mau masuk tidak? " tanya Raisya.
" mau lah " jawab nya sambil tersenyum dan masih belum beranjak dari tempat itu.
" kalau kau mau masuk ya masuk cepat. Kasih pak guru tu... nunggu di luar kelas terus." ucap Ayra.
seojun pun yang mendengar ucapan Ayra akhirnya melihat ke samping kiri nya. Benar saja pak guru sedang berdiri di samping nya.
Tanpa seojun sadari ternyata pak guru sudah cukup lama beranda di situ sembari memperhatikan dirinya melihat wanita yang ia cintai pergi.
" Eeh... bapak guru ! " tutur nya sambil memberi salam.
Pak guru masih diam dengan omongan seojun. lalu seojun berkata lagi " bapak mau ngajar di sini ya ? " ucap seojun kembali.
pak guru pun yang mendengar omongan dari murid nya itu langsung menjewer nya sambil berkata " ya, memang kenapa? kau gak suka ya bapak ngajar di sini!! "
" sudah lah, bapak dah lihat semuanya. Kamu ke sekolah niatnya mau untuk belajar atau pacaran? " tanya pak guru.
"Tentu saja mau belajar pak " jawab nya.
" kalau mau belajar cepat masuk "tutur pak guru sembaring melepaskan tangannya dari telinga murid nya itu.
" iya pak " katanya sambil masuk ke dalam kelas dengan di iringi pak guru.
Padahal diri nya belum jadian sama Rara, pak guru salah ngira nih ๐คญ.
pak guru pun masuk, dan langsung menyuruh mereka semua untuk membuka buku halaman 22 serta menerangkan materi didalam nya.
seojun menuju bangku nya, kemudian Ayra berkata " kau dari mana saja sih Jun? "
seojun " ya, aku nyari si anak b.ngk. itu lah"
" Ih..kami tahu lah kalau itu. maksudnya Ayra kau nyarik nya kemana aja kok sampai jam masuk kelas baru muncul? " Raisya menjelaskan ke si seojun.
" Dengar ya, aku dah nyari Arya ke semua tempat di sekolah dah ku telusuri sekolah ini. Cuman masih belum menemukan nya, karena gak ketemu makanya aku balik kelas. Eh..pas bell pula pas jadinya " unjar seojun.
" jadi kau belum menemukan Arya?" tanya Raisya.
seojun hanya menganggukkan kepala nya. Dan berkata ke Ayra " Ay, sorry ya aku belum membawa Arya ke hadapan mu ๐ฅ"
" sudah lah gak papa, lagian kau pas sudah lelah berkeliling sekolah ini. Bagaimana nanti pas pulang sekolah aku terakhir kau makan di restoran biasa nya! " Ayra.
" kau baik kali Ay... oke aku setuju. Nanti aku coba dapat kan Arya untuk mu saat bell istirahat kedua gimana! " seojun.
Ayra tidak menjawab, dia hanya tersenyum dengan perkataan seojun.
karena mereka bertiga masih berbicara saat guru menerangkan jadi pak guru pun menegur mereka " seojun, ayra, Raisya kalian masih mau ikut pelajaran saya tidak? " ujar pak guru.
" Masih pak..." serentak jawab mereka.
" kalau begitu diam kalian " tegas pak guru.
Akhirnya pak guru pun melanjutkan pelajaran nya, dan mereka semua mendengarkan dengan seksama.
Tok Tok...
Ada yang mengetuk pintu membuat semua melihat nya. Ternyata itu adalah Aydin yang baru kembali dari perpus.
" Maaf pak saya terlambat. Apa saya masih boleh masuk? " tanya nya ke pak guru.
" Dari mana saja kamu? gak tahu apa Bella masuk sudah lewat dari tadi ! " ujar pak guru.
"Maaf pak, tadi saya habis dari perpus pak " jawab nya.
" ya sudah, cepat masuk dan duduk " pak guru pun mengizinkan Aydin tuk masuk.
Aydin pun masuk dan menuju tempat duduk nya. Saat dia baru duduk seojun berkata " kau dari mana saja Din? "
" Dari perpus " jawab singkat.
" Kau ada lihat Arya! " tanya seojun kembali.
Tapi sebelum Aydin menjawab, pak guru kembali menegur seojun " SEOJUN SAPUTRA " kata pak guru.
Akhirnya seojun pun tidak berkata apapun ia kembali duduk dengan baik dan memperhatikan buku nya. Pak guru pun kembali menerangkan di papan tulis.
Saat semua murid mendengarkan pak guru menjelaskan. Aydin malah melihat Ayra terus menerus.
BERSAMBUNG.....
...Mohon like๐, komen๐ฌ, vote๐, tip๐๏ธ nya ya ๐๐...
...semoga cerita nya menarik perhatian anda๐dan selamat menikmati juga terus ikuti ceritanya....
......Jika ada saran mohon di sampaikan, saya......
...dengan senang hati menerima nya โบ๏ธ...
......Terimakasih dan mohon dukungannya ๐๐๐......