
Naya terus menanyakan tentang foto itu kepada Tomoya mereka keluar dari perpustakaan berjalan di koridor Naya tetap menanyakan hal yang sama.
"Hyoma." ucap Tomoya. Naya langsung melihat ke arah yang Tomoya lihat.
"Jadi kamu lebih milih Naya!" ucap seorang perempuan kepada Hyoma.
"Iya aku lebih milih Naya dari pada kamu." ucap Hyoma.
Plak
Perempuan itu menampar Hyoma lalu meninggal Hyoma. Naya dan Tomoya langsung menghampiri Hyoma.
"Kamu kenapa?" tanya Naya.
Hyoma dan Tomoya saling bertatapan Naya terdiam dia tidak mengerti apa yang di maksud Hyoma dan Tomoya pikir Naya pasti mereka menyimpan sesuatu yang tidak Naya ketahui.
"Sebenernya apa sih yang kalian tutupin." ucap Naya.
"Hyoma! Tomoya! Kalian main rahasia kan!" ucap Naya.
"Mending kita pergi dari sini." ucap Hyoma sambil menarik tangan Naya.
Koki berjalan menghampiri Tomoya yang terdiam.
"Kau tahu, jika kau mencintai Naya kau seharusnya tidak menutupi ini darinya." ucap Koki sambil memakan permen karet.
-
"Siapa cewek tadi yang nampar kamu?" tanya Naya.
"Itu Siska." jawab Hyoma.
"Kamu selingkuh di belakang aku." ucap Naya.
"Itu juga karena kamu selalu milih Tomoya dari pada aku." ucap Hyoma.
"Dia cuman temen aku." ucap Naya.
"Kamu punya perasaan kan sama dia?" tanya Hyoma.
"Maksud kamu aku duain kamu." ucap Naya.
"Emang bener kan kamu pilih dia dari pada aku." ucap Hyoma.
"Jawab Nay." ucap Hyoma.
"Asal kamu tau kenapa aku benci dia karena dia udah rebut kebahagiaan aku Nay terus apa sekarang dia mau rebut kamu satu satu nya orang yang perduli sama aku." ucap Hyoma.
"Dia gak mungkin rebut aku dari kamu." ucap Naya.
"Belum." ucap Hyoma.
-
Tomoya terus memikirkan bagaimana kedepannya jika Naya mengetahui kehidupan Tomoya dan Hyoma.
"Tomoya." ucap ibu Tomoya yang masuk kedalam kamarnya.
"Sebentar lagi ayah mu bebas kita pulang ke Jepang lagi." ucap ibu Tomoya sambil mengusap anaknya.
"Apa?!" ucap Tomoya kaget.
Tomoya tidak pernah menyangka kalau keluarganya akan kembali ke Jepang secepat itu.
Tok
Tok
Tok
Karena Hyoma tidak membuka pintunya Naya masuk ke dalam kamar pacarnya.
"Hyoma?" tanya Naya. Kamar Hyoma kosong tidak ada dia di sana.
Besoknya Naya bersekolah seperti biasa bell sudah berbunyi tapi Tomoya tidak ada Naya terus melihat ke arah luar kelasnya sampai jam pelajaran di mulai Tomoya tetap tidak masuk kelas.
Bell istirahat berbunyi Naya pergi ke taman belakang sekolahnya.
"Naya."
Naya membalikkan badannya dia kira itu Tomoya ternyata bukan itu Hyoma pacarnya.
"Kamu lagi apa?" tanya Hyoma.
Naya terdiam melihat ke langit ucapan Tomoya kembali menghantui isi kepala Naya.
---------
Naya melemparkan tasnya ke atas tempat tidurnya Naya membuka hp mencoba menghubungi Tomoya tapi nomor Tomoya sudah tidak lagi aktiv.
Naya membuka buku belajar bahasa Jepangnya dia mulai membaca baca kembali mempelajari bahasa Jepang.
"Gue mana ngerti bahasa Jepang sama Tomoya aja gue gak ngerti apa yang dia ajarin ke gue." ucap Naya sambil menutup buku bahasa Jepang miliknya.
Kepergian Tomoya tanpa jejak Tomoya benar benar menghilang dari Naya.
"Heh! Apa kau tidak merindukan Naya?" tanya Tsuyoshi di samping Tomoya.
"Apa?" ucap Tomoya.
Hyoma terdiam di kamarnya bersama Koki.
"Kenapa kau tidak ikut ke Jepang?" tanya Koki.
"Gue gak bisa ninggalin Naya." ucap Hyoma.
Naya di kamarnya sedang menulis buku hariannya dia menuliskan tentang seorang laki-laki yang dia kenal dia sangat baik sampai Naya tertarik kepadanya tapi dia pergi meninggalkan Naya.
Setelah pertemuan pasti selalu ada perpisahan yang menyakitkan semua orang tidak pernah mau itu terjadi kehilangan seseorang bukanlah sesuatu yang menyenangkan.
Tok
Tok
Tok
"Naya?" ucap Hyoma di balik pintu kamar Naya.
"Masuk aja." ucap Naya.
Hyoma mendekati Naya yang sedang menulis sesuatu di buku hariannya.
"Nay?"
Naya langsung menutup buku hariannya.
"Makan malam dulu." ucap Hyoma.
"Oh iya nanti aku ke sana." ucap Naya.
"Kamu duluan aja nanti aku nyusul." ucap Naya kembali.
Malam tak terasa telah menunjukkan jam 23.00 mata Naya masih terbuka lebar tak ada rasa mengantuk yang dia rasakan.
Naya membuka balkon kamarnya melihat langit yang penuh dengan bintang dan dinginnya angin malam.
"Tomoya gue kangen sama lo." ucap Naya sambil melihat langit.
Sama dengan Naya. Tomoya yang masih dalam pesawat juga sama merindukan Naya yang jauh darinya.
Pagi hari Naya terbangun karena ini hari libur Koki mengajak Naya dan Hyoma joging mengelilingi taman.
"Gue cape gak kuat lagi." ucap Naya yang berhenti berlari.
"Ayo Nay baru aja satu keliling." ucap Koki.
"Gak.... Gak bisaaa....." ucap Naya sambil mengatur nafasnya.
"Yaudah lo lanjut aja gue sama Naya mau istirahat dulu." ucap Hyoma.
"Yah payah lo." ucap Koki.
Koki melanjutkan larinya sendiri Naya dan Hyoma beristirahat duduk di bangun taman di dekat mereka.
"Nay kamu tunggu di sini yah aku mau beli minum dulu." ucap Hyoma.
Naya hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat sekeliling.
Jam 10.00 Naya, Hyoma, dan Koki kembali ke rumah setelah joging mengelilingi taman kota yang luas.
Tring
Sebuah notifikasi email masuk ke handphone Hyoma karena Hyoma sedang tidak ada dan handphone nya dia tinggal Naya membuka kuncinya melihat sebuah email yang masuk.
"Tomoya?"
Naya langsung mencatat email Tomoya di handphone nya.
"Kenapa Nay?" tanya Hyoma yang sudah berada di samping Naya.
"Eh, enggak kok bukan apa apa." ucap Naya.
Malam semakin larut Naya mencoba mengirim email kepada Tomoya.
"Kenapa lo pergi ninggalin gue?"
Naya tetap menunggu balasan dari Tomoya sampai Naya akan tertidur Tomoya tidak membalasnya.
Dred dred
"Maaf Nay aku pergi ninggalin kamu aku harus pergi."
---------
Tringgg
Alarm berbunyi jam 07.00 Naya terbangun dari tidurnya dia melihat ponsel nya yang mendapatkan sebuah notifikasi yang jelas ada nama Matsumura Tomoya.