The Secret Of The Sky

The Secret Of The Sky
Empat



Hari ini hari libur Naya dan Tomoya sudah membuat janji mereka akan pergi bersama.


"Tomoya." ucap Naya.


"Kita mau kemana sih?" tanya Naya.


"Nanti juga kau tahu." jawab Tomoya.


Tomoya membawa Naya ke sebuah tempat di dalam perkebunan teh tempat itu sangat enak dan sejuk di tambah ada danau dan pohon pohon yang menghiasi tempat itu.


"Coba kamu tenangin pikiran kamu." ucap Tomoya.


Naya memejamkan matanya menarik nafas dalam dalam lalu mengeluarkannya.


"Bagaimana?" tanya Tomoya.


"Gue suka tempat ini." ucap Naya.


"Kamu bawa leptop kamu atau buku catatan kecil?" tanya Tomoya.


"Gue cuman bawa hp doang." ucap Naya.


"Tidak apa kau bisa mencatat nya di sana nanti kau pindahkan ke dalam cerita mu." ucap Tomoya.


"Catat apa yang kau rasakan sekarang kedalam cerita mu bayangkan kau menjadi salah satu tokoh dalam cerita mu yang sedang kau ceritakan saat ini." ucap Tomoya.


Naya langsung membuka handphone nya mencatat sesuatu yang dia rasakan.


Aku merasa sangat bahagia saat ini karena Tuhan mempertemukan ku dengan malaikat tanpa sayap yang selalu ada di samping ku.


-


Naya pulang ke rumahnya dengan sangat bahagia dia langsung pergi ke kamarnya segera mencatat ceritanya.


Tok


Tok


Tok


Hyoma membuka pintu kamar Naya terlihat Naya yang sedang fokus melanjutkan ceritanya.


"Nay?" ucap Hyoma sambil berjalan ke arah Naya.


Dengan cepat Naya langsung menutup buku catatannya dan leptop milik nya.


"Lo sibuk yah?" tanya Hyoma.


"Eng-enggak kok gue gak sibuk." jawab Naya.


"Gue mau ajak lo pergi malam ini lo mau gak?" ucap Hyoma.


"Emm gue-" ucap Naya sambil mempertimbangkan ajakan Hyoma.


"Gimana Nay?" tanya Hyoma.


"Iya gue bisa." ucap Naya.


"Jam delapan kita pergi." ucap Hyoma.


-


Naya turun dari kamarnya mencari Hyoma.


"Hyoma?"


"Lo-"


Hyoma terdiam melihat Naya.


"Lo udah siap?" tanya Hyoma.


"Lo kok rapih banget." ucap Naya.


"Gue salah baju?" tanya Hyoma.


Naya hanya terdiam kebingungan.


Hyoma dan Naya pergi ke sebuah tempat makan di sana mereka makan malam bersama, setelah makan malam selesai Hyoma dan Naya berjalan di sebuah taman sebelum mereka pulang.


"Nay." ucap Hyoma.


Langkah kaki Naya dan Hyoma terhenti mereka saling menatap.


"Tuhan gue mohon jangan datangin perasaan ini lagi." ucap Naya dalam hatinya.


"Nay." ucap Hyoma sambil memegang kedua tangan Naya.


Flashback on (Naya dan Hyoma saat masih kecil)


"Nay, aku suka sama kamu." ucap Hyoma.


"Nay juga suka Hyoma." ucap Naya.


"Kalau gitu Nay mau gak kita pacaran." ucap Hyoma.


Flashback off


Hyoma dan Naya masih saling tatap Hyoma mempererat pegangan tangannya.


"Now I'm back to keep our promises." bisik Hyoma tepat di samping telinga Naya.


Tiba-tiba Hyoma memeluk Naya dengan erat Naya hanya terdiam dia tidak menyangka bahwa Hyoma masih mengingat janji mereka dulu.


-


Tok


Tok


Tok


"Masuk." ucap Tomoya.


Tsuyoshi kakak Tomoya masuk ke dalam kamar adik nya melihat adiknya yang sedang belajar.


"Ada apa?" tanya Tomoya.


"Tidak ku kira kau sudah tertidur." ucap Tsuyoshi.


-


"Hyoma liat ini." ucap Naya sambil memegang handphonenya.


"Aku tau apa yang akan kau lakukan cantik." ucap Hyoma Membuat Naya hanya tersenyum.


"Nay, gue serius." ucap Hyoma.


"Tapi itu udah dulu banget Hyoma bahkan gue aja udah lupa, udah lah lo lupain aja." ucap Naya.


Tiba-tiba Koki datang menghampiri Naya dan Hyoma.


"Woi dari mana lo berdua?" tanya Koki.


"Mau tau aja lo," ucap Hyoma yang setelah itu dia menjulurkan lidahnya.


Naya pergi ke kamarnya untuk beristirahat tapi Hyoma tidak cepat menyerah dia ingin Naya menjawab cintanya sekarang.


"Gue mau tidur!" ucap Naya.


"Gue pengen sekarang lo jawab atau gue bakal terus di sini." ucap Hyoma.


"Ih Hyomaaa." ucap Naya sambil memukuli Hyoma dengan bantal.


"Lo mau gak jadi pacar gue?" tanya Hyoma.


Naya hanya tersenyum karena perasaan Naya kepada Hyoma sama Naya juga menyukai Hyoma tapi yang Naya takutkan adalah bagaimana dengan persahabatan mereka dari kecil apa nantinya akan hancur ketika Hyoma dan Naya putus.


"Gue takut." ucap Naya.


"Apa yang lo takutin?" tanya Hyoma.


"Apa nanti kalau kita putus apa kita masih bisa kaya sekarang?" tanya Naya.


Hyoma terdiam memalingkan mukanya.


"Hyoma?" ucap Naya.


"Iya gue mau jadi pacar lo." ucap Naya, Hyoma langsung terkejut mendengar Naya.


-


Keesokan harinya mereka sekolah seperti biasa mereka belajar di kelas.


Tringgg


Bell istirahat berbunyi para murid keluar dari kelas mereka ke kantin tapi bagi Naya dan Tomoya waktu istirahat adalah waktu berkerja mereka di mana mereka harus menyelesaikan cerita yang mereka buat.


Dred dred


Hyoma ❤


"Aku tunggu kamu di kantin."


Membaca pesan dari Hyoma yang masuk ke hp nya Naya langsung berhenti menerus cerita yang dia buat.


"Tomoya, gue ada urusan ga papa kan kalau gue tinggal?" tanya Naya.


"Iya kamu pergi biar saya saja yang melanjutkan cerita ini." ucap Tomoya.


Naya segera pergi ke kantin menemui pacarnya yang sedang duduk di sana, Naya langsung duduk di depan Hyoma.


"Nay kamu mau apa? Kamu lapar kan?" tanya Hyoma.


"Aku pengen nasi goreng minumnya jus alpukat." ucap Naya.


"Oke siap." ucap Hyoma.


Naya menunggu Hyoma sambil memainkan handphonenya.


Naya


"Tomoya lo masih buat cerita?"


Tomoya


"Iya saya masih memikirkan jalan kelanjutan cerita ini."


Naya


"Mending istirahat dulu."


Tomoya


"Tak apa saya juga senang membuat cerita seperti ini."


Tak lama Hyoma datang dengan membawa jus alpukat dan jus mangga di tangan kanan kirinya.


"Nih nanti nasi goreng nya." ucap Hyoma.


"Nay?"


"Naya?"


Naya terkejut dia langsung mematikan hp nya.


Dred dred


Tomoya


"Saya tunggu kamu di dekat taman kota sore ini jam 17.00"


-


Jam pulang tiba para murid berhamburan keluar sekolah pulang ke rumah mereka Naya menunggu Hyoma di parkiran.


"Gue kira lo bareng sama Tomoya." ucap Deva. Naya hanya terdiam tak lama Hyoma datang dengan motornya.


"Dev gue duluan yah." ucap Naya.


Naya langsung naik ke motor Hyoma mereka pulang dari sekolah saat di jalan mereka hening tanpa pembicaraan.


"Kok berhenti di sini?" tanya Naya.


Mereka berhenti di sebuah tempat makan yang berada di pinggir jalan mereka lewati.


"Kamu pasti lapar kan." ucap Hyoma.


Naya dan Hyoma memesan burger dengan minum coffee yang sama.


"Nay gimana kalau habis ini kita pergi ke Timezone?" tanya Hyoma. membuat Naya terdiam berhenti mengunyah makanannya.