The Secret Of The Sky

The Secret Of The Sky
Lima



Naya terus melihat jam tangannya Naya berniat mengabari Tomoya kalau dia tidak bisa datang menemuinya hujan turun semakin deras rasa tiba-tiba Naya merasa khawatir kepada Tomoya.


"Nay ayo main lagi." ucap Hyoma.


"Emm kayanya kita harus pulang sekarang deh." ucap Naya.


"Kenapa? Di luar lagi hujan Nay kamu mau kita hujan hujanan." ucap Hyoma.


"Bukan gitu tapi-"


Naya dan Hyoma memutuskan untuk pulang saat hujan turun tiba-tiba Naya meminta Hyoma berhenti saat di taman kota.


"Ada apa Nay? Kamu nyari apa?" tanya Hyoma.


"Dimana sih?" tanya Naya.


"Kamu nyari apa Naya?" tanya Hyoma.


-


Jam 06.00


Hyoma masuk ke kamar Naya dia berniat membangunkan Naya dari tidurnya.


"Nay bangun." ucap Hyoma di samping Naya.


"Naya?" ucap Hyoma kembali.


"Gak mau sekolah." ucap pelan Naya.


"Kamu sakit?" tanya Hyoma sambil memeriksa tubuh Naya.


"Kalau gitu kita ke dokter sekarang yah." ucap Hyoma.


"Gak mau aku mau istirahat aja." ucap Naya.


"Yaudah kamu istirahat yah tidur lagi." ucap Hyoma sambil mengusap rambut Naya.


Dred dred


Tomoya


"Nay kalau kamu sakit kamu istirahat jangan masuk sekolah."


Hyoma langsung melihat ke arah notif yang muncul di lock screen hp Naya.


-


Jam 08.00 Bell sekolah berbunyi semua masuk ke dalam kelas mereka kecuali ibu kantin yang ada di kantin.


"Selamat pagi anak-anak." ucap guru Kimia.


"Pagi bu." jawab para murid.


"Bagaimana hari kalian semua baik?" tanya guru kimia.


"Baik bu." jawab para murid.


"Sudah belajar untuk hari ini?" tanya bu guru kembali tetapi para murid terdiam mereka lupa kalau hari ini mereka akan ulangan kimia di jam pertama.


"Sekarang kalian duduk secara acak yang kanan berpindah saling menyilang dari barisan satu ke tiga dan dua ke empat." ucap guru kimia, para murid langsung pindah dari tempat duduk mereka ke barisan lain.


Tomoya duduk bersama Deva teman duduk Naya terlihat dari muka Tomoya yang sedang tidak bersemangat.


"Kenapa lo kangen sama Naya kan?" bisik Deva kepada Tomoya.


"Kata siapa." ucap Tomoya.


"Ah lo itu malu kan ngomong sama si Naya kalau lo itu suka sama dia." bisik Deva kembali.


"DEVA!" seru guru kimia Deva hanya tersenyum dan menunduk.


Sedangkan Naya terus menyelesaikan cerita yang dia buat sambil menulis catatan hariannya di sebuah buku.


Namanya benar benar indah dia memberiku kebahagiaan di setiap hari di setiap waktu terimakasih Matsumura Tomoya pelangi ku


-


Waktu pulang tiba seperti biasanya Tomoya berjalan kaki pulang dari sekolahnya.


Hyoma mengikuti Tomoya dari belakang dengan motornya yang berjalan pelan saat jalanan kosong Hyoma tiba-tiba memberhentikan motornya di depan Tomoya dia melepas helm menghampiri Tomoya, Hyoma menarik kerah baju Tomoya.


"Dasar bodoh!" ucap Hyoma sambil mendorong Tomoya hingga dia terjatuh.


"Naya pacarku!" ucap Hyoma.


"Apa maksudmu?" ucup Tomoya sambil berdiri.


Tiba-tiba Naya menelpon Hyoma dia langsung mengangkat telponnya.


"Kamu dimana Koki udah pulang kamu masih dimana Hyoma?" tanya Naya dalam telpon.


"Iya Nay aku lagi jalan tadi ada urusan sebentar." jawab Hyoma di telpon.


Hyoma mematikan telponnya dia langsung pergi meninggalkan Tomoya.


Tok


Tok


Tok


Hyoma masuk kedalam kamar Naya sambil membawa semangkuk bubur dan air putih.


"Kamu pasti belum makan kan?" ucap Hyoma sambil duduk di sebelah Naya.


"Buka mulut kamu Nay." ucap Hyoma sambil menyuapi Naya.


"Besok anterin aku yah." ucap Naya.


"Kemana?" tanya Hyoma.


Malam berlalu Naya tetap melanjutkan tulisannya beberapa kali juga Naya berusaha menghubungi Tomoya tetapi Tomoya tidak menjawab Naya.


Jam 08.00 bell sekolah berbunyi Naya segera masuk ke kelasnya sama seperti murid lainnya di kelas sesekali Naya melihat ke arah Tomoya tapi Tomoya tidak terlihat seperti biasanya.


Waktu berlalu bell istirahat tiba Naya harus menyelesaikan kerja kelompoknya di perpustakaan bersama teman-teman kelompoknya.


"Nay lo ngerti gak?" tanya Deva.


"Gue gak tau." jawab Naya. Naya benar-benar kebingungan dengan pekerjaannya.


Setelah selesai dengan pekerjaannya mereka masih memiliki waktu untuk istirahat.


"Tomoya." ucap Naya sambil menahan Tomoya.


Tomoya berhenti melihat ke arah Naya dengan malas.


"Lo kenapa sih?" tanya Naya.


"Ga papa." jawab Tomoya.


"Gue serius apa gue punya salah sama lo? Gue minta maaf deh." ucap Naya.


"Naya." ucap Hyoma yang menghampiri Naya.


Tomoya langsung pergi keluar perpustakaan sambil membawa semua bukunya.


"Tomoya." ucap Deva yang menyusulnya.


"Tunggu." ucap Deva kembali Tomoya memberhentikan langkahnya.


"Lo ke duluan yah sama Hyoma." ucap Deva.


"Apaan sih." ucap Tomoya.


"Udah ngaku aja lo, lo pasti cemburu kan liat Naya sama Hyoma." ucap Deva.


"Tidak ..... Saya tidak cemburu." ucap Tomoya sambil pergi kembali ke kelasnya.


Saatnya pulang sekolah Naya dan Hyoma pergi ke gramedia mencari buku yang Naya cari.


"Nay dengerin ini." ucap Hyoma yang membaca kata-kata bagian depan buku.


"Jika cinta tidak bisa di miliki apa rasa sayang ini harus ku buang?" ucap Hyoma.


"Kamu baca itu emang pengen baca atau......." ucap Naya sambil menunjuk Hyoma.


"Buat kamu, kalau nanti suatu saat kita udah gak-" ucap Hyoma yang terpotong cubitan Naya.


"Jangan gitu ah Hyoma." ucap Naya seperti anak kecil.


Pulang dari gramedia Naya dan Hyoma sempat mampir ke mall.


"Ini udah mau jam sepuluh Hyoma sebentar lagi tutup." ucap Naya.


"Kalau mall gak buka 24 jam kita pergi ke indomaret aja kalau gitu." ucap Hyoma.


"Mau ngapain kesana?" tanya Naya.


"Gak ngapa ngapain." jawab Hyoma.


"Gak itu gak ini kenapa sih orang jepang aneh aneh." ucap Naya dalam hatinya.


-


Tok


Tok


Tok


Hyoma masuk ke dalam kamar Naya seperti biasa Naya sedang menulis ceritanya.


"Akhirnya selesai." ucap Naya.


"Kamu mau ngirim ke penerbit mana?" tanya Hyoma.


"Gak tahu tapi nanti Tomoya yang bantu aku." jawab Naya


"Tomoya." ucap Hyoma sambil membuang mukanya.


"Kamu kenapa?" tanya Naya.


"Bisa gak? gak usah bawa cowok lain." ucap Hyoma.


"Maksud kamu? Kamu cemburu." ucap Naya.


"Iya! Aku cemburu." ucap Hyoma.


Sebelum tidur Naya menghubungi Tomoya bahwa cerita yang dia buat sudah beres.


"Serius bisa?" tanya Naya dalam telpon.


"Iya nanti aku kirim naskahnya sekalian di revisi lagi." ucap Tomoya.


"Oh iya Nay nanti minggu kamu ada waktu gak?" tanya Tomoya.


"Gak tahu emang kenapa?" tanya Naya.


"Bibiku minta kita ketemu sama dia." ucap Tomoya.


"Bibi kamu itu sebagai penerbit langsung?" tanya Naya.


"Iya dia langsung nanti kita lanjut obrolin minggu aja sekarang aku mau revisi." ucap Tomoya.


"Oke." ucap Naya.


"Malam Nay."


"Malam."