
Dred dred
Alarm hp berbunyi dan bergetar pada jam 06.00 seorang gadis cantik yang tersorot pantulan sinar matahari terbangun dari tidurnya.
-
Tringgg
Suara bell masuk berbunyi semua murid langsung duduk di bangku mereka.
"Selamat pagi anak-anak yang bapak cintai." ucap pak Bani yang memasuki kelas dengan seorang laki-laki.
"Pagi pak." jawab para murid.
"Silahkan perkenalan dirimu." ucap pak Bani.
"Selamat pagi semuanya." ucap seorang laki-laki yang berada di depan kelas.
"Pagi." jawab para murid yang duduk di bangku mereka.
"Perkenalan nama saya Matsumura Tomoya saya dari Jepang."
"Jepang!" seorang perempuan yang duduk di kursinya tiba-tiba terkejut mendengar ucapan Tomoya di depan kelas.
"Kamu kenapa Naya?" tanya pak Bani.
"Eh bapak saya ga papa kok pak." jawab perempuan yang bernama Naya.
Setelah Tomoya memperkenalkan diri yang artinya Tomoya menjadi murid baru di kelas 10 MIPA 3.
Pukul 10.30 bell istirahat berbunyi semua murid meninggalkan kelasnya pergi ke kantin tetapi tidak dengan Naya dia pergi ke perpustakaan mencari buku tentang Jepang kesukaannya.
Naya sangat senang membaca dan menulis dia bercita-cita menjadi seorang penulis yang terkenal bisa membagikan ceritanya kepada pembaca.
"Itu kan cowok baru yang tadi?" tanya Naya di dalam hatinya. Naya pergi menghampiri Tomoya yang sedang berdiri di depan rak buku mencari buku untuk dia baca.
"Hai." ucap Naya kepada Tomoya. Tomoya melihat Naya yang berada di sampingnya sedang tersenyum.
"Gue Naya." ucap Naya sambil mengulurkan tangannya. Tomoya terdiam melihat Naya.
"Tomoya." ucap Tomoya sambil menjabat tangan Naya.
Tomoya melepaskan tangannya kembali mencari buku di rak buku.
"Lo nyari apa?" tanya Naya kepada Tomoya.
"Ga nyari apa apa sih." jawab Tomoya.
"Lah gimana sih ni orang." ucap Naya dalam hatinya yang di buat aneh oleh Tomoya.
"Eh mending lo bantuin gue." ucap Naya.
"Bantu apa?" tanya Tomoya.
Naya membawa Tomoya ke sebuah meja yang terdapat buku belajar bahasa Jepang dan ada beberapa buku lainnya.
Tomoya memperhatikan buku yang Naya simpan di atas meja.
"Lo bantuin gue yah please lo mau kan."ucap Naya sambil memohon kepada Tomoya.
"Ini?" tanya Tamoya sambil mengambil buku belajar bahasa Jepang. Naya menganggukkan kepalanya.
Tomoya membantu Naya dalam belajar bahasa Jepang yang sudah lama Naya ingin bisa menguasai kata-katanya.
"Eh kenapa lo pindah ke Indonesia kenapa gak diem di Jepang aja menurut gue pasti lebih enak di Jepang kan?" tanya Naya.
"Saya pindah karena ikut dengan orang tua saya yang berkerja di Indonesia dan kamu salah Jepang dan Indonesia itu sama saya menurut saya." ucap Tomoya.
"Tapi gue dari dulu pengen banget ke Jepang gue juga punya koleksi komik, anime, lagu-lagu, foto, poster pokonya semua tentang Jepang deh tapi gue gak ngerti bahasanya." ucap Naya. Tomoya hanya tertawa mendengarkan Naya.
"Sampai begitunya kamu menyukai Jepang?" tanya Tomoya.
"Gue juga dulu waktu kecil punya temen yang namanya Hyoma sama Koki mereka orang Jepang juga sama kaya lo." ucap Naya.
"Terus sekarang?" ucap Tomoya.
"Mereka balik ke Jepang jadi gue gak bisa sama mereka lagi." ucap Naya.
"Lo pulang kemana? Gak mungkin kan lo pulang ke Jepang?" tanya Naya. Tomoya kembali tertawa mendengar ucapan Naya yang begitu polos.
"Rumah saya tidak terlalu jauh dari sini saya bisa berjalan kaki." ucap Tomoya kepada Naya.
"Ih jangan itu capek tau mending lo ikut bareng gue." ucap Naya.
"Itu tidak perlu saya sudah terbiasa berjalan." ucap Tomoya.
"Tomoyaaaa." ucap Naya yang sedikit kesal.
Tiba-tiba sebuah mobil putih berhenti di depan Naya dan Tomoya.
"Ikut gue yah gue anter lo pulang anggap aja ini balesan dari gue karena tadi lo ngajarin gue bahasa Jepang." ucap Naya sambil membuka pintu mobil.
Tomoya masuk ke dalam mobil yang menjemput Naya pulang mereka duduk di kursi bagian belakang berdua.
"Liat deh gue punya Inazuma Eleven Go the movie." ucap Naya sambil memperlihatkan handphone nya kepada Tomoya.
"Oh saya tahu saya sudah pernah melihat ini." ucap Tomoya.
"Serius udah? Iya juga sih ini kan film tahun lalu." ucap Naya sambil mematikan handphone miliknya.
"Kenapa di matikan?" tanya Tomoya.
"Habisnya gak seru kalau udah tahu ceritanya." ucap Naya.
"Kalau begitu bagaimana nonton ini." ucap Tomoya sambil memperlihatkan handphone miliknya.
"Apa itu?" tanya Naya.
"Kau lihat saja." jawab Tomoya.
Tomoya dan Naya menonton saat di perjalanan sampai Tomoya bilang kepada Naya untuk memberhentikan mobilnya.
"Rumah lo yang mana?" tanya Naya.
"Ini yang warna putih." ucap Tomoya.
Naya melihat rumah Tomoya dari dalam mobil.
"Makasih yah." ucap Tomoya. Naya langsung membalikkan badannya terlihat Tomoya yang sangat dekat dengannya.
"I-iya." ucap Naya.
Tomoya membuka pintu mobil keluar di sana berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Keesokannya Naya dan Tomoya masuk sekolah seperti biasa saat pelajaran olahraga Naya berbaris di samping Tomoya. Guru olahraga menyuruh murid-muridnya untuk melakukan pemanasan secara berpasang-pasangan.
Yang satu menghitung dan satunya melakukan pemanasan.
"Tomoya gue capek." ucap Naya yang baru 5 kali skot jump.
"Ayo kamu pasti bisa." ucap Tomoya yang memberi dukungan kepada Naya.
Selesai olahraga para murid diperbolehkan untuk bebas murid laki-laki bermain basket sedangkan murid perempuan pergi ke kantin.
"Lo gimana sekarang belajar bahasa Jepang lo?" tanya Deva kepada Naya.
"Gue masih pusing sih malah yang kemarin Tomoya ajarin ke gue malah ilang semua dari otak gue." jawab Naya.
Selesai dari kantin Naya menghampiri Tomoya yang sedang diam di pinggir lapangan, Naya duduk di samping Tomoya.
"Buat lo." ucap Naya sambil memberikan botol air minum kepada Tomoya.
"Makasih." ucap Tomoya yang menerima minum dari Naya.
Jam 16.00 bell pulang berbunyi Naya seperti biasa menunggu jemputan di depan gerbang sekolah sedangkan Tomoya berjalan kaki pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Naya mencoba menulis sebuah kata dengan bahasa Jepang tapi dia kebingungan bahkan menulis namanya sendiri dengan bahasa Jepang dia tidak bisa.
Naya membuka lembaran buku yang sudah dia catat, yang isinya huruf-huruf dan kata dalam bahasa Jepang.
Satu kata ini yang bisa Naya tulis dalam bahasa Jepang yaitu Tomoya.