
Koki memutar lagu Monster dari Super Dragon di handphone miliknya dengan menggunakan headphone yang dia gunakan sambil berjoget.
"Koki." ucap Naya.
"Koki!" ucap Naya.
Naya langsung melepaskan headphone Koki.
"Eh Nay kenapa? Manggil gue?" tanya Koki, Naya mengeluarkan nafasnya dengan kasar.
"Hyoma mana?" tanya Naya.
"Ya mana gue tahu." jawab Koki.
Naya langsung pergi mencari Hyoma ke setiap ruangan di sekolahnya semua ruangan Naya cari tapi Naya tidak menemukan Hyoma.
Tiba-tiba Naya mendengar suara di arah gudang sekolah Naya langsung pergi ke gudang.
"TOMOYA!"
Naya melihat Tomoya yang terjatuh di lantai.
"Na-ya." ucap Tomoya.
Seorang laki-laki yang bersama Tomoya membalikkan badannya.
"Nay?" ucap Hyoma.
Naya langsung berlari menghampiri Tomoya tapi Hyoma menahan Naya untuk menghampiri Tomoya.
"Tomoya!" ucap Naya.
"Nay denger dia itu gak baik buat kamu!" ucap Hyoma.
"Apa! Apa maksud kamu Hyoma dia baik sama aku dia yang bantu aku!" ucap Naya.
"Kamu bisa berteman sama yang lain tapi enggak sama dia!" ucap Hyoma.
Naya menghampiri Tomoya yang masih terdiam.
"Naya!" ucap Hyoma sambil menarik tangan Naya yang membuatnya berbalik badan.
"Dengerin aku." ucap Hyoma sambil mempererat pegangannya.
"Hyoma sakit." ucap Naya sambil melihat ke arah kedua tangannya.
"Dengerin aku Naya!" ucap Hyoma.
"Tapi ini sakit kamu kasar banget sih." ucap Naya.
Tiba-tiba Tomoya memukul Hyoma sampai dia terjatuh Naya terkejut melihat Tomoya memukuli Hyoma pacarnya.
"LO BUKAN LAKI-LAKI KALAU LO NYAKITIN PEREMPUAN!!!" ucap Tomoya sambil menunjuk Hyoma.
"Tomoya udah kita pergi aja sekarang dari sini." ucap Naya.
Naya dan Tomoya pergi ke ruang UKS Naya mengobati Tomoya dengan hati-hati.
"Apa yang lo sama Hyoma sembunyi dari gue?" tanya Naya.
"Itu bukan apa apa." jawab Tomoya.
"Tomoya apa yang lo sembunyi dari gue?" tanya Naya kembali.
"Ga ada Nay." jawab Tomoya.
Ekspresi muka Naya langsung berubah menjadi kesal kepada Tomoya.
"Naya kamu marah?" tanya Tomoya.
"Naya?" tanya Tomoya.
"Ya lo main rahasia rahasia an di belakang gue." ucap Naya.
"Serius ini bukan tentang apa apa." ucap Tomoya.
Naya tetap marah dia tidak memperdulikan Tomoya yang berusaha membuat dia agar tidak marah.
"Nay. Jangan marah dong nanti pelangi nya gak keliatan." ucap Tomoya.
"Kan pelangi datang setelah hujan." ucap Naya.
"Bagaimana pelangi itu kalau tidak ada?" ucap Tomoya.
"Emm... Tapi lo bakal selalu ada kan." ucap Naya.
"Langit selalu dengan awan bukan pelangi." ucap Tomoya.
"Yaudah lo jadi awan nya aja." ucap Naya.
"Gak bisa." ucap Tomoya.
"Kenapa?" tanya Naya.
"Karena awan nya itu Hyoma." ucap Tomoya.
Sesaat Naya dan Tomoya menjadi hening.
"Tapi gue pengennya lo bukan Hyoma. Dia kasar gak kaya lo pelangi gue." ucap Naya dalam hatinya.
--------
"Jangan marah dong." ucap Hyoma kepada seorang perempuan.
"Ya habis kamu lebih milih Naya dari pada aku." ucap seorang perempuan yang menyenderkan dirinya di dinding koridor.
Hyoma menyimpan tangan kirinya di dinding sedangkan yang kanan dia masukan ke dalam saku celananya.
"Nambah canti deh." ucap Hyoma sambil memegang dagu perempuan itu.
"Pokonya hari minggu besok kamu temenin aku pergi jalan." ucap perempuan itu sambil meninggalkan Hyoma.
Tiba-tiba Koki datang dengan gaya nya yang mengunyah permen karet headphone tergantung di leher.
"Mau sampai kapan lo bohongin Naya?" tanya Koki.
Pulang sekolah Naya tidak ikut dengan Hyoma di pulang seperti biasa di jemput.
"Nay gimana gue denger cerita lo lagi di kirim ke penerbit." ucap Koki.
"Iya lagi di kirim." ucap Naya
Sampai rumah Hyoma langsung meminta maaf kepada Naya.
"Sore kita jalan yah." ucap Hyoma.
"Nay aku kan udah minta maaf "ucap Hyoma kembali.
"Minta maaf nya sama Tomoya." ucap Naya.
"Iya nanti aku minta maaf sama dia tapi kamu maafin aku dulu dong." ucap Hyoma.
----------------
"Nay liat langitnya bagus." ucap Hyoma.
Naya menghampiri pacarnya melihat ke arah langit yang di lihat pacarnya.
"Iya bagus." ucap Naya.
Tiba-tiba Naya teringat dengan ucapan Tomoya ketika mereka di UKS sekolah.
"Langit selalu dengan awan bukan pelangi." ucap Tomoya.
"Yaudah lo jadi awan nya aja." ucap Naya.
"Gak bisa." ucap Tomoya.
"Kenapa?" tanya Naya.
"Karena awan nya itu Hyoma." ucap Tomoya.
Naya pergi menghabiskan waktunya dengan Hyoma seperti biasa Naya selalu mengunjungi gramedia.
"Emang kamu udah beres baca buku yang kemarin?" tanya Hyoma.
"Belum sih." ucap Naya sambil mengambil buku yang berjudul Langit.
"Seperti kamu langitku selalu ada ku lihat tapi tak bisa ku raba." ucap Naya dalam hatinya yang sedang membaca qoutes di buku.
Naya memutuskan untuk membeli buku tersebut untuk dia baca. Sampai di rumah sebelum tidur Naya membaca buku langit yang tadi dia baca.
Tringgg
"Nay besok bisa kan?" tanya Tomoya dalam telpon.
"Iya bisa jam berapa?" tanya Naya.
"Jam 10." ucap Tomoya.
"Oke sampai jumpa besok." ucap Naya.
Setelah mematikan telpon dari Tomoya seseorang ada yang mengetuk pintu kamar Naya yang membuat dia tidak melanjutkan membaca bukunya.
"Tunggu." ucap Naya sambil berjalan ke arah pintu kamar nya.
Naya membukakan pintu kamarnya di depan kamarnya ada Hyoma yang membawa segelas susu dan beberapa kue cemilan.
"Aku tau kamu belum tidur." ucap Hyoma sambil masuk ke dalam kamar Naya.
"Oh iya besok kamu temenin aku yuk." ucap Naya sambil berjalan ke tempat tidurnya.
"Besok?" ucap Hyoma.
"Iya jadi besok itu aku mau pergi ketemu sama penerbit dia bibi Tomoya." ucap Naya.
"Sama Tomoya juga?" tanya Hyoma.
"Ya-iya." ucap Naya.
"Hyoma kamu ikut yah sekalian kamu minta maaf." ucap Naya.
"Aku gak bisa Nay. Siska-"
"Siska?" tanya Naya.
"Siska siapa?" tanya Naya kembali.
"Emm itu jadi besok tuh aku mau ngerjain kerja kelompok kumpulnya di rumah Siska." ucap Hyoma.
"Kamu gak bisa dong." ucap Naya.
"Iya maaf yah." ucap Hyoma sambil mengusap pipi Naya.
-------------
Jam 10.00 Naya menunggu Tomoya di taman.
"Mana sih." ucap Naya sambil melihat kanan kiri.
Setibanya Tomoya di taman dia langsung menghampiri Naya.
"Ternyata Tomoya keren juga kalau pake baju bebas gini." ucap Naya dalam hatinya.
"Nay ayo jadi gak." ucap Tomoya.
"Eh iya jadi kok jadi." ucap Naya.
Tomoya dan Naya pergi ke sebuah restoran bertemu bibi Tomoya yang akan menerbitkan cerita Naya.
"Ceritanya bagus saya tertarik." ucap bibi Tomoya.
"Kalian membuatnya berdua?" tanya bibi Tomoya.
"Itu buat-"
"Iya kita berdua yang buat." ucap Naya yang memotong ucapan Tomoya.
"Oke bagus nanti saya kabarin kalian setelah saya berdiskusi dengan team saya." ucap bibi Tomoya sambil melihat cerita yang Naya buat.