
Satu bulan berlalu perginya Tomoya ke Jepang membuat Naya tetap masih mengingatnya selama Tomoya pergi Naya terus berusaha mempelajari bahasa Jepang sampai sekarang dia sudah lumayan lancar untuk berbicara menggunakan bahasa Jepang.
Naya selalu menginginkan dirinya untuk bisa pergi ke Jepang Naya selalu menabung sedikit sedikit menyimpan uangnya untuk pergi ke Jepang.
Tok
Tok
Tok
Hyoma masuk ke dalam kamar Naya dengan penampilan yang sudah rapi Hyoma hari ini memutuskan secara tiba-tiba untuk pergi kembali ke Jepang.
"Gak! Ga mau!" ucap Naya.
"Nay aku harus pergi sekarang." ucap Hyoma.
"Terus kita LDR gitu?" ucap Naya.
"Naya aku cuman pergi sebentar." ucap Hyoma sambil memegang pipi Naya.
"Aku gak mau!" ucap Naya.
Hyoma langsung memeluk Naya dengan erat.
"Maafin aku Nay aku juga gak mau kita pisah tapi ini buat kita juga." ucap Hyoma dalam hatinya.
Hyoma pergi bersama Koki jelas Naya tidak ingin mereka pergi kembali ke Jepang meninggalkan Naya sendiri. Naya bersekolah seperti biasanya.
"Nay. Lo harus percaya mereka pasti kembali." ucap Deva sambil mengusap Naya.
Setip hari Naya terus memperdalami bahasa Jepang sudah satu tahun juga berlalu dan Naya sudah lost contact dengan Hyoma. Dia tahu kalau ini akan berakhir dengan perpisahan baginya dan juga Hyoma.
Naya memutuskan untuk pergi ke Jepang uang tabungan Naya sudah lebih dari cukup untuk pergi ke Jepang walaupun Naya terkadang lupa dengan bahasa Jepang tapi Naya bisa berbicara dengan berbahasa Inggris.
Naya tiba di Jepang dengan kebingungan dia tidak tahu kemana lagi dia harus pergi malam berlalu Naya masih di luar dia benar benar tidak tahu harus kemana dia sekarang.
Tiba-tiba sekelompok laki-laki yang sedang mabuk menghampiri Naya mereka mencoba menggoda Naya. Naya sangat ketakutan dia berusaha melarikan diri dari mereka Naya memukuli orang orang itu dengan tas yang dia bawa tapi usaha Naya tidak berhasil mereka terus mendekati Naya.
Naya berlari se kencang mungkin sampai Naya lolos dari kejaran sekelompok laki-laki yang sedang mabuk tadi.
Brug
"Maaf....Maaf....." ucap Naya sambil menangis.
"Naya?"
Naya menegakkan kepalanya terlihat seorang laki-laki yang sangat dia kenal.
"Hyoma?"
Naya langsung memeluk Hyoma sambil menangis.
"Nay kamu kenapa?" tanya Hyoma sambil mengusap kepala Naya.
"Bawa aku pergi dari sini, aku takut aku gak mau di sini." ucap Naya sambil mempererat pelukannya.
Hyoma membawa Naya ke sebuah rumah hanya ada mereka berdua di sana.
"Kamu kenapa? Kok kamu bisa di sini?" tanya Hyoma.
"Aku gak tau lagi koper aku juga di ambil mereka." ucap Naya.
"Terus barang barang kamu yang lain?" tanya Hyoma.
"Sebagian ada di aku." ucap Naya.
Hyoma langsung memeluk Naya.
"Kamu istirahat dulu yah." ucap Hyoma.
Besok harinya Hyoma seperti biasa membuka usaha ramen kecil milik keluarganya.
"Aku bantuin yah." ucap Naya.
"Kamu di rumah aja Nay." ucap Hyoma.
"Gak mau ah nanti kalau ada orang asing ke sini gimana." ucap Naya.
Naya akhirnya di boleh kan untuk ikut membantu Hyoma.
"Ini buatan kamu?" tanya Naya sambil melihat ramen yang sudah Hyoma buat untuknya.
"Iya cobain." ucap Hyoma sambil menyimpan segelas air minum di samping Naya.
Naya mencoba ramen buatan Hyoma sedangkan Hyoma sedang membuat kan ramen pesanan, selesai mengantar pesanan Hyoma kembali ke meja Naya.
"Gimana?" tanya Hyoma sambil duduk.
"Enak, aku jadi pengen deh buat." ucap Naya.
Sesampainya di rumah Hyoma mengajarkan Naya bagaimana membuat ramen ala ala keluarga dia.
"Selesai." ucap Naya.
"Kamu sekarang cobain." ucap Naya sambil membawa ramen kepada Hyoma.
"Ini pasti enak nih." ucap Hyoma.
"Kamu coba dulu." ucap Naya.
Hyoma memakan ramen buatan Naya tanpa berhenti Hyoma terus memakan ramen.
"Gimana?" tanya Naya, Hyoma hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Enak, pasti kamu tambahin bumbu cinta kan?" ucap Hyoma.
Selesai makan ramen Hyoma membawa Naya pergi keluar rumah.
"Kamu tau gak ada satu hal yang aku takutin di Jepang." ucap Naya.
"Apa?" tanya Hyoma.
"Hantu." ucap Naya.
Hyoma langsung tertawa terbahak bahak menertawakan Naya.
"Ih aku serius." ucap Naya.
"Pantes aja dari kemarin gak mau di tinggal." ucap Hyoma.
"Ih jangan gitu ah." ucap Naya.
"Gimana udah silahturahmi sama mereka." ucap Hyoma sambil tertawa.
"Hyomaaaa." ucap Naya yang ketakutan sambil memegang tangan Hyoma.
"Denger, selama ada aku kamu aman." ucap Hyoma sambil memegang pipi Naya.
Jarak Hyoma dan Naya sangat dekat sekali bahkan tanpa penghalang di antara mereka. Hyoma mendekatkan wajahnya dengan wajah Naya.
"Emm Hyoma." ucap Naya.
Hyoma memundurkan langkahnya dari pandangan Naya.
Hari demi hari Naya dan Hyoma membuka kedai ramen bersama.
"Hyomaaaaa." ucap seorang perempuan yang masuk ke kedai.
"Dimana?" ucap perempuan itu kepada Naya.
"Emmm..."
"Apa?" ucap Hyoma.
"Hyomaaa." ucap perempuan itu sambil menghampiri Hyoma.
Perempuan itu menyimpan kedua tangannya di leher Hyoma. Naya terlihat sangat cemburu dia pergi meninggalkan kedai.
"Nay, Nay tunggu Nay." ucap Hyoma.
Hyoma berhasil menahan tangan Naya. Naya langsung menampar Hyoma.
"Ternyata bener feeling aku selama ini, kamu selingkuh lagi kan!" ucap Naya sambil menangis.
"Enggak Nay aku gak selingkuh." ucap Hyoma.
Naya melepaskan tangannya dari Hyoma dia pergi meninggalkan tempat.
Naya sampai di sebuah taman yang luas.
"Kok rasanya gue kaya yang pernah liat orang itu sih?" tanya Naya di hatinya.
"Tomoya?!"
Tomoya pergi berjalan Naya yang berada di belakang Tomoya merasa itu adalah memang benar Tomoya temannya.
"Tomoya!" ucap Naya.
Kaki Tomoya berhenti melangkah dia membalikkan badannya.
"Na-Naya?!"
Naya menghampiri Tomoya.
"Kok kamu bisa di sini?" tanya Tomoya.
"Lo ngilang dari gue!" ucap Naya sambil memukul Tomoya.
"Aku tidak sempat untuk melakukan perpisahan denganmu." ucap Tomoya.
"Kenapa?" tanya Naya.
"Karena berpisah dari mu itu menyakitkan." ucap Tomoya dalam hatinya.
"Justru dengan cara lo kaya gini, lo gak anggap gue sebagai teman baik lo apa!" ucap Naya.
"Kamu lebih dari itu langitku." ucap Tomoya dalam hatinya.
"Tomoya! Kok lo malah diem sih." ucap Naya sambil memukul Tomoya.
"Ikut aku." ucap Tomoya sambil menggenggam tangan Naya.
"Gue kangen sama lo." ucap Naya dalam hatinya.
"Aduh gue melemah kalau gini caranya." ucap Naya dalam hatinya.
"Jangan sama badut gue takut Tomoya!" ucap Naya yang berada di belakang Tomoya.
"Kamu buat dia pergi Nay." ucap Tomoya.
"Gue takut tau." ucap Naya.
Naya pergi menghabiskan harinya dengan Tomoya hari ini.
"Terus sekarang kamu tinggal dimana?" tanya Tomoya sambil melihat ke arah depan.
"Sama Hyoma." jawab Naya sambil memakan es krim.
Tomoya langsung melihat ke arah Naya.