The Secret Of The Sky

The Secret Of The Sky
Dua Belas



Saat malam tiba Naya dan Tomoya masih berada di luar sudah jam delapan malam mereka duduk di taman melihat langit.


Dred dred


Hyoma❤


"Nay kamu di mana?"


Naya langsung melihat jam di handphone nya.


"Emm..." ucap Naya sambil berdiri.


"Kenapa Nay?" tanya Tomoya.


"Gue harus pergi sekarang." ucap Naya.


Naya belum melangkahkan kakinya Tomoya langsung menarik tangannya hingga Naya berbalik kepada Tomoya.


-


Tok


Tok


Tok


Hyoma membukakan pintu untuk Naya.


"Nay dari mana kamu?" tanya Hyoma.


"Aku cuman pergi jalan jalan." ucap Naya.


"Kan bisa aku yang nemenin kamu." ucap Hyoma.


"Tiap kamu pulang tuh kamu lupa sama waktu pergi sama siapa kamu." ucap Hyoma.


"Sendiri." ucap Naya.


Kali ini setiap Naya pergi Hyoma selalu mengikutinya kemana dia pergi.


"Tom-" ucap Naya yang terpotong.


Tomoya sedang bersama seorang perempuan yang selalu datang ke ramen di kedai Hyoma terlihat Tomoya sedang berbicara dengan perempuan itu tiba-tiba perempuan itu memeluk Tomoya.


Naya terkejut dia langsung pergi berlari sambil menangis.


"Nay kamu kenapa?" tanya Hyoma.


"Bawa aku pulang dari sini aku pengen pulang sekarang." ucap Naya.


Hyoma membawa Naya pulang ke rumah Naya diam di kamarnya.


Pagi tiba matahari mulai muncul Naya meraih kan kedai ramen sedangkan Hyoma sedang mempersiapkan ramen untuk pelanggan.


Tringgg


"Hyomaaaaaa." ucap perempuan yang kemarin bersama Tomoya itu masuk kedalam kedai.


Terlihat dari muka Naya yang sudah sangat bosan dengan kedatangan perempuan itu ke kedai yang hampir setip hari dia datang.


"Berhenti!" tegas Hyoma.


Semua yang berada di kedai melihat ke arah Hyoma yang membetak perempuan itu.


"Sayang!" ucap perempuan itu.


Hyoma pergi membawa perempuan itu keluar kedai ramen miliknya.


Naya tetap berkerja dia tidak mau membuat pelanggannya kabur karena kejadian Hyoma tadi.


Jam sembilan malam kedai di tutup Hyoma dari tadi terlihat seperti memiliki masalah yang dia tutupi.


"Hyoma." ucap Naya pelan.


Hyoma hanya melihat ke arah Naya. Naya duduk di samping Hyoma dia menyenderkan kepalanya di bahu Hyoma.


"Kamu kenapa sih?" tanya Naya.


Tringg


Tringg


Tringg


Naya pergi ke pintu utama untuk membukakan pintu.


Klek


Naya langsung membalikkan badannya tapi Tomoya langsung menahan tangannya.


"Tunggu Nay." ucap Tomoya.


"Gue mau masuk mau istirahat." ucap Naya.


"Naya tunggu." ucap Tomoya.


"Tomoya lepasin tangan gue!" ucap Naya.


Hyoma pergi ke pintu depan rumahnya dia langsung menarik Naya dari Tomoya.


"Bisa gak lo gak ganggu ini udah malam lo pergi dari sini." ucap Hyoma.


Tomoya terdiam kemudian dia pergi dari rumah Hyoma.


Naya pergi ke kamarnya beristirahat Hyoma dengan pelan pelan keluar dari rumahnya.


"Cepat ada apa?" tanya Hyoma kepada Tomoya.


"Ayah ingin bertemu denganmu." ucap Tomoya.


Naya belum tertidur dari jendela kamarnya dia melihat Hyoma dan Tomoya yang sedang berbicara.


"Gak gue gak mau." ucap Hyoma.


"Mending lo pergi sekarang." ucap Hyoma kembali.


"Ta-tapi dia selalu menanyakan tentang mu." ucap Tomoya.


"Gue gak perduli dia yang pergi ninggalin gue sama ibu gue dia penghancur kebahagiaan gue!" tegas Hyoma.


Karena jarak Naya yang jauh dari mereka Naya tidak tahu apa yang sedang mereka bahas.


Besok harinya kedai di buka seperti biasa oleh Hyoma.


"Hah? Buku siapa ini?" tanya Hyoma yang mengambil sebuah buku di atas salah satu meja.


Sebuah foto terjatuh dari buku itu Hyoma mengambil foto itu melihatnya dari foto yang jatuh ini Hyoma sudah tahu siapa pemilik buku ini.


-


Naya pergi ke taman menemui Tomoya mereka sudah membuat janji di sana jam sembilan.


"Nay." ucap Tomoya sambil menghampiri Naya.


"Tumben ngajak ketemu." ucap Tomoya.


"Gue gak tahu harus ngomong dari mana." ucap Naya.


"Kamu mau ngomong apa?" tanya Tomoya.


"Kenapa kemarin? Ada apa?" tanya Naya.


"Kemarin?" ucap Hyoma.


"Apa Nay aku gak ngerti." ucap Tomoya.


"Kemarin lo janji sama gue ketemu di lapang buat apa? Buat liat lo pelukan sama cewek!" ucap Naya.


"Nay, dia cuman kenalan aku gak melebihi apa apa." ucap Tomoya.


"Terus kenapa lo bisa kerumah Hyoma?" tanya Naya.


"Gue liat pas Hyoma nyuruh lo buat pulang lo itu gak beneran pulang pas gue pergi ke kamar gue liat lo ngobrol sama Hyoma ternyata bener kan apa kata gue lo main rahasia sama Hyoma di belakang gue." ucap Naya.


"Nay aku bisa jelasin." ucap Tomoya.


"Lo bohongin gue!" ucap Naya.


"Enggak Nay denger kita duduk dulu aku bakal jelasin semuanya sekarang." ucap Tomoya.


-


Hyoma membuka buku yang tertulis nama Naya di bagian depannya halaman dan halaman dengan di penuhi tulisan pulpen Hyoma baca.


"Tomoya selalu bilang kalau gue itu langit dia, kalau kita terpisah langit tau dimana kita berada karena kita memandang langit yang sama."


Hyoma terus membaca buku catatan milik Naya.


-


"Tapi kamu harus janji." ucap Tomoya.


"Apa?" tanya Naya.


"Kamu jangan bilang ini sama Hyoma kalau kamu tau dari aku." ucap Tomoya.


"Emang se rahasia itu yah?" tanya Naya.


"Jangan pernah kamu bilang ini sama Hyoma." ucap Tomoya.


"Jadi dulu itu waktu ayah Hyoma berkerja dan ibuku sebagai sekertaris dia, mereka selalu sibuk dan ibu hanya punya kak Tsuyoshi setelah meninggal suaminya yang pertama ayah kakak ku dan suatu hari ibu ku dan ayahnya Hyoma mendapatkan pekerjaan mereka terpaksa harus mencari sebuah penginapan, mereka menemukannya tapi hanya satu ruang kamar-"


"Gak mungkin, gak ini gak mungkin." ucap Naya sambil bangkit berdiri.


"Nay denger dulu." ucap Tomoya sambil berdiri menahan Naya pergi.


"Gak mungkin." ucap Naya sambil menutup mulutnya.


"Lo sama Hyoma gak mungkin sama gak mungkin!" ucap Naya sambil melepaskan pegangan Tomoya di tangannya.


"Makanya Hyoma benci sama keluarga aku itu alasannya." ucap Tomoya.


"Lo bohong gak mungkin ini semua pasti bohong." ucap Naya sambil menangis.


"Kamu jangan bilang ini sama Hyoma." ucap Tomoya sambil memegang kedua bahu Naya.


"Nay liat aku satu hal lagi yang aku selama ini mau ngomong sama kamu." ucap Tomoya.


"Apa?" ucap Naya masih tetap menangis.


"Aku tahu kamu sayang sama Hyoma percaya sama aku dia sayang banget sama kamu, kamu jangan tinggalin dia yah." ucap Tomoya.


Naya mendorong kecil Tomoya sampai dia melepaskan tangannya dari bahu Naya. Naya berlari dengan masih menangis dia kembali ke kedai tapi kedai sudah di tutup Naya pulang ke rumah di sana tidak ada Hyoma.


Naya sudah mencarinya ke setiap ruangan tiba-tiba Naya teringat dengan sesuatu yaitu buku hariannya Naya mencarinya kemana mana tetapi buku itu tidak ada.