The Secret Of The Sky

The Secret Of The Sky
Delapan



Naya dan Tomoya keluar dari rumahnya Naya menunggu Tomoya di gerbang rumahnya.


"Lo emang bisa bawa motor?" tanya Naya.


"Bisa lah." ucap Tomoya.


Bukannya naik Naya malah menertawakan Tomoya.


"Bukannya lo cuman bisa naik sepeda."ucap Naya sambil ketawa.


"Enak aja." ucap Tomoya.


Naya naik ke atas motor Tomoya.


"Keren lo kaya gini kenapa gak kaya gini aja terus." ucap Naya dalam hatinya.


Dalam perjalanan Naya tertidur dia memeluk dan menyenderkan kepalanya ke bahu Tomoya.


"Coba saja kau tahu Nay bahwa aku mencintaimu." ucap Tomoya dalam hatinya.


Sampai nya di depan rumah Tomoya mematikan motornya dia merasa Naya tidak turun beberapa kali dia menyebut nama Naya.


"Emmm...."


"Ini udah di depan rumah kamu." ucap Tomoya.


Naya terkejut dia langsung melihat ke arah rumahnya.


"Aduh sorry sorry gue malah ketiduran." ucap Naya sambil turun dari motor Tomoya.


"Saya langsung pulang yah." ucap Tomoya.


"Oh, iya." ucap Naya.


Tomoya menjalankan motor nya kembali ke rumah nya.


"Nay. Kamu dari mana? Ini udah malem banget." ucap ibu Naya.


"Tadi aku ketiduran mah jadi gak tau." ucap Naya.


"Kamu istirahat sana." ucap ibu Naya.


Naya langsung pergi ke kamarnya ketika dia masuk ke kamarnya di sana sudah ada laki-laki yang menunggu Naya di meja belajarnya.


"Darimana kamu Nay?" tanya Hyoma


"Aku capek mau tidur kamu keluar." ucap Naya.


"Nay. Kamu belum jawab aku kamu dari mana!" ucap Hyoma sambil mendekati Naya.


"Emang apa urusan kamu kalau aku pulang malam!" ucap Naya.


"Kamu juga lebih mentingin perempuan lain kan dari pada aku!" ucap Naya kembali.


"Maksud kamu?" tanya Hyoma.


"Kamu pikir aku gak liat apa kamu mesra mesraan sama perempuan lain!" ucap Naya.


"Aku gak selingkuh dari kamu." ucap Hyoma.


"Males ah mending kamu keluar sana keluarga." ucap Naya sambil mendorong keluar Hyoma.


"Kamu pergi sama siapa." ucap Hyoma.


Naya tetap mendorong Hyoma untuk pergi keluar dari kamarnya.


"Nay. Kamu gak pergi sama cewek kan." ucap Hyoma.


"Aku pergi sama Tomoya!" ucap Naya.


"Puas kamu denger itu, sekarang kamu keluar dari kamar aku." ucap Naya.


"Dengerin aku Nay. Tomoya itu bukan orang baik yang bisa kamu jadiin temen." ucap Hyoma.


"Kamu tahu apa tentang Tomoya?" tanya Naya.


"Tomoya sau-"


"Apa!" ucap Naya.


"Gak jelas banget kamu, udah deh mending sekarang kamu keluar dari kamar aku." ucap Naya kembali.


Hyoma akhirnya keluar dari kamar Naya.


Pagi hari setelah Naya selesai merapihkan kamarnya Naya turun ke lantai pertama di rumahnya untuk sarapan.


"Hyoma mana?" tanya Naya.


"Hyoma aja terus yang di tanyain." ucap Koki sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"Hyoma udah berangkat duluan." ucap ibu Naya.


Naya menarik kursi, duduk di ruang makan memakan sarapannya. Tomoya keluar dari rumahnya berangkat ke sekolah belum berapa langkah Hyoma datang menghampirinya.


"Maksud lo apa lagi!" ucap Hyoma.


"Maksud yang mana?" tanya Tomoya.


"Lo mau rebut Naya dari gue kan!" ucap Hyoma.


"Lo mau hancurin hidup gue lagi itu kan mau lo!" ucap Hyoma.


"Hyoma bukan seperti itu." ucap Tomoya.


Karena keributan Hyoma dan Tomoya ibu Tomoya dan Tsuyoshi kakak Tomoya keluar dari rumah mereka menghampiri Hyoma dan Tomoya.


"Hyoma." ucap ibu Tomoya.


"Baka (Bodoh)" ucap Hyoma.


Tringgggg


"Hyoma!" ucap Naya.


Hyoma memberhentikan langkahnya Naya berlari kecil menghampiri pacarnya.


"Kamu marah yah." ucap Naya.


"Udah bell aku masuk kelas dulu." ucap Hyoma sambil meninggal Naya.


Naya masuk ke kelasnya dia mengikuti pelajaran hari ini seperti biasanya. Bell istirahat berbunyi Naya seperti biasa pergi ke perpustakaan untuk membaca.


Naya mengambil buku dia berjalan lalu duduk di kursi meletakkan bukunya di atas meja. Tomoya yang melihat Naya di depannya segera menutup buku yang sedang dia baca Tomoya berjalan ke luar perpustakaan.


Tomoya berjalan di sepanjang koridor Naya menarik tangannya Tomoya langsung melihat ke arah tangannya.


"Lo kenapa sih, kenapa sama semua orang hari ini gak di rumah gak di mana mana." ucap Naya.


"Naya!"


Naya dan Tomoya melihat ke arah suara di belakang mereka. Hyoma berjalan mendekati Naya dan Tomoya.


Hyoma dan Tomoya saling menatap tajam satu sama lain Naya menarik tangan Hyoma mereka pergi meninggalkan Tomoya di koridor.


"Kamu dari mana tadi?" tanya Naya.


"Kamu pergi kemana." ucap Naya.


"Aku harus ngerjain tugas yang kemarin belum selesai." ucap Hyoma.


Pulang sekolah seperti biasanya Naya pergi ke rumah Tomoya untuk belajar bahasa Jepang.


"Bukannya kau tinggal dengan Hyoma dan Koki?" tanya Tomoya.


"Iya, emang kenapa?" tanya Naya.


"Mereka juga kan orang Jepang kenapa kamu tidak belajar bersama mereka?" tanya Tomoya.


"Mana mungkin mereka mau ngajarin gue cuman lo yang sabar buat ngajarin gue." ucap Naya.


"Aku suka kamu." ucap Naya dan Tomoya bersamaan di hati mereka.


Tiba-tiba ibu Tomoya datang menghampiri mereka ibunya menyuruh Tomoya pergi te tempat bibi nya bersama kakaknya.


"Tapi Naya?" tanya Tomoya.


"Naya kan sama ibu, gak papa kan Nay?" tanya ibu Tomoya.


"Iya tante gak papa." ucap Naya.


"Lo pergi aja." ucap Naya kepada Tomoya.


Tomoya pergi dari rumahnya hanya ada Naya dan ibunya di rumah.


"Nay kamu mau liat Tomoya waktu kecil?" tanya ibu Tomoya.


"Mau tante." ucap Naya dengan senang.


Naya membuka halaman album melihat setiap foto yang ada di sana


Naya hanya tersenyum setiap kali melihat foto Tomoya yang ada di album.


"Lucu banget." ucap Naya dalam hatinya.


"Coba aja kalau gue punya kakak kaya gini." ucap Naya dalam Hatinya.


"Kapan lo tau kalau gue tuh suka sama lo." ucap Naya dalam hatinya.


"Apa?!" ucap Naya kembali yang terkejut melihat sebuah foto di album Tomoya.


"Gak mungkin kalau ini Hyoma!" ucap Naya.


Naya mengambil foto lewat hp nya foto dari album keluarga Tomoya. Sampai rumah Naya langsung menghampiri Hyoma.


"Ini kamu kan?" tanya Naya.


"Jawab Hyoma!" ucap Naya.


"Emm.. Itu."


"Ada apa?" tanya Koki.


"Lo main rahasia kan sama Hyoma di belakang gue." ucap Naya sambil menghampiri Koki.


"Nay itu mungkin cuman mirip kamu liat dia pake masker mana mungkin itu aku." ucap Hyoma.


"Tapi ini kamu kan." ucap Naya.


"Bukan." ucap Hyoma.


-


Waktu istirahat tiba Naya pergi ke perpustakaan bersama Tomoya.


"Tomoya." ucap Naya.


"Gue mau Nanya sama lo." ucap Naya kembali.


"Kenapa?" tanya Tomoya.


"Lo jawab yang jujur." ucap Naya.


"Ini siapa?" ucap Naya sambil menunjukkan foto Tomoya dan Hyoma.


"Itu... Kamu dapat dari mana foto itu." ucap Tomoya.


"Ini kamu kan sama Hyoma!" ucap Naya.