The Secret Of The Sky

The Secret Of The Sky
Empat Belas



Satu tahun berlalu setelah kepergian Hyoma membuat Naya selalu membayangkannya setiap saat. Sore hari ini Naya pergi ke sebuah lapangan menikmati terbenamnya matahari.


Seorang laki-laki menghampiri Naya dari belakang tapi Naya tetap terdiam tidak membalikkan badan.


"Langitnya bagus yah." ucap Tomoya sambil duduk di lapangan.


Naya hanya mengeluarkan nafasnya lalu Naya pergi meninggalkan lapangan Tomoya berdiri dia berlari mengejar Naya.


"Nay tunggu." ucap Tomoya sambil menahan tangan Naya.


Akhirnya Naya terdiam.


"Mau sampai kapan kamu gini?" tanya Tomoya.


"Aku tahu, aku juga ngerti perasaan kamu itu gimana tapi ini udah satu tahun Nay." ucap Tomoya.


"Gue gak bisa lupain dia." ucap Naya sambil menangis memeluk Tomoya.


Tomoya langsung memeluk Naya mengusap Naya agar Naya bisa lebih tenang.


"Udah, dia udah tenang kamu jangan nangis lagi." ucap Tomoya.


Naya melepaskan pelukannya Tomoya langsung mengusap air mata Naya dengan tangannya.


"Nay, aku gak mau liat kamu sedih kaya gini kalau kamu mau aku bisa jadi pengganti Hyoma buat kamu." ucap Tomoya.


"Nay, sebenarnya aku udah lama suka sama kamu tapi aku gak bisa ngomong itu dulu." ucap Tomoya sambil memegang tangan Naya.


"Kenapa?" tanya Naya.


"Aku takut kalau nantinya persahabatan kita hancur dan kita berpisah." ucap Tomoya sambil memegang pipi Naya.


Tiba-tiba Tomoya mengeluarkan sebuah kotak dari dalam saku.


"Aku udah simpan ini dari lama buat kamu." ucap Tomoya.


Tomoya membuka kotak kecil itu Naya hanya terkejut dan tersenyum.


"Tapi kamu harus jawab dulu satu pertanyaan dari aku." ucap Tomoya.


"Apa?" ucap Naya sambil tersenyum.


"Mau kah kamu hidup bahagia bersama ku?" ucap Tomoya.


"Iya, iya gue mau." ucap Naya.


Tomoya melepas cincin yang berada dalam kotak itu memasang kepada tangan Naya.


Naya tersenyum dia langsung memeluk Tomoya dengan erat Tomoya juga membalas pelukan dari Naya.


-


Tomoya menikahi Naya pesta pernikahan mereka juga sangat meriah banyak tamu yang datang.


Hidup mereka sangat bahagia Naya dan Tomoya berencana membuat buku kembali tentang kisah mereka.


"Buku harian kamu masih ada kan?" tanya Tomoya.


"Loh, bukannya sama kamu?" ucap Naya.


"Udah aku balikin ke kamu." ucap Tomoya.


"Udah Naya." ucap Tomoya.


"Belum ih! Aku belum terima kamu belum kasih ke aku Tomoya." ucap Naya.


"Udah Naya aku udah kasih ke kamu!" ucap Tomoya.


"Belum! Kalau kamu udah ngasih ke aku pasti ada di aku!" ucap Naya.


Tomoya dan Naya saling menyalahkan satu sama lain.


Tomoya akhirnya mengalah meminta maaf kepada Naya.


"Udah deh ceritain aja yang kamu tahu." ucap Tomoya.


Naya mulai menulis apa yang dia tahu dari awal pertemuan dia dengan Tomoya pasangannya.


Satu bulan cerita Naya dan Tomoya selesai dan siap untuk di buku kan kembali yang ke dua untuk mereka.


"Tuh kan kata bibi juga bener kalau Naya itu bakal jadi pasangan kamu." ucap bibi Tomoya penerbit buku mereka.


"Sudah lah jangan bahas itu." ucap Tomoya.


Satu tahun berlalu dengan kehidupan yang damai Naya dan Tomoya jalani Naya dan Tomoya memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Raku mereka sering menemani Raku dimana pun itu.


Raku sangat menyayangi kucingnya yang bernama Kuma. Naya dan Tomoya tidak mau melewat kan moment menggemaskan anak mereka mengabaikan lewat foto.


"Lucu yah." ucap Naya ketika melihat foto Raku dengan kucing peliharaannya dalam album foto keluarga mereka.


"Apa kita buat cerita tentang Raku dan Kuma aja?" tanya Tomoya.


Pertanyaan Tomoya membuat Naya tertawa-tawa.


"Kuma kamu bilang?" ucap Naya.


"Iya Kuma kucing kita, oh atau sama Sasuke anjing tetangga sebelah kita?" ucap Tomoya.


Naya ketawa tanpa henti dia terus menertawakan ucapan Tomoya.


Kehidupan Naya dan Tomoya di penuhi dengan cerita-cerita dari kisah kehidupan mereka yang mereka bagikan lewat buku yang mereka terbitkan mereka menjadi keluarga yang bahagia mereka tinggal di Jepang tapi sesekali mereka pergi ke Indonesia dan mereka juga membuat sebuah buku di dua negara.


Buku mereka yang berhasil di terbitkan memiliki jumlah pembaca yang sangat banyak dari Indonesia dan dari Jepang.


"Bagaimana bisa menjadi keluarga penulis?"


"Emm kami hanya membagikan kisah kami yang terjadi saja dan menulis adalah hobby kami." ucap Tomoya yang menjawab pertanyaan dari salah satu wartawan di launching buku mereka.


"Ayah ibu apa kucing ku akan di kenal oleh orang banyak?" ucap Raku dengan polos.


Naya dan Tomoya tertawa mendengar ucapan anaknya yang masih kecil dan polos.


"Tentu sayang." ucap Tomoya sambil menggendong anaknya.


"Apa dia akan jadi penulis juga?" tanya Raku kembali dengan polos yang membuat kedua orang tua dia kembali tertawa.


"Tomoya jangan-jangan kamu juga gini waktu kecil." ucap Naya sambil tertawa.


"Iya aku memang seperti ini waktu kecil bahkan dulu aku mengajarkan peliharaan ku untuk hidup mandiri dan tidak berbicara kepada orang yang tidak dia kenal." ucap Tomoya.


Naya tertawa tanpa henti.