The Pierce'S

The Pierce'S
Chapter 9 ( Honeymoon )



Matahari sudah menampakan sinarnya, pertanda pagi mulai datang. Namun, tampaknya terang cahaya itu tidak membangunkan dua sosok yang tengah bergulat dalam tidurnya sampai…


“nghhh” gumam Julie menggeliat. Berusaha menggerakan badannya namun dia merasa ada sesuatu berat yang menimpa pinggangnya. Sampai akhirnya Julie pun membuka matany perlahan dan tersadar bahwa ia tengah berada dalam kukungan Josh. Julie berusaha bangkit, mengangkat pelan lengan Josh yang melingkar dipinggang nya perlahan agar tidak mengganggu tidur nyenyak Josh. Namun siapa sangka, ketika Julie berusaha memindahkan lengan Josh, tubuh Josh menggeliat dan matanya terbuka sebentar.


“morning Jul” sapa Josh tersenyum dengan wajah khas bangun tidurnya. Julie pun melepaskan pegangannya pada lengan Josh dan membalas sapaannya “morning Josh. Apakah tidurmu nyenyak?” Tanya Julie.


Josh mengucak kedua matanya sembari menganggukan kepalanya “ya, sangat nyenyak”


“mm, baiklah Josh, bersiaplah. Kita akan sarapan di restaurant hotel. Bersihkan dirimu terlebih dahulu Josh. Aku akan menyiapkan pakaian mu” ucap Julie


Josh tersenyum tipis “terima kasih Julie. Tapi daddy bilang semalam bahwa mereka telah memesankan kita sarapan dan diantarkan kedalam kamar jam 8 pagi. Kira – kira 10 menit dari sekarang “ ujar Josh


Julie menganggukan kepalanya “begitukah? Hufttt, tidak ada yang memberitahuku. Hmm, baiklah Josh cuci mukamu terlebih dahulu, nanti baru kita bergantian. Oh ya, apa kamu mau aku buatkan secangkir kopi? Atau teh? “ Tanya Julie


“sepertinya secangkir teh hangat bisa membuat tubuhku hangat”ujar Josh seraya berdiri dan menuju kekamar mandi.


Julie kini tengah membuat 2 cangkir teh hangat untuk dirinya dan suaminya. Teh itu diletakkan di meja makan yang ada di ruang tamunya. Setelah itu dia mendengar bahwa Josh sudah selesai dan telah berganti baju dengan pakaian santai yang telah disiapkan Julie. Sekarang giliran Julie yang bergegas membersihkan dirinya.


Julie tengah selesai membersihkan dirinya. Kini, julie memakai celana pendek hitam sebatas pahanya dan kaos lengan pendek yang panjangnya menutupi celana yang Julie gunakan. Julie mencepol rambut panjangnya sehingga memperlihatkan leher putih mulus milik Julie. Setelah itu, tanpa memoleskan sedikitpun riasan pada wajahnya, Julie menghampiri Josh yang kini tengah duduk menunggunya sembari memainkan gadgetnya.


“josh, kenapa tehh nya belum diminum? Apakah rasanya aneh? Apa aku salah memasukan gula?” cerca Julie panjang lebar


Josh pun kembali meletakkan gadgetnya di meja “enak, pas. Aku nunggu kamu mandi makanya belum aku minum” jelas Josh.


Julie mengulu, bibirnya “umm, kalau gitu maaf jika aku lama. Minumlah Josh”


Setelah meneguk tehh yang ada dihadapan mereka, bunyi bell dari uar kamar hotel mereka berbunyi dan Josh langsung membuka pintu. Ternyata itu adalah seorang petugas room service yang mengantar sarapan mereka.


Mereka memakan sarapan dengan penuh nikmat. Keduanya terdiam menikmati sarapan yang ada dihadapannya dengan lahap. Setelah selesai sarapan, julie membereskan barang – barangnya dan barang – barang Josh karna mereka akan segera check out dan bergegas ke bandara untuk flight ke paris. Untuk pakaian yang akan dibawa, tentu saja sudah diurus kedua orang tuanya karena mereka mendapatkan tiket ke Paris baru kemarin. Apalagi itu merupakan hadiah. Jadi mereka berdua belum mempersiapkan apapun.


Setelah julie selesai membereskan barang – barang mereka. Josh mengambil alih koper yang akan dibawa Julie. Setelah itu, mereka segera menuju ke lobby karena mama, papa serta adik Josh tengah menunggu mereka untuk mengantarkan ke bandara. Jika ditanya kemana mommy dan daddynya maka jawabannya adalah mereka check out pagi – pagi buta karena daddy Dave memiliki rapat mendadak di Jakarta dengan clientnya. Maka Mommy Sidney sudah pasti akan menemani daddynya.


“safe flight sayang. Semoga nanti kalian pulang kami dapat hadiah special ya” ucap mama Shelly


Julie memeluk sang mama dan mengangguk “tentu ma, kami pasti akan membelikanmu oleh – oleh dari sana” jawab Julie


Peter, sang papa yang mendengar respon menantunya terhadap istrinya terkekeh “maksud mama mu bukan yang seperti itu Jul” ujar Peter.


Julie menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan memperlihatkan senyum bingungnya “umm, aku salah ya. Maaf aku kurang paham hehe” jawab Julie. Josh yang mendengar jawaban polos istrinya pun mengacak pelan rambut Julie.


“ka Julie sangat lucu! Yang dimaksud mama adalah saat ka Julie pulang kakak tengah mengandung keponakan lucu ku. Bukannya begitu ma?” goda keyna yang membuat pipi Julie bersemu merah. Josh merangkul pundak adik perempuannya itu “jangan menggoda isteriku anak kecil”.


Setelah puas menggoda Julie, akhirnya mereka berpamitas dan segera masuk ke bandara dan bergegas menaiki pesawat. Mereka berada dipesawat beberapa jam sampai akhirnya pesawat itu mendarat dengan selamat di Paris. Mereka keluar dengan bergandengan tangan sembari mencari sosok yang menjemputnya dibandara.


Setelah menemukan Mr. Arnold yang menjemputnya, keduanya diantarkan ke hotel yang akan mereka tempati selama beberapa hari di Paris. Hotel yang mereka tempati merupakan hotel berbintang 5 yang sangat berdekatan dengan Menara Eiffel. Bahkan view dari balcon kamar hoelnya saja, Julie bisa melihat pemandangan indah Menara Eiffel dengan sangat jelas.


Berbeda dengan Julie yang langsung melihat – lihat keadaan kamar mewahnya serta pemandangan menara Eiffel yang membuat Julie takjub, Josh malah meletakkan koper – koper mereka dengan rapih, menaruh sepatunya dan berganti menggunakan sandal hotel.


“menyukainya huh?” ujar Josh disamping Julie


Julie tersenyum sembari memejamkan matanya “ sangat amat menyukai ini. Ini sangat indah”


“baiklah Jul, untuk hari ini kita akan istirahat dikamar hotel. Jadi sekarang tidurlah dulu karena aku tau kamu merasa sangat lelah didalam pesawat” ucap Josh.


Julie pun mengangguk “okey, aku akan berganti pakaian terlebih dahulu” Julie pun bergegas kearah kopernya mengambil pakaian santainya dan berganti didalam kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi, Julie mendapati Josh yang sudah tidur diranjang mereka dengan wajah yang kelelahan. Julie menaiki kasur tepat disamping Josh. Lalu julie memberikan kecupan di pipi Josh “selamat tidur Josh” bisik Julie. Namun, julie dibuat tersentak saat tangan Josh menarik tangan Julie hingga Julie berada didalam pelukan Josh. “kau mengejutkanku Josh” ucap Julie dalam dekapan Josh.


Josh menatap Julie dan tersenyum “ maafkan aku Jul, tidurlah. Kau juga butuh istirahat” ujar Josh seraya mengelus surai rambut Julie.


Julie mengangguk dan meletakan tangannya dileher Josh, memeluknya erat “selamat tidur, Josh” josh tersenyum, mendekatkan wajahnya pada wajah Julie, bahkan sampai menempelkan hidungnya pada hidung Julie “tidurlah Jul, aku tidak akan berbuat macam – macam” ucap Josh yang mulai memejamkan matanya. Julie pun ikut memasuki mimpi bersama Josh. Keduanya tidur dengan posisi saling memeluk satu sama lain.