
"jadi Josh, bisa kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Julie
"Jadi, sebenarnya. aku sudah tau rencana mereka dari lama. ******** itu menjadikan kita sebagai incaran mereka Jul" jelas Josh
Julie yang masih belum mengerti maksud Josh menampilkan ekspresi bingungnya sehingga memperlihatkan garis garis dikenaningnya.
"********? maksud mu?" tanya Julie
"begini Jul. kamu gak ngerasa curiga waktu Mr. Arvick dan Mr. Vier tiba tiba merencanakan pernikahan dengan maksud perdamaian kedua perusahaan kita yang bisa dibilamg mustahil untuk bersatu?" tanya Josh
Julie pun sudah mulai paham arah pembicaraan Josh " awalnya aku curiga dan benar benar ragu. makanya aku gak yakin. tapi yang buat aku ga yakin itu bukan kamu. tapi karna mereka" jelas Julie
"nah. jadi tadi waktu kamu mandi edo nelfon aku. dia bilang kalau besok orang suruhan mereka bakal jadiin kita incaran sewaktu kita pergi ke Menara Eiffel. maka dari itu aku langsung ajak kamu pindah tanpa ninggalin jejak sedikitpun. dan dikamar hotel itu, aku udah suruh orang kepercayaan aku untuk gantiin kita nginap dihotel itu. awalnya rencana aku bukan gini tapi karna pergerakan mereka lebih cepat dari yang aku kira. jadi, aku jalanin plan b. dan kalau kamu nanya kenapa aku bisa tau, kenapa aku malah ngerencanain sesuatu buat mereka, kenapa orang orang yang jemput kita tunduk sama aku. aku akan jawab. Jadi, aku bekerja sama Mr. Vier itu merupakan salah satu misi dari perusahaan yang aku bangun dibantu sama Edo. Jadi, misi aku adalah untuk menangkap kepala kepala mafia seperti Mr. Vier, begitupun dengan Mr. Arvick" jelas Josh
"tunggu. mafia? Mr. Arvick? maksudnya gimana? bahkan Mr. Arvick selalu ngasih aku misi untuk membantai para mafia mafia. terus kamu bilang Mr. Arvick termasuk dalam misi kamu itu?" ucap julie bingung
josh menganguk "selama ini, kamu di tipu Jul. mereka sengaja ngecohin kamu dengan cara ngasih banyak misi ke kamu. ditambah kamu dianggap sebagai salah satu senjata ampuh diperusahaannya. dia manfaatin kamu Jul. dan nanti dia bakal ngancurin kamu. Jadi, aku minta sama kamu setelah kita balik kesana dan kamu mulai kerja. ikutin alurnya dan siap siap oke? karna misi yang bakal kamu jalanin ada sangkut pautnya sama aku. Jadi kamu harus tetep hati hati. bersikap seperti biasa seakan kamu gatau rahasia besar ini" ucap Josh tegas
julie mengangguk "jadi inti dari semuanya adalah yang jadi inceran mereka itu kita?"
"ya. kita adalah incaran mereka" ucap Josh
...
setelah perbincangan dalam tersebut, akhirnya Josh mengajak Julie untuk bergegas tidur karena hari sudah semakin larut malam.
keduanya tidur sambil berpelukan.
...
hari sudah menjelang pagi. Matahari sudah menyembulkan sinarnya.
Julie yang kini sudah bangun, memindahkan lengan kekar Josh yang tengah memeluknya perlahan agar tidak mengganggu tidur nyenyak Josh. Lalu Julie berjalan kearah gorden sembari mengikat rambutnya asal. Julirpun membuka gorden yang tertutup dan menampilkan pintu kaca yang menuju ke balkon dikamarnya. perlahan Julie membukanya, dan berjalan kearah pagar balkon. menyandarkan tangannya disitu dan membiarkan wajah cantiknya terkena aparan sinar matahari.
dilain sisi, Josh merasa tidurnya terganggu. merasa ada cahaya terang yang membuat matanya terbuka perlahan, tangannya meraba sisi tempat tidur disampingnya. seakan tau yang dicari tidak ada, Josh mengucak matanya perlahan dan mendudukan dirinya sampai nyawanya terkumpul 100%, Josh melihat Julie tengah melamun dibalkon kamar mereka. Josh pun perlahan bangun dan brrjalan kearah Julie.
Josh memeluk Julie dari belakang, mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping isterinya itu " morning wife" bisik Josh tepat disamping telinga Julie.
Julie yang terkejut pun seketika mematung tegang namun Julie berhasil mengendalikan dirinya "hey, morning" sapa Julie balik sembari mengelus lengan Josh yang memeluknya dan menolehkan wajahnya kearah Josh memberikan senyumnya.
"aku ganggu tidur kamu ya?" tanya Julie pelan
"enggak. cuma emang kebangun aja. ditambah udah gaada kamu disamping jadi aku langsung bangun nyari kamu" ujar josh yang menerbitkan senyum di bibir Julie
"nyari aku? kenapa?" tanya Julie
"aku kira kamu kemana. soalnya tadi pagi waktu aku kebangun, aku masih meluk kamu. terus pas tadi kamu malah ngilang gaada dipelukan aku" ucap Josh manis.
"siapa yang gombal coba? aku serius tau" balas Josh
Julie pun membalikan tubuhnya "masaa sii?" goda julie sembari mencubit pelan hidung suaminya.
sejujurnya Julie sendiri bingung dengan sikap Josh. apakah pria itu sudah mencintainya seperti dia mencintai Josh? eh, tunggu tunggu. tadi apa katanya? Julie mencintai Josh?
bahkan Julie sendiri tidak tau kenapa dia bisa mencintai Joshnya itu. Julie merasa nyaman, aman dan merasa sangat disayangi oleh suaminya itu. Julie berharap Josh merasakan hal yang sama.
"seriuss lahh"ucap Josh dibalas kekehan kecil dari bibir Julie
"hey" panggil Josh
"iyaa?"
"i love you" ucap Josh tegas tanpa keraguan.
Julie yang mendengar pernyataan Josh terpaku tegang dalam posisinya.
" ih Josh jangan becanda. ga lucu tau" ujar Julie mengerucutkan bibirnya
Josh yang melihat istrinya merajuk mengecuk cepat bibir merah muda istrinya itu
"aku serius. i love you Julie Pierce. aku gatau sejak kapan rasa ini tumbuh. tapi yg perlu kamu tau, aku nyaman sama kamu, aku bahagia kamu didekat aku, aku gamau kehilangan kamu dan aku selalu mau kamu disamping aku. aku bakal lakuin apapun supaya kamu tetap disamping aku. walaupun awalnya pernikahan ini berembel embelkan perusahaan tapi niat aku nikahin kamu karena itu pure bener bener kemauan aku. aku cinta kamu Jul" jelas Josh
julie yang mendengar pernyataan suaminya merasa terharu. dengan mata yang berkaca kaca, Julie memeluk Josh erat "i love u too, Mr. Pierce" bisik Julie yang membuat Josh tegang.
yap, Josh berfikir hanya dia yang merasakan itu. ternyata, Julie pun memiliki perasaan yang sama seperti yang dirasakan Josh.
Josh membalas pelukan Julie erat dan mengusap punggungnya perlahan
"oke Mrs. Pierce, sekarang mandii yukk. habis itu kita sarapan"ucap Josh mengecup kening Julie sekilas
Julie mengangguk "oke, kamu duluan aja yang mandi. aku siapin baju kamu dulu. nanti baru gantian" ujar Julie
"gamau bareng ni?" goda Josh menaik turunkan alisnya
Pipi Julie seketika merona malu mendengar pertanyaan suaminya itu "ih Josh! gaboleh cabul. sana mandi" ujar Julie mendorong badan Josh memasuki kamar mandi
tawa Joshpun pecah seketika "HAHA. kapan kapan kitaa barengann yaa" teriak Josh dari dalam kamar mandi
Julie pun bergidik "GAK MAUU" balas Julie dengan teriakannya.
Sembari menunggu Josh mandi, Julie tengah menyiapkan baju Josh dan dirinya. julie juga tengah membereskan tempat tidur mereka.
sampai akhirnya, Josh keluar dari kama rmandi menuju walk in closet untuk berpakaian dan Juliepun bergegas memasuki kamar mandinya untuk membersihkan diri