
CHAPTER 8 ( First Night )
Setelah pemberkatan pernikahan mereka berjalan dengan lancar digereja, kini jam sudah menunjukan pukul 4 sore. Kini sudah waktunya untuk Josh dan Julie bersiap untuk dinner bersama keluarganya. Julie yang tengah menonton diruang tamu kamar hotelnya, menunggu kedatangan Josh yang sedang di loby untuk berbincang dengan Edo, sahabatnya. Akhirnya, Julie pun bergegas menuju kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.
Setelah selesai mandi, Julie baru ingat kalau dia lupa membawa bajunya ke kamar mandi. Untungnya, ada bathrobe yang tergantung disana. Karena Julie berfikir bahwa Josh belum masuk kedalam kamar mereka maka Julie memberanikan diri keluar dengan menggunakan bathrobe tanpa melihat situasi terlebih dahulu.
Saat Julie tengah keluar dari kamar mandi dan mengambil baju yang tengah disusun dilemari pakaiannya, tiba – tiba pintu terbuka dan menampilkan sosok Josh dengan rambut acak – acaknya dan 2 buah kancing kemeja yang sudah terbuka. Dan emm. Itu membuat Josh terlihat tampan. Julie yang menyadari kedatangan Josh pun menolehkan pandangannya kearah Josh.
“mm, hai Josh. Maaf aku tadi lupa membawa pakaianku “ ujar Julie canggung.
Josh pun berjalan kearah lemari, tepat disamping Julie “ hey kenapa? Tak apa jul, lagipula tidak akan ada yang mengintip mu “ jawab Josh sembari mencari pakaiannya.
“hmm baiklah, oh ya Josh pakaian mu sudah ku siapkan diatas tempat tidur” ujar Julie
Josh pun tersenyum dan mengusap rambut basah istrinya yang tergerai “wah, terima kasih. Pantas saja sudah tidak tergantung di lemari. Kalo gitu aku akan mandi”
Julie membalasnya dengan anggukan. Setelah itu, Julie segera beroakaian sera Josh mandi di kamar mandi. Setelah selesai menggunakan dress lengan panjang berwana biru laut dengan pita yang berada dibagian belakangnya, Julie segera merias wajahnya didepan kaca.
“natural” batin Julie sembari menatap dirinya di cermin. Satt Julie tengah selesai merias wajahnya, kini Julie tengah menata rambutnya. Namun, fokusnya teralih saat Josh keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang bertengger dipinggangnya, serta tangannya yang mengusap rambut basahnya.
“ Josh, kenapa tidak berpakaian dulu huh? “ protes Julie
Josh pun menoleh kearah Julie “ aku tidak biasa membawa pakaian kedalam kamar mandi “ balasnya. Julie pun menghela nafasnya “huh baiklah. Kalau gitu berpakaianlah, aku akan keruang tamu menunggumu berpakaian” ujar julie seraya keluar dari kamar tidur mereka, namun saat bersamping – sampingan dengan Josh, Josh menahan tangannya “ disini saja Jul, aku tidak akan macam – macam. Lagipula kita sudah suami isteri juga. Jadi kau harus terbiasa dengan ini” jelas Josh. Julie pun memandnag Josh tak enak Karena dia takut ucapannya menyinggung Josh “mm baiklah, maaf Josh. Aku hanya belum terbiasa” tukas Julie jujur. Josh mengecup pipi isterinya singkat “ its okay sweety”.
Kini, mereka berdua tengah siap untuk menuju restaurant yang posisinya tak jauh dari hotel. Maka dari itu, Julie meminta untuk pergi dengan berjalan kaki karena dia ingin menikmati udara yang sejuk.
Kini mereka tengah keluar dari lift yang sudah tiba di lobby, Josh menggandeng tangan Julie dan Julie membalas menggenggamnya.
“Josh”
“Julie”
Keduanya menoleh berbarengan ketika melihat bahwa ada Mr. Arvick dan Mr. Vier yang memanggilnya. Josh menatap Julie dan dibalas anggukan kepala oleh Julie, lalu keduanya menghampiri atasannya itu.
“selamat menempuh hidup baru Josh, Jul” ujar Mr. Vier selaku atasan Josh
Josh dan Julie membalas ucapan Mr. Vier “thank you, sir”
Mr. Arvick yang tengah berada disitupun menepuk pundak Julie pelan “halo Jul, selamat menempuh hidup baru untukmu dan Josh”ujar Mr. Arvick tersenyum tipis
“terimakasih banyak sir” ucap Julie , Josh tersenyum “thank you sir” ujar Josh.
Mr. Vier mendekat kearah Mr. Arvick “oh ya, kita punya hadiah untuk kalian berdua” ujar Mr. Vier. Mr. Arvick memberikan 2 buah ticket kepada Josh dan Julie.
“Paris?” gumam Julie
Mr. Arvick mengangguk “ yap, itu untuk kalian beruda, anggap saja hadiah pernikahan dari kita untuk kalian menikmati honeymoon sebelum kami memberikan pekerjaan berat pada kalian” ujarnya
Julie menangguk, pertanda dia setuju dengan pernyatan Josh “ya, saya dan suami saya sangat berterima kasih untuk hadiah yang Mr kasih”
“tidak masalah Josh, Jul. baiklah, kami berdua pamit undur diri terlebih dahulu. Sampai bertemu dikantor Josh” pungkas Mr. Vier
Setelah berbincang sebentar dengan atasannya, kini mereka bergegas pergi ke restaurant karna keluarganya tengah menunggu kedatangan mereka. Makan malam berjalan dengan lancar. Penuh canda tawa dan kebahagiaan keduanya serta keluarganya. Setelah makan malam selesai, Keyna meminta tolong pada salah satu petugas di restaurant itu untuk memotret moment bahagia tersebut. akhirnya, mereka balik ke hotel bersama dengan berjalan kaki. Keyna yang terus menempel pada Julie membuat Josh mengalah dan berjalan dibelakang mereka berdua. Dalam hati, Josh sangat bingung dicampur senang karena sepertinya Keyna sangat sangat bahkan teramat menyukai Julie. Julie yang mendengarkan celotehan celotehan dari mulut Keyna tertawa kecil. Dia menolehkan pandangannya kebelakang, menatap Josh suaminya yang tengah memandangnya balik. Lalu, Julie mengedipkan sebelah matanya pada Josh dibalas senyum lebar dibibir Josh.
Mereka sudah menaiki lift, namun karna kamar Josh dan Julie berbeda lantai dengan kamar orang tuanya maka mereka harus berpisah dilift. Kini mereka tengah berpamitan, namun yang membuat Julie malu adalah ketika mendengar ucapan Keyna.
“Good Night kakak ku, jangan lupa untuk buatkan aku ponakan yang lucu – lucu “ujarnya seraya mencium pipi Josh dan Julie. Pipi Julie terlihat memerah karena malu. Josh yang menyadari isterinya tengah malupun mengacak rambut adiknya “ jangan menggoda kami anak kecil. Sana tidur, ini sudah jam tidurmu”
“baiklah” ucap keyna.
Kini di lift tersisa Josh dan Julie, julie yang terus menggandeng lengan Josh membuat senyuman tipis terpatri diwajah Josh.
“jangan terlalu memikirkan ucapan Keyna Jul”ucap Josh
Julie mengangguk “iya Josh, aku tau” jawabnya.
Kini mereka sudah berganti baju dan sudah berada diatas tempat tidur dengan Josh yang dalam bersandar pada kepala ranjang dan Julie yang dalam posisi tertidur.
“ada apa Josh? Kenapa kamu tidak tidur? Apa ada yang mengganggu?” Tanya Julie
“mm, aku merasa tidak enak, apa kamu nyaman jika aku tidur disampingmu?” Tanya Josh
Julie pun mengubah posisinya menjadi miring dengan tangan yang menyangga badannya “aku nyaman, tidurlah Josh. Kita harus terbiasa oke? Lagipula kita juga hanya tidur kan”jelas Julie
Josh mengangguk dan mulai memasukan diri kedalam balutan selimut.
“julie” panggil Josh
“ya josh?”
“apa ada yang ingin kau tanyakan?”ujar Josh menolehkan kepalanya kearah Julie
Julie mendekatkan posisi tidurnya kearah Josh “mm, apa kamu tidak merasa curiga dengan atasan kita yang tiba – tiba berdama dengan alasan kita harus menikah? Apa kamu merasa ada sesuatu yang tengah mereka rencanakan?” ujar Julie
Josh pun menyampingkan badannya kearah Julie “aku sama curiganya denganmu Jul, tapi kamu tidak perlu pusing untuk memikirkannya oke? Semua akan baik – baik saja” jelas josh tegas
Juliepun mengangguk “baiklah, sekarang waktunya tidur” ujar julie
Josh mengangguk “good night wife” ucap josh mengecup kening istrinya
Julie pun tersenyum, mengelus rambut Juosh dan membalas mencium pipinya “good night too husband”