
saat makan malam telah selesai, Julie membereskan semua peralatan dibantu oleh Josh. mereka mencuci piring bersama. Julie yang membersihkan peralatan yang digunakan dengan spons dibantu Josh yang membilas peralatan tersebut dengan air.
setelah keduanya selesai membersihkan peralatan makan, mereka bergegas ke kamarnya. Julie yang tengah dikamar mandi, sedangkan Josh yang tengah berdiri dibalkon kamar hotrlnya yang menghadap menara Eiffel dengan kerlap kerlip lampu yang menyala di jalanan itu.
Josh larut akann lamunannya dengan kedua tangan yang menyangga di pagar pagar balkon. Julie yang baru keluar dari kamar mandi, menaruh handuk yang digunakan ditempatnya sehabis mencuci mukanya dan berjalan pelan menghampiri Josh.
Julie mengelus pelan pundak Josh "Josh? apa semua baik baik aja? " tanya Julie menampilkan raut wajah yang khawatir
Josh tersentak kaget saat ada tangan yang memegang pundaknya. Saat mendengar suara yang ternyata adalah isterinya, Josh membalikan tubuhnya menghadap Julie
" hmm, tidak cukup baik "
"mau cerita?" tanya Julie sembari berpindah kesamping Josh untuk melihat pemandangan malam dengan kerlap kerlip lampu yang indah.
"kita harus pindah malam ini juga" ujar Josh tanpa memandang wajah Julie
"pindah?" tanya Julie heran
Josh mengangguk "iya kita harus pindahm disini terlalu bahaya untuk kita" jelas Josh
"bahaya gimana? maksudnya? apa ini ada hubungannya dengan pembicaraan kamu dan edo ditelfon?" cerca Julie
Josh menghela nafasnya kasar seraya mengacak rambutnya drngan perasaan yang gusar "huftt. terlalu rumit Jul, kita pindah sekarang dan aku bakal ngejelasin semuanya oke?" ucapan Josh dibalas anggukan oleh Julie
akhirnya keduanya pun membereskan pakaian yang perlu dibawa mereka dan barang barang yang harus dibawa.
"oh ya, tinggalkan beberapa barang agar tidak curiga kalau kita udah ganginep di sini lagi. kita keluar lewat tangga darurat. kamu pakai jaket, celana panjang dan pakai ini, topi aku. jangan sampe kita tertangkap cctv. jadi saat cctv memantau kearah lain kita harus bergerak cepat. nanti dibawah udah ada yang bakal jemput kita oke?" jelas Josh
Julie menganggil patuh " janji setelah kita pindah kamu jelasin semua. jujur aku gak paham" ujar Julie
josh tersenyum dan memeluk tubuh Julie sekilas "aku janji Jul"
akhirnya keduanya pun bergegas untuk keluar dari kamar hotel mereka perlahan. dengan Josh yang memimpin jalan mereka didepan untuk memantau pergerakan dari cctv dan untuk memilih jalan yang mereka tuju. sedangkan Julie, dia mengikuti langkah Josh dengan gerak cepat dan hati - hati.
Saat mereka berpas pasan dengan petugas hotel, Josh langsung berinisiatif mencium Julie agar mereka terkesan pasangan yang akan menginap dihotel itu dan terburu buru untuk menuju kamar inap mereka sambil saling berciuman. Namun, mata jeli Josh tetap bergerak memperhatikan sekitar sampai akhirnya mereka berdua sampai di pintu tangga darurat. Josh mendorong pintu tersebut dan menarik tangan Julie bergegas untuk turun ke lantai paling bawah, menghampiri salah satu petugas yang menjemput josh dan Julie.
Akhirnya, keduanya pun sampai dan bergegas menghampiri mobil tersebut. Julie melihat beberapa laki - laki berbadan besar dengan pakaian serba hitam menunduk patuh melihat kedatangan dirinya dan Josh.
"Selamat malam Mr dan Mrs Pierce" sapa salah satu laki - laki sembari membukakan pintu penumpqng untuk Josh dan Julie. Josh membalas sapaan laki laki itu dengan anggukan kepala dan senyum tipis di bibirnya. sedangkan Julie memberi senyum ramahnya dan mengucapkan "terimakasih, umm Ethan" balas Julie sembari melihat nama laki laki itu di name tag.
Kini mereka sudah berada dimobil dan bergegas menuju salah satu rumah didaerah yang jauh dari kota Paris. Dalam perjalanan, hanya keheningan yang menghinggapi keduanya.
Josh berfikir perjalanan akan sangat lama dikarenakan letaknya yang jauh dari pusat kota. Namun, dugaannya salah karena jalanan yang dilewati merupakan jalan pintas dan sangat sepi. jadi perjalanan mereka sangat lancar.
sampai satu suara menginterupsi Josh untuk tersadar dari lamunannya "kita sudah sampai Mr" ujar laki laki yang mengantar mereka.
Josh dengan sigap turun dan berjalan kearah samping mobil lalu membukakan pintu untuk Julie. Josh mengulurkan tangannya pada Julie dan Julie membalas uluran tangn tersebut. Keduanya berjalan bergandengan memasuki hutan hutan dengan pohon yang menjulanh tinggi, ditambah hari yang sudah malam membuat udaha sekelilingnya menjadi terasa semakin dingin.
"umm, Josh. ini betul jalannya? kenapa kita masuk ke hutan?" tanya Julie dengan sebelah tangan digenggam Josh dan sebelah tangannya lagi berusaha untuk memeluk dirinya sendiri karena merasa kedinginan.
"sebentar lagi kita sampai Jul" ucap Josh menghampiri salah satu pohon, menekan salah satu bagian yang menonjol di batang pohon tersebut dan akhirnya, pohon pohon yanh menjulang tinggi itu terbuka dan menampilkan mansion yang sangat besar dengan penjagaan yang sangat ketat.
"Jul, are u okay?" tanya Josh
Julie pun tersadar dari lamunannya "umm yaa, im okay"
"baikah, sekarang kita masuk karena udara semakin dingin dan aku gamau kamu sakit karna kedinginan" ucap Josh merangkul tubuh Julie dan membawanya masuk ke mansion tersebut.
Seperti tadi waktu mereka dijemput dihotel, mansion ini juga banyak laki laki berbadan besar yang Julie duga sebagai penjaga keamanan mansion ini. namun yang sedari tadi menjadi fikiran Julie adalah. Kenapa semua orang disini sangat tunduk pada Josh. Jadi, siapa Josh sebenarnya. Namun Julie berusaha membuang fikiran fikiran negatif tentang suaminya dan mengikuti langkah Josh memasuki mansion tersebut.
" Selamat malam tuan dan nyonya" sapa salah satu perempuan yang umurnyaa kisaran 45 tahunan
Josh tersenyum "malam bibi Elle" balas Josh
Julie mendengar sambutan dari wanita itupun tersenyum "selamat malam"
"oh iya, Julie perkenalkan ini bibi Elleh salah satu pegawai kepercayaanku yang mengurus mansion ini selama aku tidak disini dia adalah kepala maid. dan bibi elle, ini Julie isteriku" jelas Josh pada Julie
"ohh hai, bibi Elle, aku Julie. senang bisa mengenalmu" sapa Julie ramah
Bibi Elle pun membalas nya tak kalah ramah "anda sangat cantik nyonya, uh ya. saya Elle kepala maid dimansion ini. anda bisa memanggil saya Elle"
"apa keberatan jika aku memanggil dengan sebutan bibi Elle?"tanya Julie sopan
"tentu saja tidak nyonya Julie"ujar bibi elle cepat
Julie tersenyum dan mengelus pundak bIhbi elle "uhmm, apakah boleh aku minta untuk jangan dipanggil dengan sebutan nyonya? aku hanya merasa sangat tua jika bibi menyebutku dengan sebutan nyonya. mungkin, nona lebih baik atau bibi juga bisa menyebut ku langsung dengan nama ku Julie" jelas Julie
bibi elle tampak tersenyum canggung "umm, tapi saya merasa tidak sopan jika hanya menyebut dengan nama"
"baiklah bi, panggil saja Julie dengan sebutan nona"ujar Josh tersenyum
"baik tuan" ucap bibi elle sembari menganggukan kepalanya.
Setelah selesai berbincang singkat dengan bibi elle, dan diperkenalkan dengan para maid di mansion mewah itu, Josh menggandeng tangan Julie dan membawanya kelantai atas. dimana letak kamarnya berada.
saat ini, keduanya menaruh barang barang mereka ditempat yang seharusnya. Julie pun kini tengah berganti pakaian di walk in closet sedangkan Josh tengah berada dikamar mandi untuk membersihkan diri.
setelah selesai merekka beruda duduk ditempat tidur dengan saling berhadapan
"jadi Josh, bisa kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Julie
"Jadi, sebenarnya. aku sudah tau rencana mereka dari lama. ******** itu menjadikan kita sebagai .....
...
Haii!
jangan lupa comment dan like cerita ini
Terima Kasih :)