
Chapter 6 ( Photo Prewedding )
Josh dan julie telah sampai di lokasi dimana mereka akan melakukan foto Prewedding. Josh bergegas keluar dari kursi kemudinya lalu berjalan kearah Julie dan membukakan pintu. Julie menggandeng lengan kokoh Josh sembari menampilkan senyum ceria nya. Saat mereka menghampiri Edo, kerabat dari Josh yang mengurus untuk foto ini Josh dan Julie diminta untuk bergegas berganti pakaian.
Josh dengan kemeja putih yang lengan bajunya dilepit sampai sebatas siku, tanpa dasi serta 2 kancing kemeja yang dibuka memperlihatkan dada bidangnya. Pakaian yang dikenakan Josh membuat postur tubuh tegap dan kekarnya terlihat. Siapapun yang melihatnya pasti akan merasa tertarik.
Disisi lain, Julie tengah dibantu untuk memasang dress yang press body berwarna putih. Dengan terdapat belahan dibagian paha samping sebelah kanan. Dress yang digunakannya adalah dress tanpa lengan. Julie terlihat begitu mempesona. Aura kecantikkan nya semakin menguar, membuat siapapun yang melihatnya akan terpikat. Apalagi jika wajah cantik itu menampilkan senyuman indahnya. Mungkin para kaum adam akan rela untuk mengantri demi mendapatkannya. Namun Julie jelas akan memilih Josh. Pria yang membuatnya merasa nyaman saat pertama kali bertemu, dan pria yang membuatnya merasa dihargai, dijaga, dimengerti, bahkan merasa sangat dicintai. Hmmm, tunngu. Dicintai? Bahkan Julie tidak tau apakah Josh sudah memiliki rasa cinta dihatinya atau tidak. Entahlah, yang pasti Julie sudah merasa menyayangi dan memiliki Josh. Dia tak ingin ada perempuan yang merebut Joshnya dari genggamannya.
“Hey Jul” panggil Josh menyadarkan Julie dari lamunannya
Julie tersentak kaget mendengar panggilan dari Josh dan menatap Josh lewat cermin didepannya, memejamkan mata sebentar lalu memutar posisi duduknya menyambut kedatangan Josh “ ada apa Josh?” Tanya Julie
Josh berlutut didepan Julie seraya menempelkan telapak tangannya di kening Julie
“ kamu tak apa? Apa kamu sedang merasa tidak sehat? Jika iya, kita bisa undur foto ini sampai keadaan mu membaik ” ujar Josh khawatir.
Julie yang melihat kekhawatiran Josh mengelus tangan Josh yang sedang menahan di pahanya “aku tak apa Josh. Aku hanya sedang berfikir dan terkejut dengan panggilanmu” jawab Julie jujur
Josh pun menghela nafasnya “aku fikir kamu sedang sakit. Aku khawatir “
“aku baik baik saja Josh. Jangan mengkhawatirkan ku. Hmm, ngomong – ngomong, ka terlihat sangat tampan dan mempesona” ucap Julie dan memberikan senyum terbaiknya pada Josh
Josh pun memberikan kecupan ringan di pucuk kepala Julie “ apa kau sedang menggodaku hu? Kau juga terlihat sangat cantik dan …”ucap Josh yang sengaja menggantungkan kalimatnya
Julie mengernyit bingung “dan apa?” Tanya nya
Josh memberikan senyum jahilnya “seksi” bisik Josh tepat di telinga kanan Julie.
Julie yang mendengar perkataan Josh merasa malu hingga semburat merah itu tercetak jelas di kedua pipinya “joshhhh, jangan menggoda kuuu” rengek Julie seraya menepuk pelan pundak Josh.
Keduanya yang tengah tertawa seraya melemparkan godaan godaan harus terhenti karena mendengar panggilan dari rekan Josh
“hai kalian, kemarilah. Sesi foto akan dimulai. Jangan membuatku merasa iri melihat keromantisan kalian “ ujar edo yang kini berpura – pura kesal
Julie pun tertawa mendengar perkataan edo “ lihatlah, dia menggodaku sedari tadi Do. Sepertinya lebih baik aku bersama Edo saja haha” goda Julie pada Josh yang kini tengah mendengus.
Edo tertawa terbahak bahak “hahaha! Kau kalah dengan ku bung. Baiklah Sweetheart kemarilah dan gandeng tangan pangeranmu ini”ujar edo seraya mengulurkan tangannya
Julie yang memang memiliki niat untuk menggoda Josh pun langsung menerima uluran tangan Edo. Josdh yang dibelakangnya memutar bolamatanya dan mendengus
“hei edo, jangan kau goda calon isteriku. Percayalah kalau kau terus menggandengnya, aku yakin bahwa Kayle tidak akan membiarkan mu tidur bersamanya mala mini” ujar Josh tegas
Edo pun mendecak dan melepaskan genggamannya pada Julie “ck, baiklah baiklah. Ku kembalikan calon isterimu dan jangan melapor pada isteriku yang macam – macam. Awas saja kau”
Josh yang mendengar balasan dari edo pun tertawa dan segera merangkul posesif pinggang Julie. “jadi kau menggoda ku huh?” bisik Josh seraya mempererat rangkulannya.
Julie menoleh dan tertawa “aku hanya membalasmu sayang” ucap Julie
Kiini, keduanya tengah siap untuk melakukan sesi foto. Dipadang yang dipenuhi banyak ilalang membuat suasana disitu terasa mendukung untuk berpose romantic.
Josh dan Julie tengah siap untuk difoto, dimana keduanya diarahkan untuk saling menggenggam tangan dengan mata yang saling menatap. Dan yap! Hasilnya sangat sempurna. Binary mata mereka menunjukan seakan mereka berdua telah merasakan jatuh cinta.
“WOW, kalian memang sangat cocok” celetuk Edo yang dibalas dengan kekehan gugup dari keduanya.
Mereka berfoto dengan berbagai pose sampai akhirnya kini mereka tengah berganti pakaian dan bersiap untuk berganti lokasi yaitu dipantai.
Josh dengan kemeja pantai berwarna biru muda dan tetap dengan 2 kancing atas yang terbuka dilengkapi dengan celana jeans selutut warna cokelat muda serta Julie yang menggunakan dress pantai berwarna senada dengan kemeja Josh dan v dibagian dadanya lalu bagia belakang dressnya lebih panjang dari bagian depannya.
“ You look so gergous sweety “ ujar Josh seraya mengelus surai rambut Julie
Julie tersentak dan mengadahkan wajahnya kearah Josh “ Thank you, emm you look so handsome Josh” puji Julie kepada Josh
Keduanya pun tersenyum sembari berjalan ketempat keduanya akan melakukan sesi foto.
Namun, karna photographer nya sedang beristirahat sejenak maka Julie dan Josh memilih untuk duduk dikursi pinggiran pantai.
“udaranya sangat menyegarkan. Rasanya seperti tidak ingin pulang” celetuk Julie pelan.
Josh kini merangkul bahu Julie dan menyelipkan helai rambut Julie yang menutupi wajah cantiknya “ya, pantai sungguh menyenangkan. Apakah kau suka? “ Tanya nya
Julie mengangguk antusia “yaa! Aku sangat cinta pantai”
“aku jadi ragu bahwa kau adalah salah satu anggota SI dengan tingkahmu yang sangat membuatku merasa gemas tiap berdekatan dengan mu” ujar Josh disertai kekehan kecilnya
Julie mencebikkan bibirnya “hei, aku hanya sedang menjadi diriku. Jika kau melihatku sedang bekerja maka tidak akan sama seperti sekarang. “ jelasnya
Josh mengangguk anggukkan kepalanya “menjadi dirimu?”
“ ya, menjadi diriku. Karna jika aku sedang tidak bekerja, aku merasa diriku kembali ketempat seharusnya. Beda dengan wktu aku menjalankan misi. Aku merasa tidak bebas, diatur, dan aku harus menjadi orang lain” ujar julie lesu
Joshpun yang menangkap raut sedih diwajah Julie memilih membawanya kepelukan Josh “kenapa kamu tidak berhenti saja?”
“jika aku bisa, aku mau Josh. Hanya saja Mr. Arvick selalu memiliki cara untuk menahanku” jelas Julie
“hmm, jika kita menikah, aku ingin kau berhenti dari pekerjaanmu dan kamu fokuslah dirumah dan nikmatilah hasil jerih payahku. Walaupun kita belum tentu akan memiliki anak, namun aku tidak mau kamu terus bekerja dimana resikonya sangat membahayakan dirimu” ujar josh tegas
Julie menghela nafasnya kasar “tapi tidak semudah itu Josh” ucapnya gusar
“listen sweety, ketika kita menikah, artinya aku memiliki hak sepenuhnya atas dirimu, jadi sesulit apapun aku akan tetap membantumu untuk keluar dari pekerjaan itu. Tidak ada penolakan oke!” ujar Josh
Julie mengangguk dan tersenyum kepada Josh “ayaya captain” mengecup pipi Josh lalu berlari ketempat foto karena fotografer mereka kini sudah siap. Josh pun menyusul Julie dengan senyumnya.
Beberapa pose sudah mereka lakukan, sampai akhirnya dimana pose ini membuat keduanya gugup tak karuan. Yap! Mereka gugup karena harus bergaya seintim iti. Dimana Josh dan Julie saling berhadapan dan wajah mereka yang sangat dekat. Josh yang memiringkan kepalanya kearah kanan dan Julie sebaliknya. Hidungnya sudah menempel dan yang membuatnya gugup adalah mereka diharuskan mendekatkan bibir keduanya dengan berjarak hanya 1 cm.
Josh yang menangkap kegugupan Julie tersenyum dan mengeratkan rangkulan dipinggang Julie
‘its okey Jul, tak perlu gugup. Aku tidak akan menjadi pencuri yang mengambil ciuman pertamamu disaat kita belum sah sebagai suami isteri” bisik Josh tepat didepan bibir Julie
Juliepun yang mulai merasa tenang mengangguk dan tersenyum “ aku tau kamu pria yang baik Josh. Terimakasih sudah mengahargaiku”