
Hari setelah dimana Josh dan keluarganya datang untuk melamar Julie telah berlalu. Kini, tepat dihari ini Josh dan Julie akan melakukan sesi Prewedding Photo yang sudah diatur oleh Mr. Arvick dan Mr. Vier selaku atasan dari keduanya. Josh sudah siap dengan pakaian casual nya. Dengan kaos putih polos dibalut jaket denim dan celana jeans serta sepatu Converse putihnya. Sedangkan dilain tempat, Julie pun sudah bersiap menggunakan dress selutut dengan lengan yang mwnjuntai di sikunya dengan warna senada dengan baju yang dikenakan Josh ditambah flatshoes yang mempercantik kakinya itu.
Josh pun segera menghubungi Julie bahwa dia akan segera menuju ke mansion Julie
Josh
Morning Julie, aku sudah diperjalanan menuju
mansion mu. Jangan lupa sarapan terlebih dahulu,
sampai bertemu
Julie
Selamat pagi Josh! Baiklah, hati – hati,
Simpan ponselmu dan fokuslah menyetir,
Aku menunggumu untuk sarapan bersama.
Sampai bertemu Josh
Josh yang membaca balasan pesan dari Julie tersenyum tipis melihat calon isterinya memberikan perhatian bahkan mengajaknya sarapan bersama. Calon isteri? Bahkan kini Josh sudah mengklaim kemilikan atas Julie. Entahlah, memang kenyataan seperti itu bukan? Josh juga bingung apa yang sebenarnya dia rasakan. Perasaan nyaman sekaligus deg – degan dijantungnya yang berlebihan ketika bersama Julie. Intinya dia ingin menjaga wanitanya itu.
Dilain sisi kini Julie tengah tersenyum saat menuruni tangga mansionnya sembari menggenggam ponselnya dan sling bag dibahu kirinya
“morning sweety” sapa Sidney, mommynya
Julie pun menghampiri mommynya, memberikan pelukan dan ciuman dikedua pipi Sidney “morning mom” ujarnya
Sidney yang menyadari gelagat aneh dari putri cantiknya pun menggodanya “sepertinya pagi ini sangat cerah ya sampai kamu turun dari kamar dengan semangat dan senyum yang cantik dibibir mu. Ada apa yaa. Ekhemm, biar mom tebak, pasti mantu mom datang kesini ntuk menjemputmu” ucap Sidney sembari mengerlingkan matanya menggoda Julie
Julie yang digoda pun memperlihatkan pipinya yang sudah merona malu “dad, mommy menggodaku” adunya pada Dave
Dave pun memeluk dan mengecup kening puterinya itu “mommy, jangan menggoda Jul, biarkan dia menikmati harinya bersama calon menantu kita”ucap Dave yang ternyata ikut untuk menggoda puterinya itu. Julie yang menerima godaan dari keduanya mengerucutan bibirnya dan memandang mommy daddynya dengan tatapan kesal “huh, daddy sama saja”
Setelah perdebatan kecil tentang Julie yang malu digoda kedua orang tuanya tiba – tiba sosok yang ditunggunya sudah datang dan masuk ke ruang keluarga dan yang semakin membuat Julie malu adalah, Josh sudah tiba disitu semenjak Julie digoda oleh mommy daddynya
“morning dad, mom” sapa Josh menghampiri Dave dan Sidney sembari memberikan pelukannya
Sidney menyambut Josh dengan senang “morning boy” dilanjut dengan balasan dari dave “morning Josh. Jadi hari ini kalian akan melakukan foro prwed” ujar Dave
Josh mengangguk “iya dad, aku dan Julie akan melakukan foto prewedding terlebih dahulu” jelasnya seraya menghampiri Julie yang tengah memberikan senyum manisnya
“morning Julie” sapa Josh dan tanpa diduga Josh memberikan kecupan hangatnya di kening Julie
Julie yang menerima kecupan dadakan merasakan sekujur tubuhnya kaku dan irama detak jantungnya yang terasa sangat cepat “uhmm, hai Josh. Selamat pagi” balasnya dan memberikan pelukan erat yang hangat pada tubuh tegap Josh
Sidney dan Dave yang kini memperhatikan anaknya yang malu – malu akhirnya memilih untuk pergi kekamar mereka untuk memberikan space pada Josh dan Julie.
“mm Josh, apakah kamu keberatan jika kita sarapan terlebih dahulu?” Tanya Julie melirik Josh yang duduk disamping nya
Josh membalas tatapan Julie “tentu saja tidak” balasnya
Julie pun menarik tangan Josh dan menggandengnya kemeja makan.
Merekapun sarapan dengan nikmat.
“Taco ini sangat lezat. Siapa yang membuatnya? Apakah mommy? Atau pelayan yang ada disni?” Tanya Josh seraya menikmati sepiring Taco dihadapannya.
“ini lebih nikmat dari Taco yang pernah kusantap” ucap Josh jujut
JUliepun membalas senyum Josh dan menatapnya dengan binary mata senang “apakah benar Josh?” tanyanya
Josh mengangguk antusias “sungguh, ini sangat nikmat”
Julie melebarkan senyum manisnya itu “huh, aku fikir masakanku akan mengecewakan. Terima kasih Josh”
“ekhem Jul, apakah keberatan jika aku memintamu untuk membuatkan Taco ketika aku kerumahmu?” Tanya Josh
Julie yang terkejut mendengar ucapan Josh pun tersedak dan segera meminum air yang tersedia tepat disampingnya, Josh pun segera menghampiri Julie dan menepuk punggung Julie pelan serta memijat pelan leher belakang Julie “apakah sudah lebih baik jul? maafkan aku jika perkataanku membuat mu terkejut”ujar Josh menatap lirik manik mata Julie karna rasa bersalahnya
Julie pun menggenggam tangan Josh dan tersenyum “aku tak aoa Josh aku hanya tersedak. Dan untuk perkataanmu tidak menjadi masalah untukku. Aku akan selalu membuatkan Taco tiap kamu datang kesini. Bahkan jika kita sudah menikah dan kamu ingin kubuatkan Taco untuk menu sarapan aku akan membuatnya dengan senang hati” ucap Julie tulus
Josh pun tersenyum hangat dan memeluk tubuh Julie “ terima kasih Julie”
Setelah perbincangan mereka, mereka bergegas menyelesaikan sarapannya dan berpamitan pada Dave dan Sidney karna mereka akan bergegas melakukan foto Prewedd.
Josh membukakan pintu untuk Julie dan kembali menutupnya lalu ia segera berjalan dan memasuki mobilnya lalu mengemudi dengan hati – hati.
Dimobil, tampak keheningan terjadi diantara mereka berdua sampai akhirnya Julie mulai membuka topik pembicaraan.
“mm, Josh” panggil Julie
Josh pun menatap kearah Julie sekilas lalu kembali memfokuskan dirinya untuk melihat jalanan didepannya “ya jul”
“sebelumnya aku ingin bertanya. Kalau menurut mu pertanyaan ku tidak harus dijawab tidak masalah. Aku hanya ingin memastikan apa kamu memiliki pasngan?” Tanya Julie ragu sembari memainkan jari jemarinya
Josh pun memberikan senyum tipisnya setelah mendengarkan pertanyaan yang keluar dari mulu Julie
“aku bahkan tidak pernah berbicara kepada wanita selain mama dan keyna”ucapnya
Julie menaikan kedua alisnya “ sungguh?”
“benar Jul, aku tak pernah berhubungan dengan perempuan lain selain perempuan yang ada di keluarga ku” jela Josh pada Julie
Julie pun menghembuskan nafasnya pelan “huh baiklah. Ku kira kamu memiliki kekasih. Aku takut dengan kehadiran ku akan menjadi perusak dihubungan kalian”ujar Julie
Joshpun tertawa mendengar pernyataan Julie “tidak jul, tenang saja. Aku tidak pernah terikat dengan wanita manapun dan ehm, bagaimana dnegan mu?” Tanya Josh balik
Julie yang mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Josh langsung menegang kaku
“ekhem, sebetulnya aku sangat benci untuk membahasnya. Namun Karena kau adalah calon pendampingku maka aku akan menceritakannya” jawab julie
Jose mengalihkan pandangannya pada julie dan mengelus pundak perempuan itu “jangan dipaksakan Jul, taka pa kalau kamu belum siap” ujar Josh
“aku akan menceritakannya Josh. Aku memang tidak memiliki ikatan pada pria manapun sekarang. Namun, aku pernah menjalin hubungan dengan salah satu pria yang bekerja ditempat yang sama. Bahkan sampai sekarang, namanya Liam. Aku memutuskannya karna dia selalu memaksaku untuk melayaninya dan dia selalu berusaha melecehkanku. Bahkan dia sempat memasukan obat perangsang namun rencanya gagal karna sahabatku Ana langsung menepuk tanganku sehingga minuman yang diberikan Liam padaku jatuh dan tumpah. Sejak saat itu aku mengakhiri hubunganku dengan Liam. Dia masih sering menggangguku, bahkan dia sempat menerorku dan menghampiri mansion ku. Untungnya penjagaan dimension ku ketat dan daddy pernah memperingatinya untuk jangan menggangguku. Namun jika dikantor, Liam tetaplah Liam yang selalu mengganggu dan berusaha menjebakku”jelas Julie gusar
Josh pun yang menangkap kekhawatiran dan ketakutan dimanik mata Julie menggenggam tangan kanan Julie dengan tangan kirinya dan mengelusmya pelan “taka pa Jul, kamu akan aman, aku akan melindungimu dari siapapun yang menyakitimu. Jadi jangan ragu untuk bercerita atau bahkan menghubungiku jika kamu butuh bantuan atau dalam bahaya. I’ll be there for you, dear”ucap Josh tulus
Juliepun menatap Josh dengan sneyum haru “terima kasih Josh” lalu dengan reflek memberikan kecupan di pipi Josh. Sadar akan tindakannya timbul rona merah dikedua pipinya dan menunduk malu “uhmm, maaf Josh”ujarnya pelan
Josh yang melihat Julie tengah malu mengelus pucuk kepalanya dan terkekeh kecil “taka pa Jul, aku senang kamu mau terbuka”ucapnya
Keduanya pun larut akan pembicaraan sampai takterasa keduanya telah sampai di lokasi foto.