The Pierce'S

The Pierce'S
Chapter 7 ( Wedding Day )



2 hari berlalu dan tepat hari ini menjadi hari yang paling ditunggu oleh kedua keluarga. Siapa lagi kalau bukan The Pierce dan Parkle.


Yap, tepat di hari Sabtu ini Josh dan Julie akan segera berganti status menjadi suami isteri. Keduanya tengah bersiap – siap untuk segera melakukan pemberkatan di salah satu gereja terbesar di New York.


Josh dengan balutan texudo putihnya dan Julie dengan balitan dress cantiknya, warna dressnya yang senada dengan pakaian Josh membuat keduanya terlihat tampan dan cantik. Pemberkatan mereka dihadiri oleh keluarga besar, serta para rekan kerja dan tentu saja kehadiran Mr. Arvick dan Mr. Vier yang melengkapinya.


Kini Josh dan Julie sudah sampai di gereja tersebut dan bersiap melakukan pemberkatannya. Keduanya, berkumpul disalah satu ruangan untuk berdoa bersama para keluarga dengan Josh dan Julie yang duduk berbarengan dan dilingkari oleh keluarganya. Peter yang akan mendoakan agar acara pemberkatan pernikahannya ini berjalan dengan lancar tanpa satu hambatan apapun. Setelah selesai berdoa, para keluarga dan kerabat yang sudah memasuki gereja akan menunggu kedatangan kedua mempelai didepan altar gereja.


Kini, Josh dan Julie yang tengah siap didepan pintu aula gereja yang tertutup tengah bersiap untuk melangkahkan kakinya masuk keaula gereja.


Josh yang mengerti kegelisahan Julie menolehkan kepalanya kearah Julie dan mengelus tangan Julie yang menggandeng lengan gagahnya “taka pa Jul, semua akan berjalan lancar. Tuhan akan selalu menyertai kita. Jangan gugup “ ucap Josh pada Julie, Julie pun membalasnya dengan tersenyum. Sampai akhirnya, pintu aula telah dibuka dan mereka berdua berjalan beriringan menuju altar sembari menebarkan senyum bahagia mereka kearah tamu – tamu yang telah hadir.


Kini mereka tengah sampai dihadapan pendeta, semua yang ada didalam sama – sama menyanyikan lagu dan dilanjut doa pembuka, sebelum keduanya mengucapkan janji pernikahan, keduanya mendengarkan kotbah yang akan disampaikan oleh pendeta, setelahnya mereka berdua berdiri dan berhadap – hadapan. Josh kini menatap mata Julie dan menggenggam kedua tangannya erat. Josh mengambil nafas dan membuangnya perlahan untuk menghilangkan kegugupannya.


“ I Josh Pearce, take you Julie Parkle to be my wife, to have and to hold from this day forward, for better or for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish, from this day forward until death do us part. ” ucap Josh lantang membuat para tamu yang hadir terutama kedua orang tua mempelai dan Julie yang ada dihadapannya terharu dan menahan tangisnya. Setelah mengucapkan kalimat janji itu Josh memberi senyum manisnya dengan mata yang berkaca kaca pada Julie.


Juliepun kini mengeratkan genggamannya ditangan Josh, menatap manik mata Josh dengan intens dan dengan mata yang berkaca – kaca, menarik nafasnya perlahan dan menghembuskannya pelan.


“ I Julie Parkle, take you Josh Pierce to be my husband, to have and to hold from this day forward, for better or for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish, from this day forward until death do us part. ” ucap Julie dengan suara bergetar menahan tangisnya. Sepanjang Julie mengucapkan janjinya, ia menatap dalam mata Josh dan memberikan senyum tulus pada Josh, Josh membalam senyum tulus Julie sembari mengelus genggaman erat Julie di jemarinya.


Sang pendeta yang berdiri didepan kedua mempelai itupun membawakan cincin yang akan dipasangkan dijari manis keduanya. “cincin pernikahan ini adalah lambang pernikahan dari 2 segi. Kemurnian emas melambangkan kemurnian cinta diantara kalian, dan lingkaran yang tak berujung melambangkan janji pernikahan yang telah diucapkan,yang artinya pernikahan ini tidak akan berakhir, tidak dpat dipisahkan. Karena apa telah disatukan oleh Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia, kecuali maut. “ ucap sang pendeta didepan Josh dan Julie. Pendeta tersebut memberikan cincin pada Josh untung dipasangkan ke jari manis Julie, begitupun sebaliknya. Setelah cincin terpasang Josh dan Julie tetap dengan posisi berhadap – hadapan dan pendeta berkata.


“kiss the bride “


Josh memajukan langkahnya Keara Julie, mendekatkan wajahnya perlahan “ may i? “ Tanya jos berbisik. Julie menganggukan kepalanya dengan tersenyum dan dalam hitungan detik, bibir keduanya saling bertautan diiringi tepuk tangan meriah dari para tamu undangan. Setelah itu, pendeta meneguhkan pernikahan keduanya dan sekarang tiba saatnya dimana Josh dan Julie, menghampiri kedua orang tua dari mereka.


Kini Josh dihadapan Peter, papanya dan Julie dihadapan Shelly, mama dari Josh. Lalu sebaliknya, begitupun kepada mommy dan daddy. Tentu saja josh dan julie mengucapkan terima kasih atas setiap hal yang diberikan kedua orang tua itu terhadapnya smapai mereka bisa menjadi sosok yang sukses, mereka juga meminta maaf atas kesalahan – kesalahan yang pernah dilakukan kepada orang tuanya.


Setelah selesai, akhirnya snag pendeta berdoa penutup dan semua yang ada diaula itu bergegas kehalaman gereja untuk menerbangkan balon dan burung merpati. Lalu para tamu undangan memberikn salam kepada pengantin dan orang tuanya.


Setelah tersisa Josh, Julie, Peter, Shelly, Dave dan Sydney serta Keyna. Mereka saling memeluk erat satu sama lain.


“selamat nak” ucap Peter memeluk Josh


Josh tersenyum dan membalas pelukan papanya “makasih banyak pa” shelly yang berdiri disamping suaminya mengelus pucuk kepala Josh dengan penuh kasih sayang “selamat sayang, sekarang tanggung jawab mu sudah semakin besar, bukan lagi keluarga yang harus kau prioritaskan Josh, melainkan istrimu lah yang harus kamu prioritaskan. Jadilah suami yang bertanggung jawab, kejujuran, kesabaran, ketulusan serta kepercayaan yang akan menjadikan pondasi yang kalian buat menjadi kuat. Berbahagialah nak” ucapan shelly dibalas ciuman tulis dari Josh dikening mamanya, dilanjut dengan Dave yang memeluk Josh dan berkata “ aku percayakan putri ku padamu, sekarang dia bukan tanggung jawabku. Jaga dia seperti aku menjaganya. Dan bahagiakan dia lebih dari yang pernah kulakukan padanya. Aku percayakan dia pada mu Josh! Jangan sungkan jika butuh sesuatu, karena sekarang aku adalah Daddy mu juga” ucapan Dave pada Josh.


“jaga Julie Josh, mom sungguh sangat percaya padamu kalau kau bisa mencintainya seperti daddy mencintai mommy. Mommy sungguh terharu sekaligus bangga dengan keyakinan mu nak. Mommy titip Julie”


“ya mommy aku akan melakukannya. Itu pasti” ujar Josh


Tak lain dengan Josh Julie juga kini tengah dipeluk oleh daddynya erat.


“ Hey dear, sekarang kamu sudah tidak bisa daddy sebut little princess lagi. Kamu sudah menjadi istri nak, jadilah istri yang baik, bertanggung jawab dalam rumah tangga. Serta menuruti setiap perkataan suami padamu. Jadilah istri yang baik sayang. Daddy mencintaimu nak” ucap dave mengelus punggung Julie.


Julie yang mendengar ucapan yang terlontar dari mulut daddynya menghapus pelan air matanya “thank you daddy sudah membesarkanku sampai sekarang aku menjadi isteri orang. Dan thank you mommy sudah melahirkanku, sudah merawatku sampai kini aku bisa menjadi Julie yang dewasa. Aku mencintai kalian “ ujar Julie yang kini memeluk mommy dan daddynya.


Sydney mencium kening putri cantiknya “ mommy akan selalu mendukungmu nak, jangansungkan untuk datang kepada mommy jika kamu membutuhkan mommy. Mommy akan selalu ada untukmu” ujar sang mommy.


Julie pun kini menghampiri mama papa Josh yang kini menjadi orang tuanya juga. Julie memeluk Peter “terima kasih pa, sudah memiliki anak sebaik Josh untuk ku” ujar Julie tersenyum. Peter membalas senyuman itu “ tentu nak. Terima kasih juga sudah menjadi pelabuhan terakhir anakku, biar Tuhan yang selalu menyertai bahtera rumah tangga kalian. Berbahagialah Julie”ucap Peter.


Shelly menghampiri Julie, memberikan pelukan dan ciuman hangat pada Julie “julie terimakasih sudah menjadi isteri dari anak manjaku itu. Kamu harus kuat jika dia mulai manja padamu haha. Kamu pasti bisa menjadi istri yang baik untuk putraku Jul, aku percaya padamu. Dan jangan sungkan kepadaku, peter atau bahkan keyna. Kita keluarga sekarang “ ujar Shelly.


“yaa mama, aku berterimakasih sudah melahirkan Josh, dia pria yang sangat manis. Terimakasih ma” balas Julie.


Julie menghampiri Josh yang tengah memeluk Keyna yang kini berdurai air mata.


“hai Josh, umm hai Keyna” sapa Julie


Keyna yang tengah dipeluk Josh beralih memeluk Julie “ka Julie, selamat. Terima kasih sudah hadir dikeluargaku dan menjadi kebagiaan kakak laki – laki ku. Sungguh aku sangat menyukaimu, bahkan aku sungguh bahagia kakak ku menikah dengan perempuan cantik dan baik sepertimu, terima kasih ka” ujar keyna sesenggukan.


Julie mengelus punggung keyna sayang seraya tersenyum menatap Josh yang kini tengah menatapnya.


“tentu saja Keyna, sekarang aku adalah kakak mu juga. Jangan sungkan untuk menghubungiku atau menghampiriku jika ingin bercerita atau bertemu yaa? Apalgi jika kamu ingin menceritakan tentang pria yang mendekatimu huh. Aku rasa Josh akan posesif kepada adik cantinya ini hmm? Jadi jangan sungkan padaku keyna” balas Julie. Keyna pun melepaskan pelukannya dan tersenyum pad Julie “ahh, kauu sungguh kakak idaman kak. Sungguh aku menyayangimu” ujar Keyna senang.


“jadi kau melupakanku sebagai kakak mu key?” Tanya Josh menggoda adiknya


Keyna pun tertawa kecil “ tidak jika kau menambah uang jajanku, haha”


“dasar kau” ucap josh mengacak rambut curly keyna.