The Pierce'S

The Pierce'S
Chapter 13 (Quality Time)



setelah Julie dan Josh selesai membersihkan diri, mereka bergegas untuk turun keruang makan untuk menyantap sarapan yang sudah disiapkan oleh chef di mansion itu. mereka turun dengan tangan yang saling bertautan sembari memberikan senyum kepada para pegawai dimansion itu. saat menginjakan tangga terakhir, terdengar bisik bisik dari para maid yang lainnya.


"tuan Josh terlihat sangat bahagia ya"ujar salah satu maid yg dikenal dengan nama Anya kepada teman maid yang lainnya


bisikan anyabitu dibalas anggukan antusias oleh temannya "iya nya, nona Julie luar biasa sekali ya sampai bisa menciptakan senyum bahagia dibibir tuan Josh. sepertinya tuan Josh sangan mencintai nona Julie"


"semoga mereka bahagia selamanya ya"balas anya.


Julie dan Josh yanh mendengarkan bisikan para maid pun tersenyum senang.


"selamat pagi tuan dan nona" sapa bibi Elle sembari menarik kursi untuk Josh lalu dilanjutkan untuk Julie.


"Morning bi" balas Julie ramah


Joshpun tersenyum "pagi bi"


Berbagai menu sarapan telah disediakan dimeja makan, keduanya makan sembari berceloteh ria penuh canda tawa. Dan lagi, kebahagiaan mereka tidak lepas dari penglihatan para pegawai mansion mulai dari maid sampai bodyguard di mansion tersebut.


Bahkan para pegawai terlihat sangat senang. Bagaimana tidak? Tuannya yang tampan namun dikenal sangat dingin dan irit dalam berbicara bisa menebarkan senyum bahagianya ke orang - orang. Siapa lagi kalau bukan karna kehadiran Julie yang sudah mengisi relung hati tuannya itu.


Kini, mereka telah menyelesaikan sarapan mereka. Josh mengajak Julie memasuki ruang kerja pribadinya.


"selamat datang ditempat kerjaku" ucap Josh pada Julie yang kini tengah memasuki ruang kerja Josh.


Julie berjalan mendahului Josh sembari melihat ke sekeliling ruangan yang penuh dengan tampilan cctv, satu meja yg terdapat komputer serta ada laptop disampingnya yang bisa Julie simpulkan bahwa itu meja kerja suaminya. Di pojok sisi ruangan terdapat salah satu lemari yg terdapat banyak buku buku. Namun, yang menjadi pertanyaan dalam benak Julie mengapa ada satu tombol yg terlihat cukup berbeda dari yang lain.


Julie pun berjalan mendekati lemari itu, Josh yang menyadari rasa penasaran Julie pun mengikuti langkah isterinya dari belakang.


"mm, ini tombol apa?" tanya Julie penasaran


Josh tersenyum tipis dan langsung menekan tombol tersebut.


saat tombol itu dibuka, terbukalah lemari itu dan menampilkan satu ruangan yanh dipenuhi senjata - senjata luar biasa yang Julie tau bahwa senjata itu hanya diproduksi salah satu perusahaan terkaya di Amerika dan senjata itu tidak bisa didapatkan dengan sembarangan. Produknya pun terbatas.


Namun, yang Julie bingung kenapa Josh bisa memiliki senjata limited edition tersebut dengan jumblah yang sangat banyak.


"Josh?"


Josh yang tengah membersihkan salah satu senjata favoritnya menolehkan kepalanya kearah Julie "ya?" tanya Josh.


"kamu ngoleksi senjata ini?"


Josh menggeleng "no, aku produksinini sayang" ujar Josh.


Julie membulatkan matanya besar seakan bola matanya akan keluar dati kelopaknya


Josh memberikan senyum menggodanya "ternyata istri ku sangat pintar untuk menyimpulkan semuanya tanpa hatus ku jelaskan" ucap Josh


mendengar perkataan Josh membuat Julie membuka mulutnya lebar "ha? ja..jadii bener kalau kamu yang punya Jorce Company? Perusahaan yang gak pernah nunjukin,siapa pemiliknya tapi perusahaan itu sangat menghasilkan keuntungan banyak dan bisa memproduksi berbagai macam teknologi tercanggih." ucap Julie


"iya, aku yang punya Jorce Company. perusahaan itu udah aku rintis 5 tahun yang lalu sampai akhirnya aku ketemu Edo, dia aku angkat jadi tangan kanan aku dan aku sama Edo bener bener berusaha buat ngebantai mafia mafia sampai akhirnya salah satu misi yang aku sama edo jalanin adalah untuk kerja sama Mr. Vier." jelas Josh pada Julie


"wow. kalian keren! aku suka usaha kamu sama Edoo"ujar Julie antusias


Josh terkekeh sembari mengacak rambut Julie pelan "kadang aku gak yakin kalau kamu salah satu senjata ampuh di perushaan Arvick. ngeliat tingkah kamu yang kayak anak kecil gini." ledek Josh pada Julie


Julie mengerucutkan bibirnya kesal "ih bener tau. kamu mah malah ngeledek" protes Julie


"maafff yaaa sayang. yaudahh karena kita gabisa jalan jalan keluar selama disini. sebagai gantinya gimana kalau kita berkuda? kamu suka?" tanya Josh


Julie mengangguk setuju " akuu mauuu aku mauuuu"


akhirnya mereka pun menuju salah satu peternakan kuda milik Josh. disana banyak kuda kuda yang biasa dipakai untuk berkuda. Josh memiliki salah satu kuda terbaiknya dan Josh menamainya Axel. Kuda jantan yang memiliki badan kokoh serta berisi. Axel merupakan kuda yang memiliki kemampuan lari yang cepat sehingga setiap kali Josh menunggang kuda, Axel adalah pilihan yang tepat bagi Josh.


sedangkan Julie, dia menaiki kuda betina berwarna putih yang bernama Acilia. postur acilia lebih kecil dibanding axel dan itu membuat Julie yang menunggangi acilia terlihat lucu dan menggrmaskan.


Acilia juga tidak bisa berlari secepat axel. Namun, Acilia dapat melompat tinggi dibanding kuda kuda yang lainnya.


Mereka tengah asik menunggangi kuda sembari tertawa senang. Josh dan Julie berjalan beriringan samai akhirnya Julir memiliki ide agar keduanya tidak merasa jenuh.


"hmmm Josh bagaimana kalau kita buat tantangan" ujar Julie


"tantangan apa? "


"begini, kita akan balapan menunggang kuda. namun kita akan atur untuk menaruh bongkahan kayu agar nanti kuda yg kita tunggangi harus bisa melompati kayu itu untuk ke garis finish. bagaimana?" tawar Julie


Josh menjentikan jarinya didagu sembari berfikir "okey aku mau. tapi, kalau aku yang menang aku boleh minta 3 permintaan dan kamu harus turutin. begitupun sebaliknya. bagaimana?" ucap Josh menaik turunkan alisnya


Julie mengangguk "baik! siapa takut"


merekapun tengah bersiap dengan kudanya masing - masing. dibantu oleh salah satu orang yg mengurus peternakan kuda itu yaitu Jack. Jack juga bertugas sebagai juri.


akhirnya, merekapun memulai perlombaannyaa


Awalnya, mereka bersamping sampingan sampai akhirnya, Julie mempercepat lari Acilia sambil menggoda josh "kejar aku kalau kau mampu, husband!" goda Julie sembari mengedipkan sebelah matanya pada Josh.


Josh pun memberikan smirknya "as u wish, sweety" Josh pun langsung mempercepat lari Axel. Josh tidak khawatir karna Axel mempunyai kemampuan berlari yg lebih cepat 2 kali lipat dibanding kuda yang lain. saat melompat, kuda yang ditunggangi Josh hampir tergelincir namun, axel mampu menstabilkannya dan akhirnya Josh mampu mengalahkan Julie yang kini masih melompati kayu yang sudah ditata tadi.


"jadi, wife aku akan minta 3 permintaan sama kamu"