The Pierce'S

The Pierce'S
Chapter 10 ( Dinner )



“nghhh” suara lenguhan terdengar dari bibir manis Julie yang kini mulai terbangun dari tidur nyenyaknya. Julie menggapai tangannya ke meja yang berada disamping tempat tidurnya untuk mengambil handphonenya. Julie membuka matanya perlahan dan melihat jam yang ada di layar handphone tersebut. di Paris kini sudah menunjukan pukul setengah lima sore. Itu artinya hari akan menjelang malam. Julie memindahkan perlahan tangan Josh yang melingkar erat di pinggangnya lalu bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya.


Sekeluarnya Julie dari kamar mandi, Julie berjalan kearah Josh yang masih tidur dan membangunkannya. Mengguncang pelan bahunya dan memberikan elusan lembut di pundah Josh.


“josh bangun. Hari sudah sore, jangan terlalu larut tertidur Josh” ujar Julie mengguncang pelan tubuh suaminya. “nghh” josh membalasnya dengan lenguhan serta gerakan kecil. Julie tidak putus asa dan tetap membangunkan Josh nya itu.


“bangun Josh, temani aku mencari bahan masak untuk dinner nanti. Ayoo bangun”


Josh pun yang mulai tersadar dari tidurnya, mengucak matanya pelan dan mulai mendudukan dirinya seraya bersandar pada kepala ranjang.


“sudah jam berapa Jul?” Tanya Josh


“ sekarang sudah pukul empat ;ewat empat puluh lima menit. Minumlah dulu Josh” jawab Julie sembari memberikan segelas air putih untuk Josh. Josh mengambilnya dan meminumnya sampai habis “thank you”. Julie tersenyum dan menyimpan gelas itu di bar.


Setelah itu, julie kembali menghampiri Josh yang tengah duduk bersandar diranjang mereka “josh, apakah kamu mau menemani ku untuk membeli bahan masakan untuk dinner nanti?” Tanya Julie.


“kamu mau masak? Gamau room service aja?” ucap Josh.


Julie menggeleng “aku berniat untuk masak. Tapi, kalau memang kamu mau room service saja, tidak masalah”


“sejujurnya aku lebih pilih makan masakan mu yang sangat lezat itu. Tapi aku takut kamu terlalu kecapean dan bikin badan kamu drop nantinya” ucap Josh menatap wajah Julie intens.


Julie yang menangkap kekhawatiran Josh pada dirinya memberikan senyum tulusnya “sepertinya memasak tidak akan membuat badanku drop Josh. Jadi kamu mau kan?” Tanya Julie semangat.


Josh mengangguk seraya tersenyum lebar “tentu saja”. Jawaban Josh membuat Julie tersenyum senang dan bergegas mengambil dompetnya.


“baik, bersiaplah jika kamu mau berganti pakaian terlebih dahulu. Kita belanja tidak jauh dari hotel. Hanya beberapa meter saja” jelas Julie


Josh membalasnya dengan anggukan “aku begini saja. Kamu gak ganti baju?” Tanya Josh pada Julie. Julie menggelengkan kepalanya “hm, sepertinya dengan pakaian ini tidak masalah” ucap Julie.


Josh memandang isterinya itu dari atas kepala sampai ke ujung kakinya “ sepertinya kamu harus ganticelana. Itu terlalu pendek Jul, aku gak mau ada pria – pria predator yang menatap kearah paha mulus dan kaki jenjang mu itu” ujar Josh seraya menunjuk kearah paha dan kaki Julie.


Julie yang mendengar perkataan Josh tanpa sadar terbit semburat merah dikedua pipiny “ ah mm, yaa. Aku akan berganti celana. Aku titip dompet ku ya” ucap Julie memberikan dompetnya pada Josh dan bergegas mengambil celananya dan berganti.



Kini keduanya sudah berada disalah satu pusat perbelanjaan yang dimana pastinya ada supermarket untuk membeli bahan makanan yang akan Julie olah.


“baiklah Josh, jadi apa yang ingin kau makan untuk dinner nanti?” Tanya Julie


Josh yang kini tengah mendorong trolley berjalan sambir berfikir “hmmmm, kamu bisa membuat makanan khas Paris?”


Julie menganguk “lumayan. Namun hanya beberapa saja. Kamu mau aku masak Beef Burguignon?” ucap Julie dibalas anggukan oleh Josh. Bagi Josh apapun makanan yang dimasak Julie itu pasti lezat. Jadi dia akan memakan apapun yang istrinya masak.


Kini Julie tengah selesai mengambil bahan bahan untuk membuat Beef Burguignon lalu mereka menuju kasir untuk membayar belanjannya. Namun, saat mendekati antrian mereka Julie tersadar bahwa dompetnya tadi dititip ke Josh.


“josh, kamu bawa dompet ku kan?”


“baiklah” jawab Julie


Setelah mereka membayar, mereka lansung bergegas menuju hotel dan Julie langsung mengolah bahan bahan yang sudah dibelinya itu. Julie menyuruh Josh untuk mandi terlebih dahulu selagi dirinya memasak. Josh pun yang sudah selesai mandi bergegas ke meja makan yang berada dekat dengan bar. Josh memperhatikan Julie yang kini tengah menghias piring yang sudah berisikan beef burguignon.


“taraa sudah siap, ini untuk mu Josh dan ini untuk ku” kata Julie dan meletakkan kedua piring yang dibawanya diatas meja makan.


Josh dapat menangkap aroma dari makanan yang dimasak Julie “ini sangat harum. Hmm, sepertinya rasanya lezat” ucap josh seraya mengendus masakan Julie yang mengeluarkan bau harum.


Julie yang mendengar ucapan Josh terkekeh kecil “hahaha, kau lucu Josh. Baiklah, makanlah duluan. Aku akan menyusul, aku harus membersihkan tubuhku terlebih dahulu. Ini sangat tidak nyaman” ujar Julie pada Josh.


“aku akan menunggumu Jul, mandilah dahulu” ujar Josh.


Josh pun menunggu Julie yang sedang mandi.


Tiba – tiba, deringan ponsel mengagetkannya. Joshpun segera mengambil ponselnya dan membaca ada nama Edo sahabatnya yang tertera pada layar handphonenya.


“halo” sapa Josh pada Edo via telephone.


Josh mendengar suara Edo dari seberang sana “halo Josh, maaf mengganggu waktu honeymoon mu” ucap edo


Dahi Josh berkerut heran “ada apa? Apa ada sesuatu? Tanya Josh”


Terdengar suara hembusan nafas kasar dari sana “ seperti yang kita curigai Josh. Maksud dari mereka bedua bukanlah untuk perdamaian itu. Namun kau dan Julie” ucap Edo


“ sudah ku duga itu semua. Baik aku akan memantau lewat system dan kau pantau pergerakan mereka. Hubungi aku jika ada sesuatu. Karna aku tau saat aku dan Julie kembali akan ada sesuatu yang terjadi”ujar Josh pada Edo


“baiklah Josh. Hm, berhati – hatlah Josh. Ku rasa kau harus keluar dari hotel itu dan pindah ke kota lain bahkan kalau bisa jangan jalan – jalan dahulu karena aku dengar mereka mulai aksinya besok siang saat tau kau dan Julie akan ke menara Eiffel. Dan aku sarankan untuk bersembunyilah Josh. Jangan smapai jejak mu dan Julie terlihat” jelas Edo


“baik, terima kasih untuk informasi penting ini. Kau dan tim berhati – hatilah, aku akan menambah keamanan pada kalian dan jika aku merasa mereka mulai membahayakan kami dsini, aku akan memanggil tim b untuk membantuku mengurusnya.” Ucap Josh


“ baik Josh. Nikmati libur mu. Aku akan terus mengupdate kabar terbaru pada mu. Jangan jauhkan handphone mu karena ternyata ******** itu bergerak lebih cepat dari yang ku kira” dengus Edo


Josh tertawa kecil “ aku bahkan tak heran dia melakukannya. Tenanglah, aku akan mengatasi maslah ini. Sekali lagi terima kasih Do” ujar Josh pada Edo


“seperti sama siapa saja kau ini. Baiklah Josh, aku tutup telephonenya ya agar tidak mengganggu kalian untuk membuatkan ku keponakan HAHA. See u Josh”ujar Edo. Josh yang mendengar tawa sahabatnya itu mendengus dan segera mematikan sambungan telephonenya.


Josh yang kini tengah menatap jalanan dari jendela kamarnya seraya mencoba mengatur emosinya.


“shit” umpat Josh. Juliepun kini menghampiri Josh dan mengelus punggung lelaki itu “hei, ada apa Josh? Apa semua baik – baik saja?” Tanya Julie pelan.


Josh yang terkejut karna kedatangan Julie yang tiba – tiba, mendekap tubuh itu kedalam dekapannya “ tidak apa Jul, semua baik – baik saja.”


Juliepun menangguk dan mengajak Josh untuk makan malam.


Makan malam itu berjalan dengan baik. Masakan Julie sangat lezat bahkan Josh tidak berhenti mengeluarkan pujian – pujian pada Julie. Ohh ya, sebetulnya Julie mendengar sedikit perbincangan Josh dengan orang yang Julie tebak adlah Edo sahabat suaminya itu. Namun Julie memilih diam sampai keadaan kembali tenang barulah Julie akan bertanya kepada suaminya itu.