
"tak apa jul, aku juga tidak akan menyakiti mu, walaupun WD merupakan salah satu musuh besar bossmu namun aku tidak memusuhimu. boss ku bahkan menyuruh ku menemui mu"jelas Josh
julie mengernyit bingung "menemui ku? "
"ya, menemui mu! "
"untuk apa?"
Josh mulai menatapnya dengan serius
"kau tau bukan bahwa pekerjaan kita merupakan agen rahasia yang harus dirahasiakan. Dan seperti yang kamu tau bahwa WD (world Detective) dengan agen milikmu SI (security of intelligence) itu merupakan 2 perusahaan yang sama-sama ingin mereput takhta tertinggi dalam memenangkan posisi dalam segala hal"jelasnya
Julie menopangkan tangannya didagu "iya, aku tau. Lalu mengapa kau harus menemuiku? Pasti akan ada sesuatu yang akan kau lakukan bukan? Membunuhku, apakah itu benar? "ujarnya
Josh terkekeh pelan "tentu saja tidak Jul, aku disuruh menemuimu oleh boss ku untuk menikahimu. Dia bilang jika kita menikah maka kedua tempat kita bekerja itu akan berhenti dari peperangan dan penyerangan penyerangan yang keduanya lakukan"
"WHAT?!!! ARE U KIDDING ME?! MENIKAH? DENGAN MU? OH MY GODD. NOT JOKING TO ME JOSH! IAM SERIOUS"teriaknya kencang
Josh berjalan menghampiri Julie dengan langkah kecil " calm down Jul, im serious. My boss told me to marry you and the war will done if i, if we do this. So, will you ma.. "ucapan Josh terputus karna adanya dering dari ponsel Julie
Julie pun segera mengangkatnya dan berjalan menjauh sedikit dari Josh "hold on Josh"
"Julie speaking"ujarnya dengan ponsel digenggamannya
Terdengar suara dari sana "helo Jul, this is me Mr. Arvick. Sudah bertemu Josh dari WD?"
"hmm. Im sorry sir, saya tidak tau bahwa saya bertemu dengannya dan mendapat pertolongan dari dia. Saya akan menghindar sir, im serious"ucap Julie tegas tanpa ragu
Terdengar suara kekehan dari seberang sana "Julie calm down, its oke. Saya dan Mr. Vier sengaja mempertemukan kalian. Kamu pasti tau bahwa agen kita dan agennya merupakan musuh yang selalu perang demi berada diposisi tertinggi dalam urusan intelegen. Jadi kami berencana mempertemukan kalian agar kamu dinikahinya. Agar kita bisa menjadi 2 agen yg bekerja sama sehingga bisa menyatu"jelas Mr. Arvick
"jadi masalah pernikahan itu serius sir? "tanyanya
"yap itu serius. Karna hanya kalian berdua yang bisa menolong kedua agen ini. Apakah kamu bersedia? "tanya Mr. Arvick
Juliepun membuang nafasnya pelan "bersedia sir"
"okey, pernikahan akan kami urus, kalian bersenang senang lah. Urusan prewedding biar kami yang atur"ujar mr. Arvick lewat telephone
Julie mengangguk ditempatnya "baik sir, thank you"
"yes with my pleasure, have fun dear"ucap Mr. Arvick lalu sampungan telephone terputus.
Juliepun kembali kearah josh
"maaf josh, tadi kamu mau ngomong apa? "
Josh tersenyum "its okey jul, i know tadi Mr. Arvick kan? "tebaknya
Julie mengangguk "ya, dan dia menjelaskan padaku apa yang kamu ucap barusan. Jadi kamu tadi mau ngomong apa"tanya julie
Josh pun mencoba menghilangkan gugupnya, mengambil cincin dibelakang tubuhnya dan mulai memposisikan diri dengan kaki kiri yang berlutut seraya menahan tubuhnya. Julie yang melihat terperangah kaget sekaligus gugup dan menahan detakan jantungnya yang kian berdetak cepat "will you marry me Julie Parkle? "ucap Josh dengan tegas dan lantang
Julie pun menelan ludahnya perlahan walaupun terasa sulit, menghapus keringat yang mulai turun dari arah pelipis, menahan gemetar karna kegugupannya dan mengheembuskan nafas kasar "yes, i.. will"ucapnya pelan
"pardon? "
Josh pun memasangkan cincin itu ke jemari Julie, berdiri berhadapan dengan Julie
"can i hug you dear? "tanya Josh pelan
Julie mengangguk pertanda iya.
Josh pun memeluk tubuh Julie, mengelus surai rambut Julie. Julie pun melakukan hal yang sama, memeluk tubuh Josh erat tanpa mau melepas sedikitpun
...
Malam ini, Josh mengajak Julie untuk dinner disalah satu restoran ternama untuk merayakan pelamaran yg diteruma oleh Julie.
Keduanya asik menyantap makanan dengan diam sampai akhirnya Julie memulai obrolan
"jadi, sejak kapan kau bekerja di WD Josh? "tanya Julie
Josh yang sudah menyelesaikan makannya, mengelap ujung bibirnya dengan napkin yang ada diatas kedua pahanya "sudah hampir 5tahun aku mengabdi disana. Bagaimana dengan mu Jul? "
"aku masih baru, baru saja 3tahun bekerja disana. Oh ya, aku dengar kamu merupakan salah satu senjata penting dalam WD bukan? "ujar Julie
Josh mengangguk "mereka menyebutku seperti itu, tapi bagi ku sama saja. Aku sama seperti pasukan yang lainnya. Hanya saja terkadang dalam menyelesaikan beberapa misi Mr. Vier mempercayakan ku untuk menyelesaikan nya sendirian tanpa pasukan lain" jelasnya
Julie mengangguk paham "ya, terkadang Mr. Arvick pun begitu. Dan terkadang sulit untuk ku karna aku harus bisa menjaga nyawa ku sendiri. Tidak mudah apalagi yang ku lawan bukan satu atau dua orang saja"
"jadi apa yang menjadi keahlian mu Jul? "
Julie berdeham "hm. Aku jauh lebih pandai dalam menggunakan senjata tajam. Sebetulnya, awalnya aku tidak ingin menjadi anggota yang bekerja membunuh orang walaupun yang ku bunuh merupakan orang - orang yang bersalah baik kepada negara atau kepada klien yang membayar ku. Namun tuntutan ini harus membuat ku belajar untuk menggunakan senjata tajam ataupun senjata api. Ya jadi, begitulah"jelasnya
"baiklah jul, sekarang kita lupakan masalah pekerjaan. Ada baiknya untuk mengenal satu sama lain. Dan ekhemm, apa kau bersedia berdansa dengan ku? " tanya Josh sembari mengulurkan tangannya kepada Julie
Julie tersenyum kecil " sebetulnya, aku tidak cukup pandai dalam urusan berdansa. Mau kah kau membimbingku Josh? "
"tentu saja" ucap Josh dibalas uluran tangan oleh Julie.
Keduanya menikmati moment dansa mereka, dimana Julie menginjak ujung sepatu Josh dengan tangan kiri Julie ditaruh di pundak josh dan tangan kanan yang saling bertautan dengan tangan Josh. Sedangkan Josh, tangan kirinya merangkul erat pinggang ramping Julie. Keduanya bertatapan mengikuti irama lagu sampai akhirnya kedua kening itu bertautan dan sling melempar senyum dengan mata terpejam.
mereka bergerak berirama mengikuti lagu dengan keheningan diantara kedua nya
sampai akhirnya Josh memecahkan keheningan diantara mereka
"jadi, kapan aku bisa bertemu kedua orang tua mu? " ujar Josh bertanya
Julie yang mendengar ucapan Josh cukup merasa gugup dengan pertanyaan yang diajukan "setelah kepulangan kita, kau bisa mengunjungi rumahku untuk bertemu orang tua ku. tapi apa ini tidak terlalu cepat? " tanya Julie
"memang terlalu cepat. tapi menurutku lebih cepat akam lebih baik. toh aku tidak menuntutmu untuk melayaniku secara fisik, atau untuk segera mendapatkan momongan. kita bisa saling mengenal dulu selama yang kita mau. jadi gunakan moment itu sebaik mungkin" jelas Josh
Juliepun memberi senyum manisnya dan mengangguk seraya mengerti.
keduanya larut akan pembicaraan dan menikmati moment perkenalan mereka dibawah kerlip bintang dengan udara yang menyejukan keduanya
...
hai, boleh minta vote dan commentnya yaa! terimakasih😊