The Pierce'S

The Pierce'S
Chapter 15 (Come back to routinity)



Seminggu sudah mereka habiskan waktu di mansion milik Josh yg berada di Perancis. Walaupun mereka tidak bisa berjalan jalan, namun banyak kegiatan yang dilakukan keduanya untuk mengusir kejenuhan dengan menikmati fasilitas yang ada di mansion tersebut. seperti movie time, boxing, latihan memanah, latihan menembak dan banyak hal hal yang mereka lakukan. dan sekarang mereka akan kembali ke rutinitas.


kembali bekerja, menjalankan misi. namun beda dengan Josh, Julie sudah membulatkan tekatnya untuk berhenti bekerja dengan Mr. Arvick. Julie tau bahwa ini tidak akan berjalan dengan lancar. Namun, Julie akan menuruti keinginan suaminya itu. lagipula Julie merasa sudah cukup bekerja seperti itu. dan Julie merasa tertipu dengan rencana busuk Arvick dibalik kebaikannya itu pada Julie.


pagi ini Josh dan Julie berangkat bersama. keduanya tengah berada didalam mobil Josh menuju kantor Julie. tentu Josh akan mengantar isterinya terlebih dahulu.


didalam mobil, banyak perbincangan perbincangan yang mereka bicarakan.


"jadi, udah memutuskan untuk undurin diri?" ucap Josh memecah keheningan diantara keduanya


"iya. aku udah yakinn untuk resign. lagipula aku juga mau fokus jadi ibu rumah tangga dan aku bisa bantu kamu juga dikantor. kayaknya itu lebih baik dibanding harus kerja dibawah pimpinan mafia yang berkedok malaikat" kata Julie


Josh mengangguk "aku dukung sama keputusan apapun yang kamu ambil. nanti jam makan siang, aku jemput kamu di lobby. kita lunch bareng hari ini. kabarin terus kalau ada apa apa ya sweety" ujar Josh mengusak punggung tangan Julie.


Julie tersenyum hangat "iyaa, aku pasti kabarin kamu teruss kok. yaudah aku turun ya Josh. kamu hati hati, sampai kantor jangan lupa untuk kabarin aku okee? sampai ketemu nanti siang Josh. bye" pamit Julie memberikan ciuman di kedua pipi Josh


"siap kapten! kamu semangat kerjanya hari ini. semoga lancar, love u wife" Josh langsung mengecup kening isterinya lama.


setelah berpamitan, Julie bergegas turun dari mobil Josh dan berjalan masuk kearah lobby kantornya. sapaan demi sapaan terdengar di telinga Julie, Julie pun membalas sapaan teman kerjanya tak kalah ramah. sampai akhirnya didepan pintu lift dia melihat sahabatnya, Ana. Julie pun berjalan menghampiri Ana


"morning ana" sapa Julie.


ana yg tengah fokus menatap layar ponselnya tersentak kaget "hey, morning Jul. kau mengagetkan ku" ucap ana sembari mendengus.


terdengar suara kekehan kecik dari bibir Julie


"ohhh i really sorry ana" ucapnya


"humm baik baikk ku maafkan. tapi sebagai imbalannya kamu harus makan siang bareng sama aku hari ini" ujar ana sampai akhirnya terdengar bunyi dentingan lift.


keduanya pun memasuki lift dan menekan tombol dilantai mereka bekerja.


di dalam lift berisi kira kira 7 orang yang menuju lantai yg sama. itu menyebabkan adanya keheningan di dalam lift tersebut sampai akhirnya mereka sampai di lantai yg mereka tuju.


ruang kerja Julie dan Ana bersebelahan dan itu menyebabkan timbulnya celotehan celotehab dari keduanya ketika pekerjaan mereka selesai.


kini Julie mulai mengerjakan pekerjaannya. melaporkan misi misi yang berhasil dijalani nya dan mengirimkan laporan itu pada Mr. Arvick via email. Selain via email, Julie juga memberikan Hard coppy nya langsung pada Mr. Arvick.


Julie berfikir ini salah satu momen yg pas untuk Julie berbicara mengenai pengunduran dirinya dari tempat kerjanya itu.


Kini Julie sudah berada di depan ruangan Mr. Arvick dan di sambut hangat oleh sekretaris nya.


"morning Julie" sapa lidya tersenyum


Julie membalas senyum ramah Lidya "hai lidya selamat pagi"


"ingin bertemu dengan mr. Arvick bukan?" tanya Lidya dan Julie pun mengangguk.


"baik, kamu bisa langsung masuk jul. Kebetulan tadi mr menyuruh ku menelfon ku untuk keuangan nya. Jadi, kamu bisa langsung masuk" ucap lidya.


Setelah berbincang sebentar dengan sekretaris mr. Arvick, Julie bergegas mengetuk pintu ruangan itu dan membukanya


"selamat pagi mr" sapa Julie


Mr. Arvick mengalihkan pandangan nya dari laptop yg ada didepan nya "oh, hai Julie selamat pagi. Bagaimana kabar mu?" tanya mr. Arvick.


Julie berjalan kearah meja atasan nya itu..


"aku baik, bagaimana dengan anda sir ?" tanya Julie balik.


Mr. Arvick mengangguk "im really good. Oh ya, ada beberapa hal yang ingin kusampaikan Jul. Pertama, untuk laporan mu kamu bisa merevisi nya karna ada beberapa kalimat yang salah. Dan juga kamu akan menjalani misi 2 hari lagi" perintah Mr. Arvick


Julie berdeham sekilas "hmm ya, untuk laporan akan langsung ku perbaiki sir namun maaf, aku juga ingin menyampaikan satu hal penting" ucap Julie pelan


"jadi, apa yg ingin kamu bicarakan?" tanya mr. Arvick


Julie membuang nafas ya pelan "jadi begini sir, saya mohon maaf sebelumnya. Namun ini adalah keputusan yang saya harus ambil dan sudah saya fikirkan dengan matang. Jadi, saya ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini sir" ucap Julie tegas dan lancar tanpa terponggah ponggah.


Mr. Arvick tersenyum tipis "sudah ku duga. Sebetulnya, amat disayangkan sekali karna kamu ingin mengundurkan diri. Di tambah kmau adalah salah satu pegawai yang memiliki kualitas baik dalam bekerja dan menjalankan tiap misi yang saya berikan dengan cepat. Namun jika boleh tau, apa alasan kamu ingin mengundurkan diri Jul? " tanya Mr. Arvick


Julie menarik lengan nya diatas meja" begini sir, saya hanya ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk keluarga saya. Dan saya merasa suami saya sudah jauh lebih dari cukup untuk menafkahi keluarga kecil kami" jelas Julie mantap


Mendengar penjelasan Julie seketika tawa terdengar dari mulut atasannya itu "haha, wait wait tadi kamu bilang ibu rumah tangga? Suami? Dan soal nafkah. Apa kamu yakin seorang pekerja seperti itu cukup untuk menafkahi kehidupan kamu? Uhmm salah maksudnya kalian?" tanya mr. Arvick


Julie mengangguk semangat "sangat yakin"


"baik jul, saya tidak bisa memaksamu untuk tetap berada disini jika kamu sendiri tidak menginginkannya. Namun, kamu tidak bisa keluar semudah itu. Kamu masih harus menjalankan 3 misi dan misi pertama sudah menghampiri mu. Jadi bersiaplah dan setelah itu, kamu bisa langsung keluar dari perusahaan ini " ujar mr. Arvick


Julie mengangguk paham" baik sir. Kalau begitu, terima kasih banyak sir dan saya akan kembali untuk merevisi laporan saya" ucap Julie


Mr. Arvick membalasnya dengan anggukan


"permisi sir" pamit Julie lalu bergegas masuk kedalam lift untuk menuju ke tempatnya bekerja.


"ana" panggil Julie yg kini duduk didepan ana.


"umm yaaa"


"aku resign" ujar Julie


"bagus dong" jawab aja tak sadar saking fokus nya pada pekerjaan.


Terjadi keheningan sebentar diantara keduanya tiba tiba seakan tersadar dengan yang diucapkan Julie ana kembali berbicara


"apa jul? Kamu resign?" tanya ana memastikan.


Julie mengangguk