
Setelah melewati Dinner mereka semalam, siang ini keduanya bersiap untuk berjalan - jalan. Ya sebut saja dengan nge- date.
Layaknya anak muda jaman sekarang yang setelah menjalani masa pendekatan, pacaran lalu bergegas untuk pergi kencan dengan bergandengan tangan dan saling tatap tatapan, memberikan senyum manis, memotret tangan yang sedang bergandengan lalu di upload di social media. Haruskah Josh dan Julie melakukan hal yang sama?
Pfttt. itu terlalu basi untuk keduanya. Ditambah usia keduanya yang cukup terbilang dewasa, akan sangat lucu kalau Josh memperlakukan Julie seperti remaja yang sedang Falling in love kan.
Tidak tidak, Josh tidak ingin bertindak seperti itu. Biarkan kencan pertama untuk saling mengenal ini berjalan layaknya air mengalir.
*tok tok tok*
Terdengar ketukan pintu dari luar kamar Julie. Dan yap, tentu saja itu Josh, Josh menjemputnya untuk bergegas pergi ke salah satu taman bermain dengan berbagai macam wahana yang cukup melatih degupan jantung.
Mereka akan mengunjungi Cedar Point Amusement Park, Ohio, Amerika Serikat.
ya, mereka tengah berada di Amerika Serikat tempat pertama kali dimana keduanya bertatap muka.
kini keduanya sudah memasuki tempat bermain yang sangat memicu adrenalin keduanya.
Julie melihat salah satu wahana yang sangat menarik perhatiannya sejak mereka memasuki tempat bermain itu.
wahana pertama yang akan dinaikinya adalah
Dragster Top Thrill. Drager Top Thrill merupakan salah satu Roaller Coaster dengan sirkuit penuh pertama yang mencapai 400 kaki atau 120 meter di ketinggian.
bayangkan saja jika kalian menaiki itu, mungkin bukan hanya jantung yang akan merasa tertinggal. Melainkan seluruh bagian dari tubuh kalian. Entahlah. Namun Julie memang sosok perempuan yang pemberani. Buktinya dia adlah salah satu anghota dari SI. Tidak mungkin kan dia akan merasa ketakutan hanya dengan menaiki wahana seperti itu. Namun untuk Josh, entahlah.
"Josh, ayo ikut aku. wahana itu akan menjadi wahana pertama kita" ajak Julie yang tanpa sadar menarik tangan Josh
Josh pun menoleh ketempat dimana Julie menunjuk wahana Dragster Top Thrill itu
"ah, ya. baik segeralah kita untuk antri sebelum antrian itu penuh" ujar Josh yang merasa gugup ketika tangan halus Julie mengenggam erat tangannya
keduanya pun tengah mengantri untuk menaiki wahana tersebut sampai akhirnya Julie tersadar bahwa tangannya dan tangan Josh saling bergenggaman
"umm. hmm, sorry Josh. aku hanya reflek saking semangatnya" ujarnya seraya melepaskan genggaman tangannya pada Josh
Josh pun memberikan senyum kecilnya
"tak apa Jul, aku tau"
setelah itu, keheningan menghampiri keduanya sampai tiba saatnya mereka menaiki wahana itu. mereka duduk berdampingan dan berteriak senang disaat penumpang yang lainnya berteriak ketakutan.
Permainan pun selesai, keduanya pun turun untuk bergegas membeli minuman dingin untuk memuaskan rasa dahaga keduanya
"kau sangat keren Jul! " ujar Josh semangat
Julie menoleh kearahnya "uhmm Josh, bisakah kita tidak perlu berbicara formal agar lebih nyaman dalam pendekatan? seperti kamu mengganti kata kau dengan kamu dan mengganti kata saya dengan aku. sepertinya itu lebih nyaman"ucap Julie
Josh yang mendengar ucapan Julie pun mengangguk paham "baiklah kalau begitu. oh ya Jul, sepulang kita dari sini aku akan bergegas kerimah mu untuk bertemu orang tuamu dengan mengajak kedua orang tua ku tentunya"
Julie mengangguk anggukan kepalanya "hmm, okey. akan ku tunggu kedatangan mu dengan kedua orang tuamu. oh ya, Mr. Arvick memberitahuku bahwa segala persiapan pernikahan sudah diatur oleh mereka. Apakah Mr. Vier juga sudah memberitahumu? "tanya Julie ada Josh
Josh pun berdeham "ekhem. sudah, semalam Mr. Vier sudah menghubungiku dan memberitahuku bahwa seluruh persiapan sudah diatur olehnya. Walaupun begitu, jika kau ingin sesuatu dalam pernikahan kita nanti kau boleh memintanya kepada ku agaf ku sampaikan kepada Mr. Vier"jelas Josh
Julie yang mendengar kalimat "kita" merasa degupan jantungnya meningkat 2kali lipat dari degupan biasanya. Darahnya seakan berdesir mendengar ucapan Josh. Terasa seperti ada kupu kupu terbang diperutnya.
Juliepun menghela nafasnya perlahan untuk menghilangkan rasa gugupnya itu "umm, baiklah Josh. mari kita melanjutkan perjalanan kita untuk membantai tiap wahana mengerikan yang ada disini. apakah kau takut Josh"candanya untuk menghilanhkan kekakuan diantara keduanya
Josh memberikan senyum smirk nya "takut? tentu saja tidak. apakah kamu yang merasa takut? "balas Josh meledek Julie
"lets we see. come on! "ujar Julie semangat
***
setelah perbincangan mereka berdua, Julie dan Josh bergegas untuk menaiki tiap wahana wahana yang ada di taman bermain itu mulai dari Dragster Top Thrill, Millennium Force, Steel Vengeance, Valravn, GateKeeper, Raptor, Maverick, Wicked Twister, Iron Dragon, Blue Streak, MaXair, Snake River Falls, Thunder Canyon, dan Skyhawk.
Mereka menaiki banyak wahana, namun mereka belum merasakan semua wahana yang memacu adrenalin itu dikarenakan jam sudah menunjukan sore menjelang malam hari. kini, mereka berdua bergegas untuk menuju hotel untuk bersih-bersih, makan malam dan mungkin akan ada aktifitas lainnya. Oh ya, mereka menginap di hotel The Breakers Palm Beach. Dengan kamar yang posisinya samping sampingan ditambah adanya connecting door memudahkan Josh untik memastikan keamanan Julie.
Kini, mereka tengah membersihkan badan mereka dan merilekskan diri dari aktivitas hari ini. Setelah mereka berdua selesai, Josh menghampiri Julie melalui connecting door dikamarnya.
"Julie, ku rasa dinner malam ini kita cukup berdiam dikamar mu atau kamar ku lalu kita menggunakan jasa room service tanpa harus keluar untuk memcari restaurant. apakah tidak keberatan? "tanya Josh pad Julie yang tengah mengeringkan rambut basahnya didepan cermin.
"tidak masalah Josh. aktivitas kita hari ini sudah cukup menguras tenaga. ada baiknya kita makan malam dikamar ku saja lalu setelah itu kita bisa berbincng atau bermain suatu permainan mungkin" jawab Julie
"ah ya, ide yang bagus. kalau begitu, aku akan menelfon ke Restaurant untuk memesan makan malam kita. tunggu sebentar"ujar Josh bergegas kearah Telephone disamping tempat tidur Julie
setelah Josh selesai menelfon, keduanya tampak asik dalam perbincangan dengan duduk menghadap kearah pantai sambil menyesap teh hangat sampai akhirnya, petugas Room Service datang dan menyediakan makanan yang sudah dipesannya diatas meja makan yang tersedia dikamar Julie. Setelah menyelesaikan makan malamnya, Julie mengajak josh untuk bermain salah satu permainan
"baik josh, untuk menghilangkan rasa bosan kita bagaimana kalau kita bermain permainan" usul Julie dengan semangat
Josh nampak menaruh jemarinya didagu seakan berfikir keras "hmm. boleh, apa yang akan kita mainkan? "
"jadi begini cara mainnya, kita akan bermain tebak gambar. begini rules nya. jadi yang menjadi penebak pertama adalah aku, kamu boleh memilih gambar di tab ku lalu kamu taruh diatas kepala ku, aku tidak boleh mengetahui gambar apa yang kamu pilih. setelah itu, aku akan menebak dan kamu hanya boleh berkata iya atau tidak. Jika kamu memberihukan clue selain dengan kaya iya atau tidak, kamu akan mendapatkan coretan lipstik diwajahmu. bagaimana? "
Josh mengangguk "tidak terlalu buruk. baiklah mari kita coba"
Josh mengambil tab Julie dan memilih salah satu gambar untuk Julie tebak adalah "Kiss of death" atau pistol yang berbentuk lipstik
"alat dapur"ucap julie
"tidak"
"kosmetik"
"tidak"
"makanan"
"tidak"
"hewan"
"tidak"
"uhmm, alat? "
"ya"
"alat keamanan? "
"ya"
"senjata"
"ya ya! "jawab Josh antusias"
"senjata api"
"ya, terus"
Julie menggigit bibir bawahnya sembari menaruh tangannya didagu dan berfikir keras
"senjata yang sering digunakan perempuan?"
"ya! "
"pistol lipstik? "
"YAPP BETUL!" ucap Josh lantang
permainanpun berlangsung sampai jam menunjukan pukul 1 pagi sampai akhirnya keduanya memutuskan bergegas tidur dan Josh kembali ke kamarnya.