THE PERFECT MY BILLIONAIRE

THE PERFECT MY BILLIONAIRE
Episode 7



***


“Mengapa kau menatapku seperti itu?, kau tau? kau terlihat sangat menakutkan saat menatapku seperti itu” ucap Lexa, matanya memelototi Raymond.


“Hallo, lihatlah dirimu? bukankah kau yang terlihat menakutkan? kau memelototiku!” kata Raymond, tersimpul senyum dibibirnya, senyum ciri khas kejailannya.


“Itu karena kau yang menatapku dengan tatapan menakutkan, kau yang mulai duluan, apa kau tidak menyadari itu, apa kau pikir tatapanmu itu akan membuat orang bahagia?” ucap Lexa.


“Berhentilah menjelek-jelekkan aku, kau yang mengatakannya, bukan aku!” jelas Raymond, bertingkah seakan sedang merajuk.


“Kau ini, banyak alasan sudah jelas kau menatapku dengan tatapan menakukkan itu, berhenti menakutiku aku tidak akan merasa takut tetapi bayiku akan merasa ketakutan kau tau?” jelas Lexa, tangannya tanpa sadar memegang perut mungilnya, yang belum terlalu membesar, karena Lexa sedang hamil, kini Lexa memakai pakaian wanita, seperti dress pendek, ataupun pakaian santai yang tidak terbuat dari bahan jeans.


Sontak Lexa melotot setelah sadar apa yang barusan dia katakan pada Raymond.


“Apa kau bilang? bayi? Kau hamil?” tanya Raymond serius, tangannya memegang tangan Lexa.


“Apa yang kau bicarakan? lepaskan tanganmu, aku tidak sedang hamil, kau ini sedang bermimpi?” ucap Lexa berbohong.


Raymond melepaskan tangan Lexa, sesuai apa yang Lexa inginkan, Raymond pun tidak ingin memegang tangan Lexa, namun tangannya secara tidak sadar memegang tangan Lexa, saat mendengar Lexa mengatakan bayi.


“Jika memang kau hamil, bicaralah karena itu pasti anakku” ucap Raymond serius, nada bicaranya sedikit dipelankan, Raymond takut jika pembicraannya ada yang mendengar.


“Mengapa kau sangat yakin jika aku hamil ini anak kamu?” tanya Lexa, tidak kalah serius dari Raymond.


“Karena malam itu, pertama kali bagimu bukan? Kau tidak akan bisa membohongiku, berhentilah berbohong dan katakan apa yang sebenarnya terjadi” ucap Raymond mencoba mendesak Lexa agar mengatakan yang sebenarnya.


“Aku beritahu, kalau aku tidak hamil, aku kesini untuk periksa karena kemarin sampai sekarang perutku terus menerus mngeluarkan isinya, dan aku terus menerus merasakan mual, pada awalnya aku pikir aku hamil, tapi ternyata aku hanya kurang makan dan terlalu banyak pikiran” jelas Lexa.


“Baiklah, aku percaya” kata Raymond tersenyum.


“Memangnya siapa yang butuh kepercayaanmu haha, kepedean banget si” ucsp Lexa, bibir ranumnya menyunggingkan senyum, Lexa sangat terlihat cantik.


Raymond terus saja memandangi wajah Lexa tak terhenti.


“Pak, maaf teman bapak sudah menunggu di ruangan” ucap sekertaris Raymond, disisi lain Raymond berniat untuk memarahi sekertarisnya karena mengganggu dirinya ketika sedang memandangi Lexa, karena Raymond selalu dipelototi oleh Lexa saat dirinya terang-terangan memandangi Lexa.


“Baik, tunggu saya disana” jawab Raymond dengan nada yang menakutkan dan dingin, lebih tepatnya so menakutkan padahal aslinya sangat seperti anak kecil.


“Tidak baik menakut-nakuti orang, so serem padahal aslinya seperti bocah sama kaya alvin si tengil itu” ucap Lexa.


“Kakak, mengapa kakak ada disini?” tanya Celine, Celine mengedipkan mata kanannya, menandakan Celine mengajak Lexa untuk bersandiwara, karena Celine pikir Lexa sudah mulai mendekati Raymond.


“Aku sudah melakukan pemeriksaan karena dari kemaren aku selalu muntah-muntah”


“Apa jangan-jangan kau hamil anak dia?” tanya Celine, tangannya menunjuk Raymond dan memelototi Raymond.


“Kalian sepertinya sangat suka memelototi orang ya, apa kau tidak takut dipenjara gara-gara memelototi orang?” ucap Raymond dengan nada candanya, karena dia pun tau tidak pernah ada orang yang dipenjara hanya karena memelototi orang, Raymond hanya ingin mencairkan suasana canggung itu.


“Apakah ada sejarahnya didunia ini, orang dipenjara hanya karena memelototi?, apa lagi kau yang kami pelototi, bukannya sah-sah saja ?” ucap Lexa, tersenyum pada Raymond, Celine yang melihat Lexa tersenyum pun ikut tersenum karena itu berarti kakaknya bahagia dan tidak dalam penekanan.


“Tidak ada” kata Raymond dengan polosnya.


“Lalu mengapa kau mengatakannya” tanya Lexa yang dibalas dengan senyuman ole Raymond.


“Sudahlah Celine ayo kita pergi dari sini” ucap Lexa, seraya pergi meninggalkan Raymond, diikuti oleh Celine.


“Yaampun, rapatnya” ucap Raymond sontak berlari secepat mungkin agar cepat sampai ke tempat rapat.


***


“Aku pulang, apakah ada makhluk hidup di villa ini?” tanya Raymond, berjalan memasuki Villa mewahnya, Alvin dan Kevin yang melihat kedatangan Raymond dengan cepat menutup telinganya, tidak ingin mendengar ocehan Raymond.


“Apa kau melihat Alvaro?” tanya Raymond untuk kedua kalinya, namun tetap tidak mendapat jawaban.


“Pertanyaan pertamaku tidak masalah jika tidak dijawab, karena aku tau ada makhluk hidup disini, tetapi pertanyaan kedua ku jika tidak dijawab maka aku akan melaporkan kalian berdua ke kakak, dan bibi” ancam Raymond, yang berasil dengan cepat dijawab kompak oleh keduanya, “Di rumah sakit, menggantikanmu rapat karena kau tidak kunjung datang saat sekertarismu sudah mengingatkan kemudian sekertarismu menghubungi Alvaro” jawab Kevin dn Alvin dengan pasih.


Kevin dan Alvin sangat takut ketika Raymond mengancam akan dilaporkan kepada orang tua mereka, karena meskipun mereka pewaris dari perusahaan ternama, mereka berdua sangatlah malas, Kevin sibuk tidur dan games nya, sedangkan Alvin sibuk dengan wanita dan gamesnya, Raymond akan sangat lelah ketika mengomeli mereka, apalagi disaat mereka mabar games online mobile legend, terkadang mabar games online PUBG, Raymond hapal karena disaat mereka bermain games, mereka aka sangat berisik.


“Wanitaku hamil”


***


Please Vote & Comment


thankyouuuuuuu