THE PERFECT MY BILLIONAIRE

THE PERFECT MY BILLIONAIRE
Episode 3



***


Duarr!Duar!!!


Lexa melesatkan peluru nya tepat ditengah tubuh pohon besar yang ada dibelakang Alvin.


"kau tidak membunuhku? aku kira kau akan membunuhku , kemampuan menembakmu sangat terlatih sepertinya" kata Alvin memuji Lexa.


"Sekarang kau memujiku? Haha kau sendiri seperti anak kecil" kata Lexa melangkah berlalu pergi meninggalkan Alvin, namun lagi lagi Alvin menghalangi jalan Lexa.


"Apa lagi si? Kau sebenarnya menginginkan apa dariku?" tegas Lexa, Lexa yang mulai geram dan marah atas tingkah Alvin.


Alvin menendang kaki Lexa pelan, dan disaat Lexa lengah, Alvin menarik tangan Lexa, dan membekap mulut Lexa menggunakan kain putih.


Bruk!!!!


Lexa pingsan, dan terjatuh ke pelukan Alvin.


Alvin menggendong Lexa dan membawa nya ke mobil Lamborghini berwarna hitam milik Alvin.


Alvin menginjak pedal gas dengan kecepatan penuh, Alvin mengendarai mobilnya menuju Villa Empire.


Villa Empire, Villa milik Bill dengan desain khusus, orang yang mendesain Villa empire adalah Desainer internasional yang khusus dipanggil Bill.


Villa ini dibangun di daratan tinggi berdekatan dengan Pantai, tersembunyi, dan dekat dengan hutan namun pemandangan di pagi hari bisa menenangkan pikiran seseorang.


Di belakang Villa ada tempat santai, di tempat itu bisa melihat seluruh pemandangan pantai, dan hutan yang begitu hijau, kicauan burung, dan jika seseorang melihat kebawah ada Kolam renang berukuran besar, lengkap dengan tempat berjemur.


Bruk!!!!


"Kak Billll!!!! Cepat sini!" teriak Alvin memanggil Raymond.


"Alvin, ini bukan hutan, dan pendengaranku masih normal, kau tidak perlu berteriak seperti itu bocah kecil" tegas Raymond.


"Wanita ini tubuhnya seperti model tapi saat digendong mengapa sedikit berat, apa dadanya terlalu besar?" kata Alvin matanya menatap Lexa


"Shit! aku menyuruhmu membawa dia, bukan buat godain dia apalagi sampai gendong dia, bagaimana si kamu Alvin" gerutu Raymond berlari menuruni tangga, menghampiri Alvin yang berada diambang pintu masuk.


Raymond dengan cepat mengambil alih tubuh Lexa dari tangan Alvin.


"Bocah ini main gendong gendong saja" kata Raymond.


"Kau ini posessive sekali, tidak tau bagaimana susah nya membawa dia kesini, ternyata dia cukup kuat juga" kata Alvin, berlalu pergi menuju sopa.


"Apa kau bilang? wanitamu? cepat sekali kau jatuh cinta" teriak Alvin yang sedang memainkan games online, ucapannya tidak di gubris oleh Raymond, Alvin pun tidak marah karena dia sedang sibuk memainkan games online nya.


Kamar Raymond didesain khusus berdasarkan ciri khas dirinya yang dingin dan menakutkan, orang sangat takut dengan Raymond karena disaat bekerja Raymond seperti orang yang berbeda, karena saat di rumah bersama saudara-saudara nya, Raymond sangatlah manja apalagi kepada Alvaro lelaki tamvan tertua diantara mereka ber-empat.


Kamar Raymond dengan latar hitam, seluruh barang barang yang ada seluruhnya hitam, wangi parfume nya menggunakan Red Rose dimana wangi parfume itu bisa membangunkan gairah seseorang.


Ceklek!!!


Raymond membuka pintu kamarnya, dan dengan cepat menuju ranjang berukuran King size itu.


Raymond membaringkan tubuh Lexa dengan sangat hati hati, setelahnya Raymond ikut berbaring di samping tubuh Lexa, melihat wajah Lexa dengan sangat teliti.


"Ahhhh!!!! kenapa gerah banget si" kata Lexa, tangannya bergerak membuka jaket jeans nya, Lexa juga membuka kaos putih polos kebesaran itu .


Letta kembali tertidur, kini Lexa hanya menggunakan bra berwarna hitam, kebetulan ya senada dengan latar seluruh barang dikamar Raymond.


"Shit!!! kenapa aku tidak bisa menahan diri, aku tidak peduli, sungguh aku menginginkanmu" batin Raymond tubuhnya mendekati tubuh Lexa.


Raymond membuka bra milik Lexa, dan membuka pakaian yang dikenakan oleh Lexa, kini Lexa tidak memakai sehelai benang pun, dan Raymond mulai menciumi bibir Lexa.


Raymond benar benar tidak terkendali lagi , dia terus saja menciumi Lexa.


Lexa terbangun dan membalas perlakuan Raymond, dia mulai mengeluarkan suara ciri khas perempuan, Lexa pun tidak terkendali karena pengaruh parfume kamar Raymond.


Raymond, dan Lexa hanyut dalam permainan itu, awalnya Raymond hanya ingin melihat wajah Lexa dengan puas tetapi Lexa melakukan hal yang tak terduga, membuat Raymond tidak bisa mengendalikan diri.


Pagi hari...


Hoamm!!!


Lexa terbangun dari tidurnya, dan betapa kagetnya nya Lexa melihat tubuhnya yang sudah tidak memakai sehelai benangpun, dia melihat iPhone nya dan 30 missed call dari Olivia, 10 missed call dari Viola, 20 missed call dari Celine, dan 5 Missed call dari Gavin.


"Yaampun apa yang sudah aku lakukan, aku bisa hamil nanti, masih banyak hal yang harus dilakukan, aku harus pergi dari sini dulu, tunggu saja aku bakal balas semua ini" kata Lexa, mengambil pakaiannya dan kembali memakainya.


***


Please Vote & Comment ga lama kok


Author biar semangat


Thankyouuuuuuu