THE PERFECT MY BILLIONAIRE

THE PERFECT MY BILLIONAIRE
Episode 4



***


Lexa pergi meninggalkan Villa mewah milik Raymond, dengan keperawanan yang sudah tidak ada lagi pada dirinya, karena perlakuan Raymond adalah yang pertama kalinya bagi Lexa.


"Dasar lelaki brengsek itu, mengapa dia harus melakukan hal itu bahkan aku saja tidak mengenalnya, apa karena kejadian di klub sungguh sangat seperti anak kecil, licik sekali" batin Lexa menggerutu, tangannya meraih handphone yang dari kemaren sudah bunyi beberapa kali.


Orang pertama yang Lexa hubungi adalah Gavin.


"Gavin, apa yang terjadi? tidak seperti biasanya kau menghubungiku lebih dulu" kata Lexa berbicara dengan Gavin melalui sambungan telefon.


"Mengapa kau berbicara seperti itu? jelas aku menghubungimu lebih dulu karena kau tidak pulang, dan kau tidak menghubungiku, kau tau? saat ini ada hal penting yang harus kita diskusikan" kata Gavin sedikit mengomeli Lexa.


"Oke aku akan menemui kalian di basecamp sekarang juga, kau tunggu aku sebentar" kata Lexa, kakinya ia langkahkan untuk mencari taxi.


Cepatlah, kau sudah membuat kami khawatir


Setelah Lexa mendapatkan taxi Lexa langsung pergi ke basecamp anggota nya.


Ceklek!


"Kakak!!!!!" teriak Viola, dan Celine.


"Kau kemana saja? kau ini membuat kami khawatir" tanya Celine khawatir.


"Sudahlah itu tidak perlu dibicarakan, aku kembali dengan selamat itu sudah cukup bukan?, Gavin ada hal penting apa?" tanya Lexa to the point, kakinya melangkah dan terduduk di sopa berwarna biru.


"Kami menemukan surat dari bunda dan ayah" ucap Gavin menyerahkan selembar kertas dengan tulisan menggunakan tinta hitam didalamnya.


"Mengapa tidak dibaca?" ucap Lexa tak sabar, tak sabar akan kebenaran yang akan mereka terima.


"Kami menunggumu kak, kami tidak ingin mendahuluimu" ucap Viola dengan gemas.


"Apakah ini petunjuk dari ayah dan bunda?" tanya Lexa kepada adik-adiknya yang tak kalah hebat dari Lexa, dan juga tidak kalah cantik dari Lexa.


"Kami tidak tau kak, kamu juga penasaran tapi kami tidak berani buka surat itu" kata Celine menjelaskan kenapa sampai saat ini mereka tidak membuka surat itu.


Perlahan Lexa mulai membuka selembar kertas itu yang merupakan surat dari ayah dan bundanya.


"Ya! ternyata itu benar benar petunjuk bagi kita" kata Gavin semangat.


"Apakah ini tandanya semua kebenaran akan terungkap dan kita tidak lagi menyembunyikan identitas kita?" tanya Viola dengan nada senangnya.


"Kalian tidak boleh merasa tenang dulu, kita harus atur strategi bagaimana kita bisa menangkap lelaki itu, kita tidak boleh gagal dalam hal ini , kita harus secepatnya mengetahui kebenaran itu" jelas Lexa dengan nada yang mulai serius.


"Dan dengan begitu kita akan kembali ke tempat asal kita" kata Celine bahagia.


"Aku tidak boleh gagal dalam hal ini, aku tidak mau membuat mereka kecewa, apapun itu aku akan pertaruhkan semuanya untuk menyelesaikan petunjuk ini" batin Lexa bibir mungil dan merahnya memancarkan senyum yang sangat indah.


"Periksa latar belakang Raymond Bill Arley, aku yakin dia orang penting, sudah pasti identitasnya diketahui banyak orang" kata Lexa.


"Oke" ucap Viola yang mulai membuka Laptop canggih bahkan bisa dibilang super canggih, jelas Viola sudah meretasnya sedemikian rupa.


"What!!!! identitas lengkap nya disembunyikan dari pemerintah, dan identitas dia tersebar dalam bulan bulan ini" kata Viola kaget kenapa identitas Raymond dari kecil di privasi, tidak bisa sembarang orang bisa tau identitas asli Raymond.


"Sepertinya identitas yang tersebar adalah identitas palsu untuk menutupi identitas asli dia yang disembunyikan, sebutkan apa saja identitas dia yang sudah tersebar" kata Lexa santai.


"Pertama, Raymond Bill Arley adalah seorang pengusaha terkaya nomor 1 bahkan dia sudah melebihi konglomerat, dia adalah seorang BILLIONAIRE yang kekayaannya sudah tidak bisa diukur lagi, kedua orang memanggilnya dengan sebutan tuan Bill, ketiga dia mampu mengembangkan perusahaannya hanya dalam waktu satu tahun saat dia berusia 22 tahun, dan keempat dia adalah lelaki yang dingin, Kelima dia tinggal di salah satu Villa termewah , yang dibangun ditengah hutan, disamping pantai" kata Viola menjelaskan dengan sangat detail.


"Apa? Villa termewah dibangun ditengah hutan dan disamping Pantai, jangan jangan lelaki itu adalah orang yang sama dengan orang yang mengambil keperawananku, jadi lelaki itu orang yang harus aku tangkap?" batin Lexa, mengerutuki nasibnya.


Lexa memegang pelipis kanannya, dia bingung harus berbuat apa untuk sekarang ini, tidak berurusan lagi dengan lelaki seperti itu, atau dia harus menyelesaikan petunjuk dari ayah dan bunda nya.


"Jika aku harus berurusan lagi dengan lelaki itu, itu artinya dia akan mengungkit hal yang sudah kita lakukan, tunggu dulu, mengapa aku harus takut? jelas itu kesempatanku untuk membalas perbuatannya" batin Lexa.


***


Please Vote & Comment Bentar kok


Author biar semangat


Thankyouuuuuuu