THE PERFECT MY BILLIONAIRE

THE PERFECT MY BILLIONAIRE
Episode 12



***


Malam, sunyi dan sepi adalah bagiannya, tidak ada suara sedikitpun semuanya benar-benar hening, yang terdengar hanya desiran air pantai, dan angin kencang yang berhembus disetiap gerak pepohonan yang berdampingan dengan Pantai, hanya hitam pekat yang terlihat disekeliling Villa itu, ada penerangan namun tidak berpengaruh pada gelap nya malam.


Raymond, dan Lexa tertidur dalam satu kamar, tetapi jelas mereka tidak tidur dalam satu ranjang, Raymond berbagi ranjang dengan Lexa dan dirinya tertidur disopa hitam samping ranjangnya, Raymond terlihat sangat kedinginan, namun hal itu tidak bertahan lama kaena, semakin lama matahari mulai menyebarkan terang dan kehangatannya.


“Ray, bangun kamu harus pergi bekerja bukan?” ucap Lexa, ya bukankah mereka terlihat seperti pasangan suami istri.


“Terimakasih sudah membangunkanku, aku bangun terlalu siang bahkan aku lupa belum menyiapkan bajuku, untung saja ada kau disini karena ketiga makhluk yang ada disini tidak mungkin membangunkanku, bahkan mereka saja mungkin belum bangun” jelas Raymond, Raymond terlihat sangat polos ketika bangun tidur, bentuk bibir yang bagus tetap memancarkan warna kemerahan, rambut acak-acakan semakin terlihat sempurna.


Lexa kembali mengagumi ketampanan dan kedermawanan Raymond, sudah terlalu sering Lexa memperhatikan Raymond namun terkadang Lexa bersikap seolah-olah itu tidak pernah terjadi.


“Aku sudah menyiapkan baju kantormu, karena aku tau kau sudah pasti akan kesiangan, aku lihat kau bekerja semalaman setelah kita pulang dari Australia, jadi aku membantumu menyiapkan pakaianmu”


Raymond dibuat kagum atas apa yang dilakukan Lexa, merasa dirinya sangat diperhatika oleh Lexa, sedikit Raymond tersenyum, “Terimakasih, kau memang wanita baik hati” ucap Raymond, seraya pergi untuk bersiap.


Hanya 10 menit Raymond bersiap dengan pakaian kantornya, rutinitas setiap pagi Raymond akan berubah menjadi sang Tarzan untuk membangunkan adik-adiknya karena Raymond tau Alvaro sudah pasti tengah pergi sejak beberapa jam lalu, Raymond terlalu sayang pada ketiga saudaranya hingga Raymond akan hapal apapun tentang saudara nya itu.


“ALVIN, KEVIN” teriak Raymond dengan sangat keras bahkan Lexa pun terlihat menutupi kedua telinganya.


Raymond dibuat kaget, karena ternyata Alvaro tidak sesuai perkiraannya, yang mengira sudah berangkat sejak pagi.


“Alvin bukankah abang Tarzan belum pulang semalam? mengapa sekarang dia berteriak aku pikir aku akan menikmati tidurku tanpa mendengar alarm mematikan itu” ucap Kevin, tetapi matanya tetap tertutup dan tangannya memegang guling berwrna merah, Kevin memang menyukai nuansa berwarna merah, sedangkan Alvin menyukai biru.


“Kak Raymond berisik tau” ucap Alvin sedikit marah, namun kemarahannya meredup seketika ketika melihat wanita cantik disampingnya, bahkan tak asing dimata nya, “Kak, ko wanita ini ada di samping kakak? Kalian semalem bukannya tidak pulang mengapa sekarang berdampingan?” tanya Alvin dengan nada bercanda namun terlihat seperti meledek Raymond.


“Berisik kalian! cepet berkumpul di ruang keluarga sekarang ada hal yang mau kakak bicarakan tentang perusahaan” ucap Raymond dengan nada serius, tangannya seperti biasa menenteng jas berwarna hitam, tangan kanannya dimasukan ke dalam saku celana nya, meninggalkan kesan bijaksana dalam setiap langkahnya.


Ruang tamu, kini semuanya sudah terduduk di sopa mahal milik Raymond, Kevin seperti biasa TUMOR satu ini masih menggunakan pakaian tidurnya, Alvin yang tidak jauh beda dari si biang kerok Kevin, kini Alvin menggunakan boxer merah dan kaos putih santai, Alvaro yang memang sifat dan sikap nya sangat introvert itu, kini dia menggunakan pakaian olahraga, ya Alvaro akan pergi berolahraga mengelilingi Villa dan pantai, Alvaro selalu pergi setiap pagi buta, Alvaro akan pulang tepat saat dirinya membuat teh manis dan pasti Raymond akan berteriak seperti Tarzan hutan, hanya untuk membangunkan dua adiknya yang sangat manja dan nakal, meskipun Alvin dan Kevin sudah mempunyai perusahaan masing-masing tetapi mereka berdua selalu saja mengandalkan orang kepercayaannya, Lexa terlihat menggunakan terusan santai berwarna biru langit, karen rencana Lexa akan berjalan jalan di sekeliling pantai, kehadiran Lexa sangat membuat Alvin, Kevin, dan Alvaro merasa kebingungan.


Jelas Alvin, Kevin, Alvaro sangat kaget mendengar pernyataan Raymond terutama Alvaro, karena Alvin dan Kevin memang sebelumnya sudah mendengar pernyataan Raymond tetapi Alvin tidak yakin jika Raymond benar benar menghamili anak orang, tetapi ternyata pernyataan yang di ucapkannya beberapa hari lalu itu sungguh terjadi.


“Kak memang nya ada kakak yang menghamili adiknya ? hahaha” ucap Alvin lagi-lagi meledek Raymond.


“Bocah ini memang dari awal sudah menyebalkan, apa kau tau? ini juga gara-gara kamu, kalo saja kamu tidak menghalangi jalanku dan membiarkanku pergi, aku tidak akan mengandung anaknya Ray” jelas Lexa membuang mukanya pertanda kekesalannya pada Alvin.


“Ternyata sudah mempunyai panggilan sayang? Ray bagus juga kak” lagi-lagi Alvin menggoda Raymond, yang berhasil mendapat tatapan tajam dari Lexa.


“Alvin, apa kau tau? jika ibu hamil itu hati nya sangat sensitif kau bisa dicakar nanti”ucap Kevin yang sedari tadi sibuk memainkan jambul rambutnya, mencoba memperingatkan Alvin.


“Kak, tapi ketika aku menculik Lexa, aku hampir dibunuh oleh wanita ini, bahkan pistolnya dirakit khusus dalam bentuk lipstik, aku yakin wanitamu bukan orang biasa” ucap Alvin, mencoba mencari kebenaran dari diri Lexa.


Ucapan Alvin berhasil mengambil perhatian Alvaro yang sedari tadi diam, Alvaro memang tidak bereaksi tetapi dari tatapannya jelas Alvaro menyimpan kecurigaan pada Lexa.


“Ya, itu memang benar karena aku bukan wanita bodoh yang dengan mudah bisa disakiti orang, bahkan aku hanya percaya pada keluargaku, aku tidak percaya pada teman, sahabat, bahkan kalian, pistol lipstik itu aku dapatkan dari nenekku, nenekku terbunuh, dan aku sudah berjanji akan membunuh pembunuh nenek, dan kakekku” jelas Lexa sedikit berbohong demi meyakinkan Raymond dan saudara-saudara nya.


“Daripada membicarakan itu, ada yang lebih penting, ada masalah di perusahaan Varo, ada laporan keuangan yang sangat tidak masuk akal bahkan uang perusahaan hilang sampai Rp 12.000.000.000 dari yang seharusnya, apa kalian tau apa sebabnya? karena kalian sangat malas untuk pergi ke kantor dan lebih mempercayakan perusahaan itu pada orang lain, dengar bahkan keluarga pun bisa berkhianat, aku sudah peringatkan itu dari dulu, dan aku tidak akan menyalahkan Alvaro karena dia memang sedang sibuk membantuku untuk bekerja sama dengan perusahaan ternama dari London, Alvin apa kamu mau perusaahan Varo bangkrut dan kembali ke tanganku? aku tidak pernah mendidik adik-adikku menjadi lelaki yang manja dan malas, sekarang kalian berdua pergi bersiap untuk pergi ke kantor dan selesaikan masalah keuangan itu, jika dalam 3 hari masalah itu belum ditangani, perusahaan akan aku ambil kembali, dan kamu Kevin perusahaan Jason sedang dalam krisis keuangan, bukan karena adanya tindakan korupsi tetapi perusahaan kamu selalu gagal dalam proyek apapun bahkan proyek kecilpun gagal, jika aku tidak menutupinya dengan perusahaanku, mungkin perusahaan kalian akan bangkrut dari beberapa bulan lalu, aku tidak ingin memberi kalian kelonggaran lagi, aku sudah sangat lelah menanggapi sikap kekanak-kanakan ini” jelas Raymond dan pergi meninggalkan ruangan itu dan jelas Raymond marah.


***


Please Vote & Comment nya


thankyouuuuuuu


.