THE PERFECT MY BILLIONAIRE

THE PERFECT MY BILLIONAIRE
Episode 14



***


"Lexa maafkan kita sudah membuat kamu seperti ini, kita tau kak Raymond memang seperti itu tapi sebenarnya kak Raymond adalah lelaki yang paling baik, meskipun kita semua bukan saudara kandung tapi kak Raymond menyayangi kita seperti saudara kandungnya, bahkan dulu dia rela tidak makan selama 5 hari demi kita, dan dia hanya minum air, itupun air hujan" jelas Kevin, menyuarakan hati nya, Kevin selalu jahil dan tengil tapi kini dia memperlihatkan sisi lembutnya, hatinya melunak demi menenangkan wanita Raymond, agar tidak pergi dari Raymond.


"Kevin benar, kumohon pulanglah bersama kami, kau bisa mengabaikannya bukan?, tapi kumohon jangan tinggalkan kak Raymond" ucap Alvin, sorot mata yang memilukan, tatapan yang kini penuh dengan rasa kesedihan, entah apa yang terjadi pada kedua anak itu.


"Putar balik, kita pulang ke villa" ucap Lexa, yang dengan cepat direspon dengan senyum di bibir Kevin, dan Alvin, degan cepat Alvin memutar arah jalan menuju Villa.


***


"Kalian dari mana?" tanya Alvaro masih bertahan dengan sikap dingin, seakan menunjukan benar benar tidak peduli pada adik adiknya.


"Cari kak Raymond" ketus Alvin, yang kini mulai lelah menghadapi sikap dingin kakaknya, mungkin Alvin selalu bahagia dan ceria tetapi entah kenapa kini Alvin, dan Kevin selalu berubah ubah mood.


"Lexa, kau sedang hamil sebaiknya kau istirahat lebih cepat" ucap Alvaro penuh perhatian, yang bahkan Alvin, dan Kevin pun terdiam melihat interaksi Alvaro dengan Lexa.


"Aku ingin istirahat tapi tidak dikamar Raymond, aku boleh pakai kamar kamu kak Alvaro?" ucap Lexa, jelas membuat Alvaro menjadi salah tingkah, karena Lexa memanggil Alvaro dengan sebutan kakak, yang itu artinya mereka seperti sudah dekat dengan lama.


"Pakailah, dan cepat istirahat" ucap Alvaro, lagi dan lagi dengan nada seakan akan tidak peduli.


"Itu mata serem amat si, ga ngedip ngedip" ucap Kevin.


"Inget lho ya itu punya kak Raymond" ucap Alvin lagi lagi menggoda Alvaro, Alvaro yang diperlakukan seperti itu oleh adik adiknya hanya diam, dan pergi tanpa sepatah katapun.


"Kevin, ayo kita tidur ini sudah malam" ucap Alvin dengan menggandeng tangan Kevin.


"Tapi kak Raymond?" kata Kevin.


"Sudahlah, nanti kak Raymond pasti pulang, sekarang kita harus istirahat karena kita harus ngadepin masala perusahaan" ucap Alvin, barulah Kevin menurut pada Alvin.


***


"Aku sudah mencari Lexa Kemana mana, tetapi belum juga ketemu, ini juga Kevin, Alvin bukannya bantuin pasti udah tidur, apa aku minta tolong Alvaro aja ya, dia juga kan yang paling pinter dianata dua adik adik itu" batin Raymond mengerutuki dirinya, yang kini berjalan menghampiri kamar Alvaro.


"Alvaro pasti belum tidur" ucap Raymond dengan semangatnya membuka pintu kamar Alvaro, pada akhirnya Raymond dibuat diam atas apa yang dia lihat di kamar Alvaro, entah apa yang terjadi hatinya seperti teriris pisau tajam, melihat kakak dan wanita nya dalam satu kamar, Raymond terdiam, tangannya mengepal, urat urat pada rahangnya terlihat, kini Raymond benar benar sudah tak terkendali, Raymond murka melihat wanitanya berada satu kamar dengan Alvaro, orang yang sangat dia percaya.


***