
RAYMOND BILL ARLEY
***
Ketiga pewaris perusahaan terbesar selalu mengunjungi klub malam mewah milik salah seorang konglomerat.
RAYMOND BILL ARLEY konglomerat nomor 1 yang berhasil mengembangkan perusahaan hingga ke penjuru dunia, hanya dalam waktu 1 tahun, di usia nya yang masih 22 tahun, usianya kini 23 tahun.
ALVARO ALCANDER pewaris perusahaan "VARO" perusahaan ternama nomor 2, memulai bisnisnya saat masih berusia 20 tahun kini usianya 24 tahun.
ALVIN ALCANDER pewaris kedua dari perusahaan "VARO", kini usianya 19 tahun.
KEVIN JASON pewaris perusahaan "JASON", kini usianya 20 tahun.
Raymond duduk di kursi berwarna hitam dengan wanita di samping kanan dan kirinya, begitu pula dengan Alvaro, Alvin , dan Kevin.
Bruk!!!
Pintu klub ruang VIP terbuka.
"Hey, mau apa anak kecil berada di tempat seperti ini?" tanya Alvin, tanpa mengubah posisinya.
"Upsss!!! maaf aku tidak tau ini tempat dipelihara nya ****** rakus" kata Lexa dengan santainya, tangannya ia lipatkan di depan dada.
"****** rakus ? kau ini sudah sembarang masuk, sembarang ngatain orang lagi dasar bocah" gerutu Alvin, beranjak dari posisinya kini mendekat ke hadapan gadis kecil itu.
"Aihhh, kau ini punya kaca tidak? kau sendiri masih bocah sudah jadi ****** rakus di klub ini" kata Lexa.
"Lexa!!!! kau ini selalu saja menghilang, aku mencarimu kemana mana" ucap Olivia, tangannya memegang pundak Lexa.
"Kau ini berisik sekali, ini bukan rumah Oliv jangan teriak nanti orang kira kita manusia yang kabur dari rumah sakit jiwa" gerutu Lexa.
"Kamu sedang apa disini?" tanya Olivia.
Tanpa basa basi Olivia langsung menghadapkan pandangannya kedepan, Olivia tersentak melihat siapa orang yang tadi dipanggil ****** rakus oleh sahabatnya.
"Upss!!! sepertinya kau akan mendapatkan masalah besar, cepat berlutut dan meminta maaf" saran Olivia tangannya memegang tangan Lexa.
"Apa aku tidak salah dengar? kau menyuruhku berlutut, sepertinya kau gila beneran deh tidak mungkin aku berlutut sama manusia seperti mereka" ucap Lexa.
"Kau ini bodoh sekali, kau tidak tau mereka siapa? mereka itu pewaris perusahaan perusahaan ternama" ucap Olivia memperingatkan.
"Aku tidak peduli, aku tidak mau meminta maaf pada mereka, kita sama sama manusia ngapain kita takut sama mereka" celotehan Lexa, matanya menyipit melihat salah satu dari mereka yang tadi dianggapanjing rakus olehnya.
"Gila, itu orang apa setan matanya serem banget deh" batin Lexa melihat Raymond, setelahnya Lexa memalingkan wajah.
"Kalian ini mengganggu kami, sudahlah kalian pergi malah ribut disini menjengkelkan sekali" teriak Alvin.
"Santai dong ini juga mau pergi, huh dasar ****** rakus galak banget sih" gerutu Lexa, pergi meninggalkan ruangan itu.
Hanya Alvin yang menanggapi sikap Lexa karena mereka sama sama masih berusia 19 tahun, Alvin yang dewasa hanya saat bekerja, dan Lexa meskipun cerdas tetapi dia masih sangat polos.
Raymond, Alvaro , dan Kevin hanya diam seperti menyaksikan suatu pertunjukan.
"Gadis itu cantik sekali, bagaimanapun caranya dia harus jatuh kepelukanku" batin Raymond.
"Sudahlah aku juga sudah tidak nyaman disini, aku harus pergi" pamit Raymond kepada sahabat sahabatnya.
"Kak, kau yang bayar kan?" tanya Alvin, Alvin memang sangat tidak ingin rugi.
"Tentu"
***
Please Vote & Comment
Thankyouuuuuuu