THE PERFECT MY BILLIONAIRE

THE PERFECT MY BILLIONAIRE
Episode 11



***


Olivia, dan Lexa kini sibuk berkutik di kamar Lexa, membereskan barang-barang untuk dibawa oleh Lexa ke Villa Raymond.


“Lexa, aku akan mengantarmu ke Villa Raymond, aku tidak akan membiarkanmu pergi sendirian” ucap Olivia.


“Tidak usah, kau tidak perlu khawatir didepan Raymond sudah menungguku sejak aku datang, karena aku kesini diantar Raymond” ucap Lexa tersenyum berniat untuk membuat Olivia tersenyum kembali.


“Sepertinya, kau mulai menyukai Raymond yah? kau jangan mencoba untuk membohongimu karena aku sudah tau betul tentang dirimu” ucap Olivia tersenyum.


“Sudah selesai, Olivia aku pergi dulu, kau makan yang banyak dan teratur, berhenti hidup untuk kerja, jadikanlah makan untuk hidup” ucap Lexa tersenyum menjaili Olivia.


“Kau ini, memang adikku yang sangat nakal, cepatlah pangeranmu sudah menunggumu didepan, ingat kau pun harus makan dengan teratur dan jangan terlalu banyak memikirkan hal yang tidak penting, itu akan berdampak pada bayi yang sedang kau kandung, kau mengerti tidak? berhenti tesrsenyum seperti itu aku merasa sangat takut” ucap Olivia, dengan nada bercanda.


Lexa membawa dua koper ditangannya, dengan Olivia disampingnya mengantar Lexa untuk membawa barang-barangnya, Raymond yang melihat Lexa membawa dua koper, sontak mendekati Lexa dan mengambil koper yang dibawa Lexa tanpa bicara terlebih dahulu, hal itu membuat Lexa dan Olivia melempar senyum penuh arti.


***


Raymond memperhatikan Lexa, dan beberapa kali Lexa terlihat menguap dengan sangat lebar, “Tidurlah jika kau mengantuk, aku akan membangunkanmu jika sudah sampai” ucap Raymond, yang dengan cepat diangguki oleh Lexa, kini Lexa mulai memejamkan matanya, dan masuk ke alam mimpi.


“Kau memang sangat cantik Lexa, sial! aku tidak bisa memandangi wajahmu dengan lama, aku harus fokus menyetir” batin Raymond tersenyum.


Setelah 3 jam perjalanan, dan setelah 3 jam Raymond menyetir kini sudah berada di Bandara, Raymond menggendong Lexa ke dalam pesawat pribadi milik Raymond, saat di pesawat Raymond tidak berhenti memandangi Lexa.


Hoam!!!!!!


“Kau sudah bangun?” tanya Raymond mengalihkan suasana, Raymond takut jika Lexa menyadari dirinya sedang memandangi Lexa.


“Tidak, aku belum bangun”


“Ya, itu sangat lucu hahah” ucap Raymonnd dengan tertawa yang dibuat-buat, jelas Raymond sedang mengerutuki kebodohannya bagaimana mungkin Raymond bertanya seperti itu yang sudah jelas Lexa terlihat sudah bangun.


“Apa ini pesawat?” tanya Lexa, merasa bingung, dan Lexa sangat terlihat cantik ketika merasa kebingungan menurut Raymond.


“Tidak, kau sedang di atas kuda terbang” ucap Raymond dengan nada candanya.


“Apa kau tidak bisa serius sedikit?”


“Tadi kau bercanda, sekarang disaat aku bercanda kau malah marah, aku hampir lupa bukannya ibu hamil itu sangat sensitif yah” jelas Raymond.


“Bagaimana kau tau, apa sebelumnya kau sudah pernah mempunyai anak dari wanita lain?” tanya Lexa serius, kini wajahnya berhadapan dengan Raymond, namun masih menyisakan jarak.


Raymond mendekatkan wajahnya ke wajah Lexa , kini tidak ada jarak diantara mereka berdua, “Aku sudah membaca semua tentang ibu hamil, kehamilan, dan seorang bayi, aku sudah membaca dan mempelajarinya dari google, bagaimanapun aku harus menjadi ayah yang siaga untuk anak pertamaku” jelas Raymond tersenyum, hal itu membuat Lexa terharu, ternyata Raymond sangat menyayangi anaknya, tanpa sadar Lexa membalas senyum Raymond.


“Kita mau kemana?” tanya Lexa untuk kedua kalinya.


“Kita akan pergi ke rumah sakit keluargaku di Australia” ucap Raymond.


“Untuk periksa kandunganmu”


“Apa kau bilang? sejauh itu untuk periksa kandunganku?, kau gila!” protes Lexa kini memelototi Raymond.


“Berhenti memelototiku, aku ingin yang terbaik untuk calon bayiku, sudahlah kau tidak perlu memarahiku dan memelototiku” ucap Raymond dengan nada memelas.


“Mr.Bill sebentar lagi kita akan sampai” ucap pramugari cantik yang bernama Bella.


Iphone Raymond berbunyi, dengan cepat Raymond mengangkat telfon yang ternyata dari Kevin.


“Kak Kevin cepat katakan ada apa? Aku sangat sibuk”


“Kau sibuk apa Raymond, urusan kantor aku semua yang handle bahkan kau tidak terlihat ada di kantor, ada berkas yang kau harus tandatangani dan ini sangat penting” jelas Kevin.


“Aku ada urusan, dan tidak bisa dijelaskan sekarang yang pasti aku akan segera pulang sepertinya malam, kau simpan berkas itu dikamarku, aku akan mendatanganinya nanti setelah aku pulang, sudah yah aku sangat sibuk” ucap Raymond, seraya memutuskan sambungan telfon.


“Aku dengar kau seorang Billionaire, kau mengembangkan persusahaan hanya dalam jangka waktu 1 tahun, aku akui kau sangat hebat dan pasti kau sangat sibuk mengapa sekarang kau ada disini dan membawaku ke australia hanya untuk mengecek kandungan?” tanya Lexa.


“Tidak, aku memang sedang sibuk tetapi bayiku lebih utama dari apapun, aku sangat menyukai anak kecil, aku memang sibuk tetapi di Villa ku ada 1 orang kakak, dan 2 orang adik, mereka akan mengurus semuanya” jelas Raymond lagi-lagi terseyum.


“Sama sepertiku, aku mempunyai 3 adik, 1 laki-laki dan 2 perempuan” ucap Lexa.


Entah apa yang mendorong mereka memperkenalkan keluarganya, seperti ada kedekatan diantara mereka sehingga mereka tidak sungkan untuk menjelaskan keluarga nya masing-masing.


***


“Dok, apakah istri saya baik baik saja? Kandungannya sangat baik kan dok?” tanya Raymond protective, sementara Lexa tertegun dengan pengakuan secara tidak langsung memperkenalkan dirinya sebagai istrinya.


“Kandungannya sangat baik, tetapi janinnya memang belum terlihat sama sekali karena ini masih sangat muda, kau bisa kembali setelah usia kandungannya memasuki 4 bulan, setelah itu kau bisa mengecek kandugannya setiap sebulan sekali, aku tidak keberatan jika memang aku harus terbang ke Villa mu untuk memeriksa istrimu setiap bulannya” jelas dokter yang bernama William.


“Tidak dok, itu tidak perlu dilakukan itu akan sangat merepotkan” protes Lexa yang sekian kalinya.


“Coba kau hitung, berapa kali kau protes dalam sehari, sudahlah aku akan mebayarnya mahal kau mengerti?” ucap Raymond, yang hanya diangguki oleh Lexa, Lexa hanya diam melihat kesombongan dan keroyalan Raymond, memang itu dilakukan untuk bayinya tetapi menurutnya itu sangat berlebihan.


“Ya sudah dok, kami pergi dulu” ucap Raymond dan dengan segera menggendong Lexa.


“Apa yang kau lakukan? Kau tidak perlu menggendongku”


“Aku tidak ingin kau merasa kelelahan, sekarang kita pulang ke Villa dan kau bisa istirahat, saat di pesawat nanti kau bisa tidur jika kau memang mengantuk aku akan menemanimu hingga kau tertidur” ucap Raymond, yang membuat Lexa kembali terharu dengan perlakuan Raymond.


Benar saja Lexa tertidur begitu berada dipesawat, kini Lexa tertidur dengan bersandar di bahu Raymond, Raymond melihat gadis mungil yang sangat cantik, tangannya terulur dan mengusap puncak kepala Lexa, setelah itu Raymond ikut tertidur.


****


Vote & Comment Please