
***
Lexa dan Olivia berjalan menuju mobil mustang merah milik Lexa.
Awalnya Olivia merasa ada hal yang ditutup rapat oleh Lexa, Olivia berpikir Lexa berasal dari desa yang kecil dan saat pertama kali bertemu dengan Olivia , Lexa memakai pakaian serba hitam, rambutnya tergerai panjang sepunggung sedikit pirang, menggunakan kacamata hitam, jaket Levis yang melekat di tubuh model nya, seluruh barang yang melekat ditubuh Lexa semua nya hitam, bahkan sampai sekarang Olivia tidak tau siapa Lexa sebenarnya.
"OLIVIA! ngelamun itu tidak baik " kata Lexa menyadari perubahan wajah Olivia, dengan sedikit penekanan saat memanggil nama sahabatnya itu.
"Kau membuatku kaget, aku hanya takut kau kena masalah karena hal tadi" ucap Olivia berbohong.
"Oliv, kamu duluan aja nih bawa mobil aku" kata Lexa melemparkan kunci mobil mustangnya.
"Nanti kau pulang bagaimana?" tanya Olivia khawatir kepada sahabatnya.
"Aku bisa sendiri, berhentiin om om di jalan juga gampang menurutku" kata Lexa dengan nada humornya, senyum manis dibibir Lexa terpancar, menambah kecantikannya, Lexa memang anak yang periang.
"Baiklah, semoga sukses haha" jawab Olivia berlalu pergi mengambil alih mobil mustang milik Lexa.
Olivia masuk dan memegang alih kemudi, dia melambaikan tangannya kepada Lexa.
"Hey" panggil Alvin berlari menghampiri Lexa, yang sedang berdiri sendirian di area parkiran yang memang tempatnya sepi sekali jarang dilalui orang.
"Apa kau memanggilku?" kata Lexa sinis.
"Karena kau sudah memanggil kami ****** rakus, sekarang juga kau ikut aku buat ketemu bos" ucap Alvin memegang tangan Lexa.
"Hey! kenapa kau pegang pegang? tadi manggil sekarang pegang pegang, teriakin maling mau ?" kata Lexa melepaskan tangannya dari genggaman Alvin, berlalu pergi dari Alvin namun baru selangkah dia berjalan, Alvin sudah menghalangi jalan Lexa.
"Kau harus ikut denganku, mengerti tidak ?!" ucap Alvin sedikit membentak, dengan berteriak didepan wajah Lexa.
"Apa kau sedang mengancamku? lucu sekali, aku tidak akan pernah takut denganmu, kalo aku mau aku bisa bunuh kamu disini, karena kau itu wanita yang benar benar tidak sopan sekali" ucap Alvin memberi peringatan.
Tangan Lexa beralih kebelakang, Alvin tidak tau apa yang dilakukan Lexa.
"Ayo cepat ikut aku" ucap Alvin menarik lengan Lexa dengan sedikit kasar.
Lexa yang sedari tadi dipaksa untuk ikut dengan lelaki yang baru saja dia kenal, bahkan Lexa sudah disentuh oleh laki laki itu melainkan Alvin.
Saat Alvin menarik lengan Lexa untuk kedua kalinya, Lexa terpaksa mengeluarkan pistol dari saku belakang celana jeans hitamnya, dan disaat Alvin lengah Letta mengarahkan pistolnya ke kepala Alvin.
"Diam atau aku tembak kamu" ucap Lexa tegas.
"Kamu? sebenarnya siapa kamu, kenapa wanita cantik dan muda seperti kamu bisa memegang pistol? bahkan pistol itu khusus dirakit dengan bentuk lipstik, aku yakin tujuannya untuk mengelabui musuh, sebenarnya siapa kamu gadis kecil" tanya Alvin marah, tangannya mulai mengepal, mukanya memerah dan gigi nya menggertak.
"Selama ini aku menyembunyikan identitasku tapi sepertinya hari ini kamu sudah melihat pistolku, bahkan kamu tau pistol ini dirakit khusus, dan sekarang untuk menghindari orang orang tau siapa aku, aku terpaksa untuk bunuh kamu" kata Lexa dengan nada tegas, tangannya ia fokuskan ke kepala Alvin.
Duarr!Duar!
***
Please Vote & Comment ga lama kok
Author biar tambah semangat
Thankyouuuuuuu