
***
Raymond, dan Lexa kini berada di mobil Lamborghini hitam milik Raymond, kedua nya hanya terdiam seperti rumput yang berhadapan namun tidak saling bicara, hanya berada di tempat yang sama namun tidak saling bertegur sapa.
“Sejak kapan kau hamil? bagaimana bisa secepat itu kau mengandung anakku” tanya Raymond berusaha untuk mencairkan suasana yang mulaiseperti dinginnya es, berharap dapat berubah sehangat matahari pagi.
“Sehari setelah kau melakukan pelecehan itu” ucap Lexa dingin, pada dasarnya Lexa adalah anak yang baik dan periang, Lexa pun tidak pernah menyalahkan Raymond, Lexa menganggap itu hanyalah sebuah kecelakaan yang mungkin memang yang terbaik untuk dirinya, tetapi Lexa akan sangat berubah sikap disaat memang ada yang mengungkit masalalunya, apalagi Raymond lah yang mengungkitnya.
Raymond sadar akan kesalahannya, jika dia sudah salah bicara berniat untuk mengubah suasana menjadi hangat yang terjadi sangat bertolak belakang dengan harapannya, “Sepertinya aku sudah salah bicara maafkan aku, aku tidak seharusnya berbicara seperti itu” ucap Raymond, matanya masih terfokus ke arah jalannan didepannya.
“Tidak apa, aku harap kau memberiku penawaran untuk tinggal bersamamu bukan karena kau akan mengambil anakku, aku menyetujuiya karena aku pikir kau pun berhak atas anak ini, jangan mencoba untuk merebutnya dariku, dengar aku tidak memaksamu untuk bertanggung jawab atas diriku, apalagi memaksamu untuk mencintaiku, aku tidak akan pernah melakukannya, untuk itu jika suatu saat nanti kau menemukan pasangan hidupmu yang kau cintai, ijinkanlah aku membawa anak kita” jelas Lexa matanya berkaca kaca seperti embun hujan di kaca jendela yang terlihat sangat bening seperti mutiara didalam lautan.
“Kau terlalu banyak berpikir, hentikanlah pikiran burukmu tentangku itu akan berpengaruh terhadap anak kita” ucap Raymond
“Aku mengerti kau hanya memikirkan anakmu, bukan memikirkanku” batin Lexa, “Kenapa aku memikirkan tentang itu, kenapa aku merasa kecewa Raymond tidak memikirkanku, dan hanya memikirkan anaknya, tidak Raymond benar aku terlalu banyak berpikir” batin Lexa, lagi-lagi berbicara dengan dirinya sendiri, beradu argumen dengan hati dan logika, Lexa tidak menyadari jika dirinya mulai menyimpan rasa pada Raymond, terkadang Cinta dengan hati dan Cinta dengan logika memanglah sangat bertolak belakang.
“Sudah sampai, cepat kemasi barang-barangmu” titah Raymond dengan lembut, bibirnya terlihat menyimpulkan senyum indahnya, style Hair up membuatnya terlihat sangat tampan, Lexa sempat tertegun melihat ketampanan Raymond, namun dengan cepat dirinya tersadar dan pergi meninggalkan Raymond.
***
“Akhir-akhir ini aku sibuk sekali bekerja, sehingga aku baru sadar jika aku tidak terlalu sering bertemu denganmu, ini karena aku yang sibuk bekerja atau kau yang memang jarang sekali ada dirumah?” tanya Olivia, tangannya tersandar di sopa berwarna merah, tangannya sibuk memainkan iphone miliknya.
“Olivia, maafkan aku tetapi aku harus pergi meninggalkanmu” ucap Lexa, tertunduk merasa sangat berat meninggalkan Oliv seorang diri.
Pernyataan Lexa membuat Oliv sangat merasa kaget, Olivia dengan tidak sadar mulai mengeluarkan cairan putih dari matanya, mulutnya sangat sulit berbicara, itu terlalu mendadak dan mengagetkan bagi Olivia, “Apa yang kau bicarakan? apa aku membuat kesalahan? Jika kau pergi tidak ada yang menemaniku tidur lagi, tidak ada yang meneriakiku, tidak ada yang membantuku merawat bunga bunga yang ada didepan rumah, tidak ada canda lagi dirumah ini, aku akan sangat merindukanmu, pasti aku akan sangat merindukanmu, memangnya kau mau pergi kemana? Mengapa sangat mendadak seperti ini? apa kau sedang terkena masalah? ceritalah padaku, kumohon aku sangat menyayangimu Lexa, kau sudah seperti adikku, jika kau pergi aku kembali kesepian yang hanya hidup untuk bekerja, bekerja, dan bekerja” jelas Olivia, matanya tidak bisa menahan lagi untuk tidak menangis kini Olivia menangis, tangisan seperti air yang mengalir tidak ada hentinya.
“Olivia maafkan aku, aku sudah ternodai, aku tidak bisa menjaga diriku, Oliv aku sedang berbadan dua, maafkan aku Oliv” ucap Lexa, kini Lexa yang periangpun tidak bisa membendung air matanya.
“Apa kau bilang?, kenapa kau tidak berbicara padaku? jika kau bicara padaku, kau tidak akan menghadapi masalah itu sendiri dan aku tidak akan membiarkanmu menghadapinya sendiri, Lexa bicara padaku siapa yang melakukannya, dia harus bertanggung jawab, jelaskan padaku bagaimana kau bisa berbadan dua? bagaimana kau bisa diperlakukan seperti itu?” tanya Olivia, kini tangannya menggenggam tangan Lexa sangat erat, matanya menatap sendu dihadapan Lexa.
“Malam itu, saat aku masuk ke club malam dan aku mengatai mereka dengan sebutan ******, kau pun ada ditempat itu, setelah itu aku menyuruhmu pulang duluan, karena aku akan membeli beberapa makanan, tetapi Alvin salah satu dari mereka menghalangi jalanku dan saat aku lengah, Alvin membekap ku dan membawanya ke Villa mewah milik Raymond, setelah itu aku tidak mengerti lagi apa yang terjadi, karena pada saat aku terbangun aku sudah tidak menggunakan apapun, aku pergi meninggalkan tempat itu begitu aku sadar, setelah itu aku berpikir aku tidak akan berbadan dua, tetapi ternyata setelah itu aku terus-terusan merasa mual dan muntah, mungkin kau tidak akan mengetahui nya, karena itu terjadi setelah kau pergi untuk bekerja, setelah itu aku pergi ke rumah sakit untuk meyakinkan dan ternyata memang benar aku hamil, aku hamil anak Raymond Oliv, orang yang tidak aku ketahui sedikitpun, setelah itu aku mulai menerimanya, mungkin memang ini jalan hidupku, aku hanya berharap suatu saat ada lelaki yang tulus mencintaiku dengan statusku sebagai seorang singlemom, tetapi tuhan mengejutkanku untuk kedua kalinya, dan aku dijebak oleh Raymond untuk kedua kalinya, Raymond mengetahui aku sedang mengandung anak dia, dan dia menyuruhku untuk tinggal di Villa nya, aku pikir kaupun mau menemaniku membesarkan anak ini tetapi aku pikir Raymond pun berhak atas anak ini, untuk itu aku akan tinggal di Villa nya, dan meninggalkanmu, tetapi aku janji aku akan sering mengunjungimu, suatu saat nanti ketika anak ini sudah lahir aku akan menceritakan banyak tentangmu, kau pun bisa menemuiku di Villa Raymond, kau boleh menemuiku dan bayi yang sedang aku kandung” jelas Lexa, tangisnya semakin mengalir tidak bisa tertahan, banyak sekali yang harus Lexa lakukan, terlebih lagi Lexa belum menemui adik-adiknya, apalagi menjelaskan perihal masalah yang sedang dihadapinya, namun setidaknya Lexa sudah sangat sedikit tenang bisa menjelaskannya pada Oliv.
“Aku mengerti, aku akan sering mngunjungimu, bahkan setiap pulang kantor aku akan menemuimu di Villa Raymond, untuk mendengarkan perkembangan bayi yang ada dikandunganmu, aku akan mendengarkan cerita mu walau aku sudah lelah bekerja, dengarkan aku, kau harus menjaga dirimu, aku akan membantumu untuk membereskan barang-barangmu” ucap Olivia, pergi meninggalkan Lexa bukan karena kecewa tetapi karena Olivia tidak bisa terus-terusan menangis di depan Lexa, itu akan membuat Lexa semakin banyak pikiran.
***
Vote & Comment yah Pleasee