THE PERFECT MY BILLIONAIRE

THE PERFECT MY BILLIONAIRE
Episode 5



***


"Kau ini selalu saja menggodaku, kau tau aku sangat mencintaimu tidak mungkin aku memikirkan lelaki itu" ucap Lexa menyunggingkan senyum manis dibibir ranumnya, tangannya terulur mengusap ujung rambut adik terkecilnya itu.


Celine diam diam memandangi wajah Lexa dengan sangat teliti, seperti sedang mencari sebuah cara.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu, kau tidak berpikir untuk menggodaku lagi kan?" tanya Lexa tangannya dilipatkan didepan dada.


"Aku punya ide, bagaimana jika kita memanfaatkan kecantikan kak Letta" jelas Celine, sontak membuat Gavin dan Viola mengernyitkan dahinya karena merasa bingung, tetapi tidak dengan Lexa yang cepat menebak apa yang dipikirkan adik kecilnya.


"Kau memberikkan ide agar aku mendekati Raymond untuk memata-matai dia?" tebak Lexa dengan serius.


"Itu maksudku kak, apa kau tau? kau sangatlah pintar dan cerdas" puji Celine.


"Kak Lexa memang sangatlah pintar, tapi bukan itu yang membuat dia cepat menebak maksudmu melainkan itu karena kau sangatlah mudah dimengerti, anak kecil" jelas Gavin.


Letta terdiam seperti sedang mempertimbangkan ide dari adik kecilnya itu


Wajar jika adik-adiknya sangat mementingkan keputusan Lexa, karena disini Lexa adalah kakak tertua dari mereka, Lexa berusia 19 tahun sedangkan Gavin dan Viola berusia 18 tahun, adiknya yang sangat manja tapi sangat cerdas adalah Celine yang kini berusia 17 tahun, seharusnya Celine bersekolah tetapi Celine lebih memilih ikut dengan kakaknya.


Mereka ber-empat sedang berusaha menjalankan tugas dari ayah dan bundanya, untuk mencari pembunuh kakek dan nenek mereka yang terbunuh 3 tahun lalu, sebelum mereka menemukan pembunuhnya mereka tidak diperbolehkan pulang oleh ayah dan bundanya, ayah dan bundanya pun mempunyai tujuan agar mereka ber-empat mampu beradaptasi dengan dunia luar dan melatih kemampaun mereka.


"Viola, kenapa kau selalu diam setelah kau melihat identitas lelaki itu?" tanya Lexa yang menyadari perubahan Viola.


"Kak, lelaki itu sangatlah hebat aku takut kita akan semakin lama disini, aku merindukan ayah dan bunda, aku merindukan tempat tinggalku, aku merindukan saat-saat dimana kita selalu tertawa" jelas Viola, matanya sendu tertunduk, cairan putih mulai lolos dari gadis cantik itu.


"Kau tidak boleh berbicara seperti itu, kita akan secepatnya kembali" ucap Lexa, tangannya terayun untuk memeluk Viola, begitupun dengan Celine dan Gavin yang mengikuti tingkah Lexa, akhrnya mereka ber-empat berpelukan, Lexa memeluk adik-adiknya penuh kasih, "Semuanya akan baik, kakak setuju untuk mendekati Raymond" ucap Lexa, bibirnya tersenyum untuk meyakinkan adik-adiknya bahwa dia tidak melakukannya dengan terpaksa.


"Sekarang kakak harus pergi, kalian kembali ke rumah kalian makan yang teratur" ucap Lexa, seraya pergi meninggalkan Basecamp, untuk kembali menemui Olivia.


***


Ceklek!!!


"Lexa! kau darimana saja!" teriak Olivia pemilik rumah yang kini di tempati oleh Lexa.


"Aku tidak kemana mana, kau tidak perlu cemas aku sudah kembali dengan selamat bukan" jelas Lexa menenangkan sahabatnya.


"Lexa, aku ada janji diluar kamu jaga rumah ya"


"Of course!" ucap Letta melihat sahabatnya yang berlalu pergi meninggalkan Lexa seorang diri.


Lexa berniat untuk mengunci pintu dan mengambil makanan, entah kenapa saat ini Letta semakin suka makan.


Hoek!Hoek!Hoek!


Lexa mengeluarkan seluruh isi perutnya.


"Gawat! apa jangan jangan aku hamil, kenapa secepat ini" batin Lexa frustasi merutuki kecerobohannya.


Lexa bersiap pergi untuk membeli testpack mengecek apakah dia benar benar hamil.


Setelah membeli barang kecil itu Lexa berjalan menuju toilet untuk mengeceknya dan benar saja sesuai dugaan dirinya, Lexa kini sedang mengandung anak dari RAYMOND BILL ARLEY.


Lexa pasrah atas apa yang terjadi, bagaimanapun semuanya tidak perlu disesali


karena sebesar apapun penyesalan, itu tidak akan mengubah apapun.


***


Hoammmmm...


Raymond terbangun dari tidurnya setelah matahari berhasil lolos menyelinap masuk ke dalam kamarnya.


Tangannya meraba ruang disekelilingnya, seperti mencari keberadaan seseorang.


"Gawat! semalem aku ngelakuin sama dia! sekarang dia pergi sulit dipercaya baru kali ini aku yang ditinggalkan oleh seorang wanita, tapi tadi malem yang pertama kalinya bagi dia, apa mungkin dia bakal hamil" batin Raymond.


"TIDAKKKKKKKKK" teriak Raymond yang mungkin terdengar sampai ruang bawah Villa miliknya.


"Oyyyyy apa kau sudah gila? ini bukan hutan, kau ini kebanyakan nonton film tarzan" teriak Alvin yang sedang memainkan game di sopa ruang tv merasa terganggu dengan teriakan Raymond.


"Tau berisik banget deh" ucap Alvaro yang baru saja mengambil minum dari dapur, masih setia dengan pakaian tidurnya.


Mereka yang dikenal sebagai Pewaris tunggal perusahaan perusahaan terbesar sebenarnya sangat berbeda saat mereka di villa dengan saat mereka di perusahaan .


Jika diperusahaan mereka dikenal dingin, dan menyeramkan tetapi sebenarnya mereka sama saja seperti orang orang pada umumnya suka becanda dan suka menjaili orang.


***


Please Vote & Comment


thankyouuuuuuu