The Handsome Doctor Is My Husband!

The Handsome Doctor Is My Husband!
6



Namun nyatanya, Tiffany dengan cepat menelepon Grace, mereka merencanakan janji temu untuk membahas masalah ini. Mereka berdua akhirnya bertemu di sebuah cafe untuk bernegosiasi. Tiffany berkata bahwa dia telah menghancurkan semua file rekaman, tetapi malah menjadi masalah bagi Grace.


“Rekaman yang ada disini sudah aku hapus.” Ucap Tiffany.


Berita eksklusifku... batin Grcae.


“Namun yang ada di otak kamu?” sambung Tiffany.


“Bagaimana jika kamu bekerja di SS group, dengan gaji 3 kali lipat dari sekarang?” ucap Tiffany.


Tiffany yang mendominasi dan tanpa kompromi di depannya. Memberi penawaran untuk Grace agar dengan cepat meninggalkan pekerjaan reporter itu dan beralih ke SS Group. Penawaran seperti itu tentu diterima oleh Grace.


Rekan kerja Calvin, Robert, menyaksikan Calvin melepas cincin kawin dan bertanya tentang identitas istri misterius itu, tetapi Calvin diam, mengatakan bahwa situasi pasangannya istimewa, jadi dia menyembunyikan semuanya.


Di meja makan keluarga Jason, Jason menanyakan keberadaan Calvin. Tiffany hanya bisa menjelaskan bahwa Calvin sibuk dengan pekerjaan. “Tiffany, kenapa kamu makan sendiri? Dimana Calvin?” tanya Jason.


“Calvin sedang sibuk bekerja, dia mungkin tidak akan pulang untuk sementara.” jawab Tiffany.


Tetapi kebetulan Calvin tiba di meja makan. Yang seharusnya menjadi pasangan yang manis dipatahkan oleh fakta jawaban Tiffany tidak selaras dengan Calvin.


Jason, yang berencana mengatakan beberapa patah kata lagi, terdiam. Tiffany juga diam-diam marah melihat Calvin pergi. Tiffany mencari alasan keterlambatan Calvin untuk pulang. Setelah sarapan Theo mengusulkan cara agar Tiffany mengambil inisiatif untuk mendapatkan Calvin kembali. Meskipun dia menolak, Tiffany berdandan dan bersiap untuk membawa pulang Calvin. Tetapi ketika dia tiba di rumah sakit, Tiffany melihat Alexa. Keduanya bertengkar. Alexa dengan sengaja memancing Tiffany, mengatakan bahwa Calvin menyembunyikan cincin kawinnya untuk perpisahan yang lebih baik di masa depan.


“Eh, Tiffany. Kamu mau bertemu dengan Calvin? Kebetulan aku baru habis bertemu dengannya. Tadi aku lihat dia sudah tidak memakai cincin pernikahan lagi, apakah kalian bercerai?” tanya Alexa.


Tiffany masih tenang, dirinya masih terstimulasi oleh beberapa kata Alexa. Dia datang ke kantor dan melihat kue yang baru dibeli di atas meja. Dia menoleh melihat Calvin datang.


“Tiffany, kenapa kamu ke sini?” Tanya Calvin.


Tiffany melirik ke jari Calvin dan benar sesuai kata Alexa, jari-jarinya kosong.


Dia tidak memakai cincin pernikahan kita. batin Tiffany.


“Kontrak selama 1 tahun, apa kamu tahu maksudnya itu?” Tanya Tiffany.


“Ada apa?”


“Kamu bilang akan berjanji memenuhi persyaratan kontrak, tapi kamu menerima kue dari wanita lain, bersikap baik pada wanita lain. apakah ini cara kamu memenuhi kontrak?”


“Tiffany, kita bisa membicarakan ini nanti.”


“Kapan nantinya? Aku setiap hari sendirian di rumah, semua orang bertanya kamu dimana, kamu kapan pulang, kenapa suamimu sibuk saat baru menikah? Bagaimana aku menjawab itu semua?” Tiffany, yang merasa telah diperlakukan dengan acuh tak acuh selama beberapa hari ini, memecahkan amarah yang dia tahan selama ini.


“Aku masih takut menginjakkan kaki di rumahmu.”


“Lalu hari ini, aku sudah memberitahu semua orang kalau kamu tidak pulang, tapi kamu malah tiba-tiba muncul, kamu membuat aku merasa sangat malu, kamu tahu?”


“Maaf, aku tidak tahu. Ini salahku.”


“Apa maaf saja sudah selesai? Aku Tanya padamu, Calvin, apakah di hidupmu sekarang, kamu benar sudah menikah?”


“Apa itu penting?”


“Tentu saja itu penting. Aku beritahu padamu, kalau ada pelanggaran kontrak, itu adalah masalahmu.” ucap Tiffany kemudian pergi.


Calvin bertanya kepada James, seperti apa kehidupan pengantin baru itu, dan kata-kata mereka membuat Calvin berpikir. Dia harus melakukan beberapa perubahan, jadi Calvin berinisiatif untuk datang ke Perusahaan SS Group. Melihat Tiffany dengan cermat memeriksa package produk skincare nya, Calvin menatap penampilan serius Tiffany saat sedang bekerja. Tidak lama, Tiffany menyadari keberadaan Calvin.


"Mengapa kamu ada disini?" tanya Tiffany.


"Ada hal yang ingin aku bicarakan. Apakah kamu mempunyai waktu?" jawab Calvin.


"Sekarang aku sedang sangat sibuk, mari kita bahas nanti saja." ucap Tiffany.


Tiffany pun melanjutkan pekerjaannya hingga larut malam. Ketika pekerjaan Tiffany selesai, ternyata Calvin masih berada di kantor Tiffany.


"Kamu sudah selesai bekerja?" tanya Calvin.


"Calvin.. Mengapa kamu masih disini? Bukankah rumah sakit sangat membutuhkan kehadiranmu?" tanya Tiffany.


"Oiya, tadi kamu ingin membicarakan hal apa?" tanya Tiffany.


"Tidak, itu bukan apa-apa. Aku disini menunggumu selesai bekerja dan menjemputmu pulang." ucap Calvin.


Saat mereka memutuskan untuk pulang, Theo dengan cepat mematikan semua lampu yang ada pada perusahaan tersebut. Theo sengaja menciptakan kesempatan bagi mereka berdua untuk membicarakan sebuah hal.


Tiffany membawa Calvin ke ruangan pribadi yang dia miliki, ruangan tersebut cukup memiliki fasilitas yang lumayan lengkap, mulai dari sofa, kamar mandi, kamar tidur, dan lain-lain. Keduanya duduk di sofa dan merasa bosan.


"Membosankan sekali." kata Tiffany.


Karena itu, mereka bermain game dan saling bertanya untuk lebih mengenal satu sama lain dan meningkatkan hubungan mereka.


"Ayo kita bermain ini jebot saja, yang kalah nanti harus menjawab pertanyaan dari pihak yang menang." jawab Calvin.


"Dasar kekanak-kanak an." jawab Tiffany sambil bersiap untuk bermain.


Mereka pun bermain dengan sangat sengit. Namun pada akhirnya, Tiffany memenangkan game tersebut.


"Yeyy, aku menang." ucap Tiffany.


"Baiklah, apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Calvin.


Tiffany bertanya kepada Calvin tentang pandangannya terhadap Alexa, tetapi Calvin hanya mengatakan kalau dia tidak punya perasaan.


"Hah? Alexa?" jawab Calvin dengan bingung.


"Iya."


"Lalu di rumah sakit, mengapa kamu bisa bertemu dia?" tanya Tiffany.


"Alexa meminta bantuanku untuk mengecek paru-paru ayahnya." jawab Calvin.


"Hanya itu?"


"Iyaa."


"Baiklah kita lanjutkan permainannya." ucap Tiffany.


Ketika permainan antara keduanya berlanjut, lagi dan lagi Calvin kalah. Tiffany pun memanfaatkan keadaan ini untuk menggali informasi.


"Apa alasan kamu tiba-tiba ingin menikah dengan ku?" tanya Tiffany.


"Aku hanya ingin membantu kamu."


"Tidak ada jawaban lain? Kamu tidak boleh berbohong saat menjawab pertanyaan." ucapTiffany.


"Aku tidak berbohong." jawab Calvin.


Mereka melanjutkan permainan tersebut. Dan pada akhirnya, Tiffany harus menjawab sebuah pertanyaan dari Calvin, karena ia kalah. Calvin menanyakan hal yang mirip seperti pertanyaan yang diberikan oleh Tiffany.


"Kenapa kamu ingin menikah dengan aku?" tanya Calvin.


Tiffany yang mendengar pertanyaan itupun langsung reflek melototkan matanya.


Haduh, tentu saja karena aku menyukaimu. Namun aku tidak bisa memberitahunya, lalu jawaban ala yang harus aku berikan. batin Tiffany.


Tanpa berpikir lama, Tiffany langsung menjawab pertanyaan tersebut dengan santai.


"Karena aku ingin memiliki hubungan yang lebih dalam denganmu." jawab Tiffany.


Mendengar jawaban Tiffany, Calvin langsung tersipu. Ia langsung mencari alasan untuk memberhentikan kondisi canggung ini. Setelah bermain, keduanya duduk di sofa dan menonton video bersama, seperti pasangan muda di rumah. Tiba-tiba Tiffany tertidur dan jatuh di pundak Calvin. Di ruangan pribadi yang nyaman milik Tiffany, keduanya merasakan cinta dan kebahagiaan mereka dalam diam. Keduanya tidur sampai subuh.


Bersambung...